Pengertian Agio Saham dan Disagio Saham serta Ilustrasinya

Pengertian Agio Saham dan Disagio Saham serta Ilustrasinya

Saham Milenial – Agio saham merupakan selisih nominal lebih yang disetorkan pemegang saham diatas ketentuan nominalnya kepada perusahaan untuk jenis pembayaran saham dalam bentuk nominal. Istilah ini biasa muncul dalam kegiatan jual beli saham dan menjadi salah satu hal yang perlu dipahami oleh seorang investor ataupun broker saham.

Akun agio menempati posisi neraca perusahaan pada bagian modal. Sedangkan neraca adalah laporan keuangan yang diperoleh melalui kalkulasi sistem akuntansi, sehingga nilai agio pun dapat diketahui melalui perhitungan akuntansi atau accounting cycle.

Definisi Awal Agio

Untuk memudahkan Anda dalam memahami proses terjadinya nilai agio pada saham, berikut adalah ilustrasi yang dapat Anda simak dibawah ini. Mengutip kata agio yakni merupakan sebutan untuk beberapa kondisi yang terjadi seperti dibawah ini.

1. Selisih dari Pertukaran Uang

Dalam hal ini agio merupakan selisih lebih yang didapatkan melalui uang logam emas atau perak yang ditukarkan dengan uang kertas valuta dan nilai nominal yang sama.

2. Selisih dari Nilai Sebenarnya dengan Nilai Sebenarnya

Agio saham diperoleh berdasarkan nilai selisih nominal sebenarnya dengan nilai tukar berupa instrumen efek atau terhadap mata uang asing. Agio saham dalam istilah juga disebutkan dalam kegiatan penyusutan nilai mata uang yang disebabkan oleh arus.

3. Selisih Setoran Modal Lebih kepada Bank

Apabila terjadi selisih setoran modal lebih yang diberikan kepada pihak bank saat penerbitan saham yang dipengaruhi oleh harga saham lebih tinggi dari nominal maka disebut juga dengan agio.

Ilustrasi Proses Terjadinya Nilai Agio Saham

Untuk memperjelas gambaran mengenai proses terjadinya agio pada saham yang diberikan oleh investor kepada perusahaan, maka berikut ini ilustrasinya.

1. Awal Perusahaan jenis Perseroan Terbatas (PT)

Skema ilustrasi dimulai dengan beberapa individu yang bergabung untuk membentuk suatu perusahaan. Dalam hal ini dibuat permisalan lima orang yang bernama Melly, Gita, Tika, Sumarno dan Kevin. Mereka membangun perusahaan dengan modal yang direncanakan sebesar Rp 100 miliar.

Awal Perusahaan jenis Perseroan Terbatas (PT)
Awal Perusahaan jenis Perseroan Terbatas (PT) (Sumber: microsoft)

Kemudian masing-masing individu tersebut menyetorkan dana modal sebesar Rp 5 miliar sehingga total modal yang terkumpul dari kelima individu adalah Rp 25 miliar. Kelima orang tersebut memutuskan untuk memberikan nilai nominal pada masing-masing lembar sahamnya sejumlah Rp 1000, sehingga dapat diketahui bahwa masing-masing pemegang saham memiliki 5 juta lembar saham yang diperoleh berdasarkan ekuivalen pembagian Rp 5 miliar dengan Rp 1000.

Setelah itu dibuatlah akta kepemilikan saham oleh pejabat notaris. Kemudian seluruh rangkaian modal awal yang telah dicatat dalam bentuk akta notaris akan disusun dalam bentuk tabel. Sedangkan saham yang belum dikeluarkan adalah sebesar Rp 75 miliar.

2. Kegiatan Operasional Perusahaan Selama Tiga Tahun

Setelah melalui masa operasional perusahaan selama tiga tahun dengan tingkat perkembangan dan kemajuan yang profit, kemudian diketahui nominal laba bersih yang diperoleh adalah Rp 40 miliar. Namun seluruh keuntungan tersebut tidak langsung dibagikan kepada para pemilik saham. Sehingga akan diketahui nilai ekuitas yang diperoleh selama masa tersebut adalah sebesar Rp 65 miliar.

