Badan Usaha Milik Negara: Inilah Faktor Pembentuk dan Fungsinya

Badan Usaha Milik Negara Inilah Faktor Pembentuk dan Fungsinya
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on pinterest

Saham MilenialBadan Usaha Milik Negara disingkat dan kerap disebut dengan BUMN adalah sebuah lembaga pemerintah yang dulunya menyandang nama perusahaan negara. Secara rinci BUMN mengandung pengertian perusahaan yang dimiliki dengan nilai kepemilikan besar maupun kecil oleh pemerintah negara. Pemerintah sebagai pemilik pun berwenang mengontrol perusahaan-perusahaan yang berada dalam kendalinya.

BUMN menjadi badan hukum yang bersifat operasional artinya adalah lembaga ini memiliki tujuan dan kegiatan komersial. BUMN memikul peran sebagai badan yang dapat melakukan kebijakan publik dalam suatu perusahaan untuk mempermudah aktivitas dan memenuhi kebutuhan masyarakat melalui layanan dan produk yang diberikan.

Faktor Didirikannya BUMN, Kepentingan Umum Jadi Prioritas Negara

Berdasarkan rumusan yang benar-benar matang dan keputusan yang ditimbang dari berbagai aspek sosial dan kenegaraan, BUMN didirikan dengan beberapa alasan sebagai penggerak ekonomi Indonesia, yaitu sebagai berikut.

1. Mendominasi Monopoli Ekonomi Indonesia

BUMN dengan seluruh perusahaan yang berada dalam naungannya berfungsi sebagai roda penggerak ekonomi Indonesia agar tetap melaju pada poros yang kian baik dan menaik. Negara sebagai pemilik sekaligus pemegang kontrol BUMN mendominasi monopoli keuangan pada sistem ekonomi di dalamnya.

Nilai ekonomi dari berbagai lini produksi didongkrak agar mampu memenuhi hajat hidup orang banyak. Pemerintah merambah ke seluas-luasnya terhitung seperti infrastruktur, penyelenggara distribusi dan transportasi, barang dan jasa, produsen senjata telekomunikasi, bisnis, lembaga penyiaran, sumber daya alam hingga pelayanan kesehatan.

2. Sebagai Industri Berkembang yang Diproteksi oleh Negara

Badan Usaha Milik Negara berperan menyumbangkan manfaat dan dampak positif bagi perkembangan industri di negara Indonesia. Karena menjadi program negara dalam mensejahterakan rakyat Indonesia, maka akan dirasa kurang sesuai jika negara tidak mengambil langkah besar untuk menggerakkan berbagai bidang industri.

Sebagai Industri Berkembang yang Diproteksi oleh Negara
Sebagai Industri Berkembang yang Diproteksi oleh Negara

Melalui BUMN negara dapat menyokong suplai produk dari beragam jenis industri dengan pengawasan langsung dari pemerintah. Perusahaan yang bertugas mengelola suatu produk akan diproteksi langsung oleh pihak negara.

3. Unsur Politik, Suara Terbanyak Didapat dari Kinerja Pemerintah yang Baik

Unsur politik menjadi salah satu alasan didirikannya program BUMN. Cerminan pemerintahan Indonesia yang sedang berlangsung salah satunya dapat diamati dari sektor kemajuan BUMN dalam mengelola perusahaan-perusahaan. BUMN bertujuan meningkatkan efisiensi dan pemenuhan layanan umum bagi masyarakat. Pencapaian kesuksesan fiskal yang terperinci akan menaikkan elektabilitas pemerintah.

Peran dan Fungsi BUMN bagi Negara dan Masyarakat

Dalam otoritasnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengamalkan peran dan fungsi demi kepentingan negara dan masyarakat luas, yaitu sebagai berikut:

  1. Menjadi penyedia barang dan jasa yang tidak diberikan oleh pihak badan usaha milik swasta.
  2. Menjadi alat bagi pemerintah dalam mengendalikan perekonomian di dalam negara.
  3. Menjadi mediator layanan barang dan jasa untuk masyarakat Indonesia.
  4. Mengelola cabang-cabang sumber daya alam agar dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
  5. Menjadi pelopor pada sektor usaha yang belum dikembangkan oleh perusahaan swasta.
  6. Membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas dan terjamin.
  7. Menambah pemasukan devisa negara dari berbagai bidang layanan dan jasa.

Manfaat BUMN, Menjaga Denyut Kehidupan Ekonomi Negara

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merumuskan aspek-aspek penting yang diharapkan mampu menjadi manfaat yang bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, diantaranya:

  1. Memudahkan masyarakat dalam menjangkau kebutuhan hidup seperti bahan bakar, layanan kesehatan dan lain sebagainya.
  2. Membuka seluas mungkin peluang kerja bagi penduduk angkatan kerja.
  3. Menambah nilai kuantitas dan kualitas barang ekspor sebagai pemasukan devisa negara baik berupa migas maupun nonmigas.
  4. Mengantisipasi muncul pihak swasta yang mencoba memonopoli pemenuhan barang dan jasa di pasaran.
  5. Mengisi pundi-pundi kas negara sebagai bekal pengembangan dan upaya memajukan ekonomi.

