Kupas Tuntas Contoh Perusahaan Jasa: Pengertian Hingga Kelebihan

Kupas Tuntas Contoh Perusahaan Jasa Pengertian Hingga Kelebihan
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on pinterest

Saham MilenialContoh perusahaan jasa merupakan aplikasi usaha yang pas. Perusahaan jasa sendiri adalah usaha atau bisnis yang menawarkan produk tak berwujud atau jasa. Meskipun memproduksi sesuatu yang abstrak, perusahaan jasa membutuhkan produk fisik dalam operasional.

Sebagai contoh, perusahaan travel yang menyediakan paket liburan ke kota A. Untuk menjalankan bisnisnya tersebut, perusahaan tentu membutuhkan kendaraan bermotor, seperti mobil, motor, maupun pesawat.

Sama halnya dengan bisnis lain, perusahaan jasa bertujuan meraup keuntungan sebesar-besarnya dari usaha yang dijalani. Selain mencari keuntungan, perusahaan tentu berkeinginan memenuhi kebutuhan konsumen maupun pasar.

Alasan ini pula yang melandasi para pengusaha jasa selalu melakukan inovasi demi meningkatkan kepuasan pelanggan. Di samping itu, perusahaan juga berkeinginan memperluas jaringan bisnis yang ada.

Karakteristik Perusahaan Jasa

Dari pengertian di atas, kita akan mengupas perihal karakteristik perusahaan jasa. Ini perlu Anda ketahui sebelum membahas contoh perusahaan jasa yang tengah berkembang sekarang dan cirinya sebagai berikut.

1. Menjajakan Layanan atau Jasa

Berdasarkan pengertiannya, perusahaan jasa bergerak di bidang pengadaan layanan atau jasa. Jasa yang ditawarkan tentu sesuatu yang dibutuhkan konsumen. Umumnya, perusahaan telah melakukan riset pasar untuk mengetahui daya beli konsumen terhadap jasa tersebut. Mengingat produk yang ditawarkan, aktivitas utama perusahaan tentu berpusat pada layanan atau jasa itu sendiri.

2. Perbedaan Kualitas Pelayanan

Jasa tak punya ukuran atau standar yang tetap antara satu dengan lainnya. Setiap konsumen akan menerima layanan yang berbeda. Perbedaan wajar terjadi dalam pengadaan jasa, sebab perusahaan tak bisa memperlakukan konsumen dengan sama. Entitas pelayanannya pun disesuaikan dengan permintaan sang konsumen, sehingga sulit menyamaratakannya.

3. Tak Ada Biaya Produksi

Perusahaan jasa jauh berbeda dengan perusahaan barang. Anda tak akan menemukan biaya produksi maupun penjualan pada pembukuan. Dalam catatan keuangan, perusahaan jasa hanya menampilkan keuntungan serta hitungan untung dan rugi.

Tak Ada Biaya Produksi
Tak Ada Biaya Produksi

Nominal pendapatan pun menjadi poin utama dalam penyusunan pembukuan. Jangan heran kalau sistem pembukuannya pun sedikit berbeda dari perusahaan barang atau produk.

4. Produk Tidak Berwujud

Anda tak akan menemukan barang riil dalam operasional perusahaan jasa. Seluruh contoh perusahaan jasa hanya memfasilitasi konsumen mendapatkan pelayanan yang sesuai. Produk yang ditawarkan memang tidak berwujud, namun konsumen bisa merasakan manfaatnya. Hal inilah yang mendorong perusahaan jasa terus berkembang dan dibutuhkan oleh banyak orang.

5. Range Harga yang Variatif

Mengingat layanan jasa yang beragam antar konsumen, standar harga pun tak berlaku. Penetapan harga hanya sebagai gambaran umum, bukan penentu akhir. Perusahaan jasa biasanya tak mematok harga yang sama untuk setiap konsumen. Harga justru ditentukan dari bentuk pelayanan serta permintaan yang diajukan oleh konsumen itu sendiri.

6. Tak Menolak Barang Fisik

Seperti dijelaskan sebelumnya, perusahaan jasa memanfaatkan barang fisik untuk operasional. Penggunaan barang fisik memang tak berlaku untuk semua jenis penyedia jasa. Meskipun demikian, Anda bisa menemukan beberapa jasa yang melibatkan barang fisik. Sebagai contoh, usaha pengiriman barang yang butuh armada transportasi untuk mengantar barang ke penerima jasa.

Karakteristik Perusahaan Jasa

Poin ini akan memperjelas pembahasan sebelum beralih ke contoh perusahaan jasa yang ada.

1. Pendapatan Sepenuhnya dari Penjualan

Seluruh pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan sepenuhnya berasal dari penjualan. Perhitungan untung dan rugi pun didasarkan pada layanan yang berhasil dijual kepada konsumen.