3. Kegiatan Ekspansi Perusahaan

Seiring berjalannya waktu perusahaan Melly, Gita, Tika, Sumarno dan Kevin tersebut senantiasa mengalami perkembangan yang signifikan, sehingga perusahaan memutuskan untuk melakukan ekspansi. Berdasarkan rancangan ekspansi yang telah dirapatkan, maka total dana segar guna merealisasikan rencana tersebut diperkirakan mencapai Rp 200 miliar.

Kelima pemegang saham pun sepakat untuk melepaskan sisa saham yang belum dikeluarkan sejumlah 75 juta lembar saham. Setelah melakukan penghitungan tingkat keuntungan perusahaan serta prediksi perkembangan di masa mendatang maka pemegang saham memutuskan sisa saham yang tersimpan tersebut akan dijual dengan harga Rp 6.000 per lembar saham.

Melalui penjualan tersebut dapat diambil asumsi bahwa seluruh saham yang dilepas dengan mekanisme IPO berhasil terserap pasar. Maka dana hasil penjualan yang diterima oleh perusahaan dengan total 75 juta lembar saham dengan jumlah nilai Rp 450 miliar.

Berdasarkan pengamatan nilai nominal harga jual saham yang semula adalah Rp 1. 000 menjadi Rp 6.000 maka terjadi selisih lebih sebesar Rp 5.000 yang kemudian nilai inilah yang disebut dengan agio saham.

Disagio Saham

Ada istilah agio ada pula istilah kebalikannya yakni disagio saham. Bertolak belakang dengan agio yang merupakan  selisih lebih, disagio adalah selisih kurang dari setoran pemegang saham dengan nilai dibawah nominalnya untuk jenis saham yang dikeluarkan dalam bentuk nominal.

Dalam hal ini disagio dapat diartikan sebagai agio yang negatif. Pada kondisi tersebut, perusahaan akan berisiko merugi apabila melakukan langkah ekspansi. Sehingga solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menjual saham dengan selisih harga dibawah harga yang disetor pemegang saham.

Ilustrasi Disagio Saham

Kemungkinan terjadi disagio adalah jika suatu perusahaan sedang mengalami penurunan baik kinerja maupun laba yang mengakibatkan kerugian. Sehingga tidak dapat melakukan ekspansi sebagaimana kondisi yang memungkinkan agio saham.

Ilustrasi Disagio Saham
Ilustrasi Disagio Saham (Sumber: freepik)

Maka langkah yang dapat dipilih agar tetap mendapat aliran pemasukan dana adalah menjual saham dengan potongan dibawah nilai nominal atau kurang dari 100 persen. Besarnya nilai disagio dapat diketahui dengan mendebit nilai selisih antara nominal saham dengan kurs.

Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa agio dan disagio pada dunia saham dapat terjadi pada dua kondisi yang berbeda tergantung pada entitas suatu perusahaan. Kedua istilah tersebut merupakan hal penting yang perlu dipahami bagi investor maupun pelaku bisnis saham sebagai antisipasi apabila perusahaan yang bersangkutan membuat kebijakan agio saham atau disagio saham.

Pengertian Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur Serta Manfaatnya

Pengertian Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur Serta Manfaatnya

Saham Milenial – Laporan keuangan perusahaan manufaktur adalah informasi tertulis yang menerangkan rincian kondisi keuangan suatu perusahaan manufaktur pada satu periode tertentu. Pengertian tersebut didasarkan pada makna laporan keuangan dan perusahaan manufaktur secara terpisah.

Laporan keuangan sendiri merupakan catatan tertulis yang menerangkan kondisi keuangan suatu perusahaan pada satu periode tertentu. Daftar laporan yang tertera pada laporan keuangan diantaranya adalah laporan neraca, paba rugi, arus kas dan perubahan modal.

Sementara perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang bergerak pada fokus kegiatan pengelolaan bahan baku atau bahan mentah menjadi produk jadi dan berlanjut hingga proses distribusi atau penjualan secara langsung. Adapun beberapa klasifikasi yang terdapat pada perusahaan manufaktur yakni meliputi persediaan bahan baku, persediaan bahan proses dan persediaan barang jadi.