Jenis-Jenis Pembagian Kelompok Usaha yang Termasuk BUMN

BUMN menjadi lembaga yang dikuatkan dengan aktivitas perusahaan yang berada di bawahnya. Perusahaan-perusahaan tersebut menyebar ke berbagai aspek bidang kebutuhan masyarakat, di antaranya sebagai berikut.

1. Perusahaan Perseroan yang Didirikan oleh Lembaga BUMN

Syarat sebuah perseroan  yang dimiliki oleh BUMN adalah kepemilikan saham mencapai di atas 50%. Dibentuk atas usulan menteri kepada presiden. Pendiriannya diatur oleh menteri berdasarkan undang-undang. Modalnya berwujud saham.

Seluruh atau sebagian kekayaannya adalah milik negara, namun tidak mendapatkan fasilitas dari negara. Dipimpin oleh direksi dan mempekerjakan pegawai yang menyandang status sebagai pegawai negeri.

Beberapa contoh perusahaan BUMN yaitu maskapai penerbangan terbesar di Indonesia, PT Garuda Indonesia Tbk. Disusul kemudian, ada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk selaku BUMN di bidang telekomunikasi. PT Bank Mandiri Tbk menjadi BUMN yang bergerak di bidang perbankan bersama dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Lalu, ada pula BUMN di bidang farmasi yaitu PT Kimia Farma Tbk.

Indonesia juga memiliki BUMN di bidang energi yaitu PT Pertamina, dan PT Tambang Timah Tbk. Di bidang sosial, ada BUMN yang sudah dikenal banyak orang yaitu PT Jamsostek. PT Perusahaan Pembangunan Tbk dan PT Kereta Api Indonesia adalah BUMN selanjutnya yang diakui negara dan kini sedang semakin berkembang ikut memajukan nusantara.

2. Perusahaan Umum yang Didirikan oleh BUMN

Perusahaan umum milik BUMN adalah jenis perusahaan yang seluruh modal sahamnya hanya dikuasai oleh pemerintah. Perusahaan tersebut mengacu pada pengelolaan badan usaha yang sehat. Dipimpin oleh direksi yang disebut direktur. Mempekerjakan pegawai swasta di dalam perusahaan. Perum (Perusahaan Umum) bermanfaat untuk menambah pemasukan kas negara.

Perusahaan Umum yang Didirikan oleh BUMN
Perusahaan Umum yang Didirikan oleh BUMN

Modal didapatkan dari anggaran pemerintah namun terpisah dari penghitungan aset negara. Contoh-contoh perusahaan umum  antara lain Perum Bulog, Perum Peruri, Perum Perumnas, Perum Balai Pustaka, Perum Pegadaian, Perum Jasatirta, Perum Damri dan Perum Antara.

BUMN Sebagai Target Peluang Kerja

Badan Usaha Milik Negara menjadi salah satu target peluang kerja yang banyak dipilih oleh para calon pekerja. Berada di bawah penanam saham utama yaitu pemerintah membuat banyak orang yakin akan jaminan, dan jenjang karir serta visi yang lebih kompeten. Bekerja di perusahaan BUMN akan memberi nilai berkelas dan aman karena perusahaan tersebut memiliki otoritas yang pasti.

Faktor-faktor lain yang menjanjikan adalah karena segala produk BUMN telah diakui sebagai kebutuhan utama yang tidak terlepaskan dari kehidupan rakyat Indonesia sehari-hari. Serta seluruh layanan yang diberikan memang secara konsisten selalu menjadi pilihan utama bahkan satu-satunya yang juga membantu berlangsungnya perekonomian dan keperluan hidup banyak orang.

Modal terbesar yang ada di genggaman pemerintah menjadikan BUMN dipandang mampu menjamin kelangsungan ekonomi untuk kehidupan banyak keluarga di Indonesia. Bagi pemegang saham sisanya juga dapat menikmati kenyamanan karena BUMN berdiri dengan proteksi langsung oleh pemerintah.

Hal ini menekan segala risiko jatuhnya harga saham maupun fluktuasi, karena pemerintah akan segera mengambil keputusan untuk kembali menaikkan perekonomian perusahaan hingga titik selamat.

Sebagai penduduk Indonesia yang baik dan teladan, maka wajib untuk terus mendukung perkembangan ekonomi demi kesejahteraan bersama. Salah satunya dengan mencintai dan lebih memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri. Mengangkat produk sendiri akan berpengaruh besar pada laju ekonomi negara sebagai penyedia, penyelenggara dan pengawas produk dan layanan yang dibutuhkan masyarakat.

Artikel Terkait

Baca Juga