2. Jasa Tidak Bisa Disimpan

Penggunaan layanan hanya berlaku sekali pakai. Konsumen tidak bisa menyimpan jasa yang telah dibeli. Jasa bukanlah barang fisik yang bisa disimpan dalam batas waktu tertentu.

3. Tak Selalu Membutuhkan Barang Fisik

Dalam operasional, perusahaan jasa tak selalu membutuhkan entitas barang fisik. Namun tidak menutup kemungkinan pula perusahaan jasa memerlukan barang fisik. Hal ini bergantung pada jenis jasa yang disediakan dan dibutuhkan oleh konsumen itu sendiri.

4. Harga yang Berubah-Ubah

Perusahaan jasa tak mengenal harga absolut atau tetap dalam penjualan. Tingkatan harga disesuaikan dengan jenis layanan serta kebutuhan konsumen. Tentu wajar kalau Anda mendapatkan harga lebih tinggi, jika jasa yang dibutuhkan ekstra.

Mudahnya, contoh perusahaan jasa yang menerapkan variasi harga adalah ojek. Tukang ojek akan menyebutkan harga berbeda antara satu konsumen dengan lainnya, tergantung jarak tempuh dan waktu.

5. Pelayanan yang Berbeda

Bukan berarti perusahaan jasa memberlakukan diskriminasi terhadap konsumennya. Pemberian layanan yang berbeda sudah sesuai aturan yang berlaku. Setiap konsumen tentu meminta layanan yang dibutuhkan, sementara perusahaan menyediakannya. Permintaan ini akan berbeda antara satu konsumen dengan lainnya.

6. Mengutamakan Manfaat

Entitas produk fisik tak akan Anda jumpai pada usaha penyedia jasa. Walaupun barang fisik menunjang aktivitas utama, tetapi bukanlah produk utama yang ditawarkan. Perusahaan jasa lebih mengutamakan manfaat pada konsumen daripada kehadiran benda fisik.

Contoh Perusahaan Jasa

Karakteristik dan ciri-ciri di atas membantu Anda memahami pengertian perusahaan jasa secara umum. Berdasarkan hal tersebut, kita bisa menarik kesimpulan bahwa perusahaan jasa memproduksi serta menyediakan layanan bagi konsumen. Perusahaan jasa tidak akan mendistribusikan produk fisik yang bisa disentuh dan dilihat langsung oleh konsumen, namun sesuatu yang bersifat abstrak.

Konsumen justru hanya merasakan manfaat dari layanan yang disediakan. Contoh perusahaan jasa yang paling mudah kita temukan sehari-hari adalah provider telekomunikasi, seperti Telkomsel, Indosat, XL, serta Smartfren.

Contoh Perusahaan Jasa
Contoh Perusahaan Jasa

Layanan komunikasi yang disediakan oleh provider memungkinkan pelanggan berinteraksi serta berhubungan dengan orang lain. Anda memang tak bisa melihat produk pulsa atau paket internet secara riil, tapi bisa memanfaatkannya.

Selain perusahaan telekomunikasi, layanan bank pun merupakan bagian dari perusahaan jasa. Bank menyediakan layanan simpan dan pinjam, serta aktivitas keuangan lainnya. Bentuk layanan yang diterima pelanggan pun tentu berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Pihak bank tak bisa memukul rata semua nasabah sebagai peminjam, begitu pula sebaliknya.

Kelebihan Perusahaan Jasa

Setelah mengetahui karakteristik, ciri-ciri, dan contoh perusahaan jasa, kini saatnya Anda tahu kelebihannya. Mendirikan perusahaan jasa memiliki keuntungan yang tak ditemukan pada perusahaan barang fisik. Pertama, Anda tak membutuhkan ruang terlalu besar untuk menjalankan usaha. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, perusahaan jasa tak melakukan produksi barang fisik.

Secara harfiah, perusahaan jasa hanya menjajakan layanan kepada konsumen, sehingga tidak ada produk fisik yang harus dipajang. Kedua, pengusaha tak harus menyediakan gudang untuk menyimpan barang produksi. Jasa benar-benar membutuhkan ruang yang kecil untuk beroperasi secara maksimal. Setidaknya, bisnis jasa memerlukan kantor tetap guna meyakinkan para calon konsumen.

Selain itu, perusahaan pun bisa dijalankan oleh beberapa orang karyawan saja. Ini tentu menghemat pengeluaran serta pembiayaan setiap bulannya. Jumlah karyawan yang dipekerjakan akan berpengaruh pada keuntungan yang didapat. Ini pula alasan beberapa contoh perusahaan jasa lebih tertarik meluncurkan aplikasi atau website untuk menekan biaya bulanan.

Artikel Terkait

Baca Juga