Jenis-Jenis Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Berdasarkan jenisnya laporan keuangan manufaktur dibagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut.

1. Laporan Harga Pokok Produksi Manufaktur

Perusahaan manufaktur beroperasi dalam kegiatan utama berupa produksi barang mentah menjadi barang jadi, maka terdapat biaya pengeluaran produksi yang dilaporkan dalam bentuk harga pokok produksi. Laporan ini berfungsi untuk mengetahui nilai persediaan bahan pokok produksi serta nilai biaya overhead yang dikeluarkan selama proses produksi tersebut.

Laporan Harga Pokok Produksi Manufaktur
Laporan Harga Pokok Produksi Manufaktur (Sumber: themosvagas)

Harga pokok produksi juga berpengaruh terhadap harga jual barang jadi yang akan dipasarkan maupun diterima oleh konsumen. Diantara biaya-biaya yang terdapat pada laporan ini adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Berikut penjelasan masing-masing biaya tersebut.

  • Nilai Biaya Bahan Baku

Biaya bahan baku adalah besar nilai yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk melakukan pengadaan bahan produksi. Bahan baku yang pakai dapat berupa barang mentah, barang setengah jadi maupu  barang jadi dari manufaktur lain.

  • Nilai Biaya Tenaga Kerja Langsung

Tenaga kerja langsung adalah tenaga yang berperan secara langsung saat proses produksi dan menentukan hasil kinerja serta barang yang diproduksi baik pengerjaan dengan sistem manual maupun mesin otomatis. Sehingga biaya tenaga kerja langsung adalah besaran nilai kontraprestasi yang diberikan kepada pihak tersebut.

  • Nilai Biaya Overhead Pabrik

Biaya overhead adalah besarnya beban kebutuhan yang dikeluarkan saat proses produksi dan bukan tergolong pada biaya bahan baku maupun biaya tenaga kerja langsung. Biaya overhead dibagi menjadi tiga macam yaitu biaya bahan penolong, biaya kerja tidak langsung serta biaya penyusutan gedung pabrik.

2. Laporan Laba Rugi Manufaktur

Secara garis besar, laporan laba rugi pada perusahaan manufaktur adalah sama dengan laporan laba rugi yang terdapat pada laporan keuangan biasa. Yaitu terdiri atas bagian yang menunjukkan nilai pendapatan serta nilai selisih yang menghasilkan keuntungan atau kerugian terhadap satu periode yang telah dilalui.

Akan tetapi dalam pembuatan laporan laba rugi perusahaan manufaktur, ada empat elemen dasar yang wajib dipenuhi sebagai indikator penting dalam penempatan laporan laba rugi tersebut.

  • Revenues atau Pendapatan

Revenues atau pendapatan adalah nilai pendapatan perusahaan yang diperoleh dari penjualan produk yang telah dibuat. Hasil pendapatan ini kemudian dikalkulasikan dengan beban biaya produksi maupun jasa yang digunakan selama proses produksi dan penjualan untuk kemudian didapat nilai laba bersihnya.

  • Expense atau Biaya

Expense atau biaya adalah nilai biaya yang dibutuhkan perusahaan untuk memperoleh hasil pendapatan.

  • Loss atau Kerugian

Loss atau kerugian adalah indikato laporan yang menunjukkan besar nilai kerugian yanh didapatkan dari nilai expense yang lebih besar dari revenues.

3. Laporan Neraca Manufaktur

Neraca perusahaan manufaktur dibuat sebagaimana neraca keuangan pada umumnya. Pada bagian neraca perusahaan manufaktur terdapat laporan perihal aktiva dan pasiva. Laporan aktiva menunjukkan sumber keuangan utama yang diperoleh perusahaan termasuk aset perusahaan berupa kas, piutang, persediaan dan lain-lain. Sementara untuk laporan pasiva berisi hutang serta modal yang dimiliki oleh perusahaan manufaktur.

