Kapitalisasi Pasar dan Peranannya dalam Sebuah Perusahaan

Saham Milenial – Kapitalisasi pasar mengandung definisi yaitu nilai hasil perkalian harga per lembar saham dengan jumlah saham yang dimiliki perusahaan. Nilai kapitalisasi sering disingkat dengan sebutan kap pasar untuk memudahkan penyajian data tersebut. Nilai inilah yang kerap kali menjadi sorotan sebagai bahan perbandingan antara satu emiten dengan emiten lainnya.

Besarnya kapitalisasi pasar menunjukkan tingkat profit dan eksistensi atas suatu perusahaan. Begitupun sebaliknya, jika nilainya cenderung rendah maka perusahaan terkait akan kurang diminati. Berikut ini akan dijelaskan berbagai seluk beluk serta rumus yang digunakan untuk menghitung nilai kap pasar.

Fungsi Kapitalisasi Pasar untuk Analisa

Fungsi nilai kapitalisasi sebagai bahan analisa saham karena penyajian data tersebut dapat memudahkan perhitungan validasi. Akurasi dalam nilai PER (Price Earning Ratio) seringkali diperhitungkan karena nilai EPS (Earning Per Share) yang fluktuatif dengan faktor right issue maupun perubahan lembar saham yang lain. Akan tetapi hal ini berbeda dengan penghitungan menggunakan nilai kapitalisasi.

Fungsi Kapitalisasi Pasar untuk Analisa
Fungsi Kapitalisasi Pasar untuk Analisa (Sumber: google)

Data PER dapat dengan mudah ditemukan melalui pembagian kapitalisasi dengan laba bersih yang diperoleh perusahaan dengan syarat bahwa nilai kapitalisasi pasar harus aktual dan sesuai berdasarkan waktu terkait. Metode yang sama juga dapat dilakukan untuk menghitung nilai buku per saham yakni dengan membagi nilai kapitalisasi dengan ekuitas.

TRENDING NOW:  Apa itu Real Estate? Berikut Pengertian dan Contohnya

Jenis-Jenis Kapitalisasi Pasar

Di bawah ini adalah pengelompokan berdasarkan ukuran suatu perusahaan yang dikuatkan dengan persepsi investor maupun publik lainnya. Sehingga jenis-jenis ini hanya berupa gambaran mengenai nilai kapitalisasi sesuai dengan ekuitas perusahaan. Berikut tiga jenis tersebut.

1. Kapitalisasi Pasar Besar (Big Cap)

Merupakan kapitalisasi terhadap nilai pasar suatu perusahaan besar yang jumlahnya lebih dari Rp100 triliun.

2. Kapitalisasi Pasar Sedang (Medium Cap)

Jenis yang berlaku terhadap perusahaan yang memiliki nilai diatas Rp10 triliun.

3. Kapitalisasi Pasar Kecil (Small Cap

Merupakan jenis untuk kapitalisasi pada perusahaan yang nilainya kurang dari Rp10 triliun.

Nilai Kapitalisasi Pasar terhadap Jenis-Jenis Saham

Dalam hal ini nilai kapitalisasi terhadap pasar dapat mempengaruhi saham sehingga akan muncul beberapa jenis saham sebagai berikut.

1. Saham Lapis Satu (Saham Blue Chip)

Saham blue chip merupakan sebutan untuk saham suatu emiten yang memiliki nilai kapitalisasi diatas Rp40 triliun. Hal ini juga diimbangi dengan jumlah saham beredar yang sangat banyak dan berpengaruh sebagai penggerak IHSG.

Karena nilainya kapitalisasinya yang tinggi sehingga setiap kenaikan maupun penurunannya akan berdampak besar pada indeks. Saham satu lapis juga secara rutin membagikan dividennya dalam jumlah yang besar. Selain itu saham ini memiliki likuiditas dan pergerakan yang cukup baik disebabkan oleh jumlah saham beredarnya yang sangat banyak.

TRENDING NOW:  Daftar Perusahaan Ekspor Impor Terbesar di Indonesia

2. Saham Dua Lapis (Second Layer)

Saham second layer memiliki nilai kapitalisasi antara Rp1 triliun sampai dengan Rp40 triliun. Perusahaan yang menganut jenis saham ini adalah yang memiliki skala medium atau lebih kecil. Meskipun saham ini juga banyak beredar namun pergerakannya kurang baik dan tidak memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap harga indeks.