4. Laporan Perubahan Modal Manufaktur

Bagian keempat yaitu laporan perubahan modal yang berisi nominal modal awal perusahaan, perubahan modal, nilai deviden yang dibagikan kepada pemegang saham serta laporan keuangan lain yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan manufaktur. Sebagaimana laporan perubahan modal perusahaan lainnya, perusahaan manufaktur juga menyusun bagian ini secara sama berdasarkan rinciannya.

Manfaat Pembuatan Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Laporan keuangan pada manufaktur memiliki beberapa manfaat yang baik bagi perkembangan dan kemajuan perusahaan. Diantara beberapa manfaat tersebut adalah sebagai berikut.

1. Bermanfaat Sebagai Pedoman Laporan Keuangan

Melalui pelaporan keuangan yang terstruktur pada masing-masing periode maka akan membantu perusahaan dalam memantau besarnya nilai kebutuhan biaya produksi, tingkat penjualan serta hasil laba rugi yang diperoleh.

Bermanfaat Sebagai Pedoman Laporan Keuangan
Bermanfaat Sebagai Pedoman Laporan Keuangan (Sumber: toddconstructionservices)

Pihak perusahaan juga dapat mengetahui selisih antara biaya dan pendapatan secara lebih jelas dan terperinci sehingga dapat diputuskan untuk melakukan modifikasi biaya pengeluaran yang kurang efektif untuk meningkatkan margin keuntungan.

2. Bermanfaat Sebagai Bahan Indikator Performa Perusahaan

Dengan menyusun laporan keuangan maka hal ini akan berperan sebagai indikator yang menunjukkan tingkat performa perusahaan manufaktur baik secara interm maupun ekstern. Bagi perusahaan publik, tingkat performa akan sangat berpengaruh terhadap minat atau ketertarikan investor saham.

3. Bermanfaat Sebagai Data Pembanding

Antara laporan keuangan satu periode dengan periode lainnya bermanfaat sebagai data pembanding agar perusahaan dapat melakukan tindakan berdasarkan hasil perbandingan tersebut. Kegiatan ini juga mempengaruhi pertimbangan mengenai penambahan riset, pengadaan teknologi baru maupun pemilihan material alternatif yanh lebih ramah.

4. Bermanfaat Untuk Memonitor Kesehatan Keuangan Perusahaan

Keuangan yang sehat memiliki pengertian terjadinya perkembangan perusahaan yang selaras dengan kinerja dan keuntungan yang diperoleh. Maka dari itu, laporan keuangan perusahaan manufaktur dapat menjadi bahan monitoring untuk memastikan kondisi keuangan perusahaan tetap stabil dan profit.

Kode Broker Saham pada Lima Sekuritas Terbaik di Indonesia

Kode Broker Saham pada Lima Sekuritas Terbaik di Indonesia

Saham Milenial – Kode broker saham merupakan inisial kode pialang saham atas perusahaan sekuritas sebagai penyedia saham yang menghubungkan antara investor dengan bursa saham. Broker saham atau pialang saham juga diartikan sebagai perantara pedagang efek sesuai dengan yang tertera pada Undang-Undang Pasar Modal.  Kegiatan utama pialang saham adalah melakukan usaha jual beli efek untuk kepentingan perusahaan dan pihak lain yang terkait dengan usahanya.

Syarat Menjadi Broker Saham atau Perantara Pedagang Efek

Perantara pedagang efek atau yang disebut dengan istilah broker saham juga dinamakan dengan anggota bursa efek. Untuk menjadi anggota bursa efek perusahaan sekuritas perlu memenuhi syarat dan izin yang dikeluarkan oleh Bapepam-LK dan Bursa Efek Indonesia.

Jika telah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku maka broker saham akan mendapat hak yang dapat dipergunakan pada sistem atau sarana Bursa Efek Indonesia untuk selanjutnya melakukan transaksi bursa. Berikut syarat untuk menjadi broker saham.