3. Saham Tiga Lapis (Third Layer)

Saham tiga lapis atau third layer merupakan saham yang diterbitkan oleh perusahaan dengan nilai kapitalisasi di bawah Rp1 triliun. Saham jenis ini tergolong memiliki pergerakan yang kurang baik karena rendahnya minat publik sehingga banyak perusahaan yang membukukan laporan rugi terhadap saham tersebut.

Akibat rendahnya likuiditas saham tersebut, maka pihak broker akan memainkan harga saham dengan menaikkan maupun menurunkan harga sesuai dengan permintaan ritel. Meski demikian, kenyataannya pasar saham didominasi oleh saham lapis tiga tersebut. Bahkan untuk sebagian saham yang tidak dilirik akan dimasukkan dalam daftar saham yang tidak di trading.

Hal ini juga dipengaruhi oleh persyaratan yang dikeluarkan oleh BEI terkait minimum skala suatu emiten yang dapat memperdagangkan saham pada bursa. Sehingga perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar yang hanya berjumlah beberapa miliar saja dapat masuk dalam daftar saham di bursa efek.

Rumus Perhitungan Kapitalisasi Pasar

Kapitalisasi terhadap nilai pasar suatu emiten dapat ditemukan dengan rumus perhitungan yaitu harga per lembar saham dikalikan dengan jumlah saham yang beredar. Dengan demikian maka akan muncul nilai yang mewakili tingkat likuiditas perusahaan serta akan menentukan besarnya minat para investor.

TRENDING NOW:  Daftar Bank di Indonesia Berdasarkan Jenis dan Fungsinya
Rumus Perhitungan Kapitalisasi Pasar
Rumus Perhitungan Kapitalisasi Pasar (Sumber: google)

Untuk mendapatkan nilai kapitalisasi yang tinggi maka perusahaan dapat melakukan strategi peningkatan produksi dan kinerja serta melakukan perkembangan untuk kemajuan emiten. Jika minat investor semakin tinggi maka harga saham pun akan ikut naik dan nilai kapitalisasi terhadap pasar pun akan meningkat.

Tips Berinvestasi secara Kapitalisasi

Berinvestasi merupakan kegiatan yang ditujukan untuk memperoleh keuntungan oleh pihak yang menanamkan modalnya kepada pihak lain yang menyediakan modal. Lalu bagaimana jika hendak berinvestasi secara kapitalisasi? Investasi ini dilakukan dengan memperhatikan nilai kapitalisasi atas suatu emiten. Nilai investasi akan mengalami kenaikan jika nilai kapitalisasi juga bergerak naik.

Hal ini dapat diumpamakan dengan keinginan seseorang untuk menambah keuntungan investasi sebesar 10 kali lipat maka nilai kapitalisasi pun harus naik 10 kali lipat. Oleh sebab itu, berinvestasi pada kapitalisasi kecil akan lebih memungkinkan terjadinya pelipatgandaan secara lebih cepat. Sebaliknya, nilai kapitalisasi yang sudah tinggi akan sulit dilipatgandakan karena nominalnya yang sudah sangat besar.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa berinvestasi secara kapitalisasi perlu memperhatikan kondisi ekonomi negara. Nilai yang melampaui standar ekonomi secara umum akan sulit digandakan, sementara nilai yang lebih rendah akan mudah dilipatgandakan dan lebih sesuai dengan kemampuan masyarakat.

Leave a Reply
You May Also Like

Perusahaan Makanan dan Minuman Terbesar di Indonesia

Saham Milenial – Perusahaan makanan dan minuman termasuk dalam sektor industri manufaktur…

Apa itu Real Estate? Berikut Pengertian dan Contohnya

Saham Milenial – Real estate adalah sebuah istilah yang memiliki terjemahan lahan…

Daftar Perusahaan Ekspor Impor Terbesar di Indonesia

Saham Milenial – Perusahaan ekspor impor terbesar di Indonesia dalam waktu 6…

Tujuan Perusahaan, Bagaimana Mengolah Tujuan Dengan Terukur dan Kompeten

Saham Milenial – Tujuan perusahaan merupakan dasar yang melandasi pembentukan suatu perusahaan.…