1. Memiliki Pengetahuan dan Pendidikan yang Mendukung

Dalam hal ini seorang pialang harus memiliki dasar pengetahuan mengenai beberapa ilmu seperti matematika, akuntansi, ilmu kolega pelanggan dan kewirausahaan. Sebagaimana yang telah dipelajari pada jenjang sekolah menengah dan tingkat perguruan tinggi.

Riwayat pendidikan yang dikuatkan dengan ijazah akan berperan mendukung pemenuhan syarat tersebut. Selain mengandalkan ijazah pendidikan formal, Anda juga dapat menempuh pelatihan maupun kelas studi online untuk mendapatkan bekal yang cukup untuk berbisnis saham.

Dengan menyelesaikan kursus atau pelatihan maka Anda akan mendapatkan bukti lulus yang dapat dipergunakan sebagai syarat dalam pendaftaran broker saham.

2. Mengajukan Izin Menjadi Broker Saham

Syarat berikutnya yang tidak boleh terlewat adalah mendapat izin dari Bapepam dan Bursa Efek Indonesia. Dalam proses pengajuan, Anda akan dihadapkan dengan ujian kompetensi yang telah disediakan oleh badan terkait.

Mengajukan Izin Menjadi Broker Saham
Mengajukan Izin Menjadi Broker Saham (Sumber: pixabay)

Diantara beberapa ujian kompetensi tersebut adalah seri 7 dan seri 63. Pada ujian seri 7 Anda akan mendapatkan sertifikasi dan gelar Perencana Keuangan Bersertifikat. Sementara untuk ujian seri 63 akan membuat Anda mendapat sertifikasi gelar Konsultan Keuangan Chartered. Adapun untuk menjadi penasehat investasi maka ujian lanjutan yang diperlukan adalah seri 65 yang juga harus dilalui sebelum lolos pada jalur pialang saham.

Setelah seluruh prosesi ujian tersebut telah Anda lalui dengan hasil kelulusan yang kompetitif maka Anda akan mendapatkan gelar Chartered Financial Analyst. Selain itu tersedia pula sertifikasi untuk meningkatkan relevansi dalam perdagangan saham.

3. Mendaftar pada Perusahaan Sekuritas Resmi

Langkah berikutnya adalah dengan mendaftarkan diri pada perusahaan sekuritas resmi. Perusahaan sekuritas resmi telah terdaftar secara legal pada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta memiliki kode broker saham. Anda dapat mengetahui perusahaan apa saja yang terdaftar dan untuk kemudian dapat mendaftar melalui perusahaan tersebut.

4. Memiliki Modal yang Cukup untuk Kegiatan Investasi

Menjadi broker saham tentunya tidak terlepas dari modal yang dipegang. Sehingga syarat ini perlu untuk diperhatikan dan persiapkan. Syarat modal yang harus tersedia tergantung pada peraturan pemerintah negara dan perusahaan sekuritas.

Memiliki Modal yang Cukup untuk Kegiatan Investasi
Memiliki Modal yang Cukup untuk Kegiatan Investasi (Sumber: kontan)

Kriteria modal yang terbaik adalah modal yang berasal dari dana pribadi dan bukan merupakan dana pinjaman. Hal ini untuk mencegah penekanan dan pembatasan penggunaan modal oleh pihak lain.

5. Memiliki Kemampuan Negosiasi Ulung

Mengasah kemampuan negosiasi merupakan hal penting dalam menjadi broker saham. Meski seringkali ketajaman dalam negosiasi didapat dengan pengalaman jam terbang yang banyak, namun Anda juga dapat belajar kepada senior atau broker profesional yang telah sukses di bidang tersebut.

Lima Broker Saham Terbaik di Indonesia

Secara umum perusahaan yang merupakan broker saham berkantor pusat di Jakarta dan sebagian memiliki kantor cabang di luar Kota Jakarta. Berikut adalah beberapa broker saham terbaik beserta kode inisialnya.

1. Mandiri Sekuritas – CC

Mandiri sekuritas memiliki nilai total transaksi sebesar Rp334,7 triliun sepanjang tahun lalu. Perusahaan Mandiri Sekuritas yang telah didirikan sejak tahun 2000 berhasil menempati posisi ranking 1 pada Bloomberg League Table dan telah menguasai pasar sebesar 7,6% dari keseluruhan saham BEI.

2. Mirae Asset Sekuritas Indonesia – YP

Total transaksi yang tercatat pada sekuritas ini sekitar Rp200 triliun di tahun lalu. Mirae Asset Sekuritas juga sukses mengukuhkan perusahaannya sebagai salah satu sekuritas terbaik di Indonesia. Selain saham terdapat pula instrumen finansial lain yang dikeluarkan oleh Mirae Asset Sekuritas seperti Maxfund dan Investasi Perbankan.

3. CGS-CIMB Securities Indonesia – YU

Perusahaan sekuritas ini telah mencapai total transaksi sekitar Rp190 triliun di tahun lalu. Sementara itu CGS-CIMB dinilai sebagai platform broker terbaik untuk saham di Indonesia. Sejak berdiri pada Juli 1990 perusahaan ini merupakan hasil gabungan GK Goh Holdings Limited Singapura dengan PT Ometraco Indonesia yang berpusat di Bursa Efek Indonesia Jakarta.

4. UBS Securities Indonesia – AK

Untuk UBS Securities Indonesia, total transaksi yang tercatat di tahun lalu adalah sekitar Rp170 triliun dengan kode broker saham AK. Perusahaan ini telah membangun dan meresmikan 50 kantor cabang yang tersebar di 50 negara yang salah satunya berada di Indonesia.

UBS Sekuritas telah tergabung pada grup UBS AG dan memiliki anak cabang serta afiliasi di seluruh dunia. Izin usaha sebagai broker telah didapatkan sejak Oktober 1983 dan sebagai Penjamin Efek sejak tanggal 21 Juni 1996.

5. Morgan Stanley Sekuritas Indonesia – MS

Rp160 triliun adalah kisaran total transaksi yang berhasil dicapai oleh Morgan Stanley Sekuritas pada tahun lalu dan menjadi salah satu perusahaan sekuritas terpopuler di kalangan investor indonesia.

Morgan Stanley merupakan perusahaan  asal Amerika Serikat yang telah beroperasi di Indonesia sejak 2007 dan memperoleh lisensi oleh Bapepam sejak 2008. Perusahaan ini juga dianggap sebagai sentral yang membuka pasar modal di Indonesia kepada penanam modal asing.

Trading Saham Syariah Cara Mudah Berinvestasi

Trading Saham Syariah Cara Mudah Berinvestasi

Saham Milenial – Trading Saham Syariah adalah kegiatan jual beli saham yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan serta didasari oleh prinsip syariah. Sebagaimana perdagangan saham biasa, saham syariah juga diperjualbelikan pada pasar modal hanya saja tempatnya dibedakan pada lini khusus syariah yang hanya dilewati oleh lalu lintas saham syariah.

Saham syariah sendiri merupakan aset atau surat berharga berkriteria syariah yang mewakili kepemilikan modal oleh seorang investor. Perdagangan saham syariah memastikan bahwa dalam pelaksanaannya tidak ada unsur riba seperti yang dilarang oleh syariat agama.

Trading saham ini menjadi media bagi para trader yang hendak melakukan jual beli saham namun khawatir transaksi tersebut bercampur dengan unsur riba. Sehingga trading saham syariah dihadirkan dengan akad syirkah yang bermakna terjadinya transaksi  berlandaskan pembagian kontribusi maupun kerugian yang ditanggung bersama.

Kriteria Saham Syariah Berdasarkan Peraturan OJK

Untuk dapat dikatakan sebagai saham syariah maka suatu saham harus lolos kriteria berdasarkan peraturan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Berikut kriteria saham syariah.

1. Kegiatan Operasional Perusahaan Tidak Menyimpang dari Aturan Syariah

Berdasarkan kegiatan operasional yang berlaku pada perusahaan haruslah terbebas dari tindak produksi maupun distribusi barang haram seperti minuman keras, olahan daging serta produk lain yang dilarang oleh agama.

2. Rasio Hutang Berbeban Bunga

Pada perusahaan yang hendak mengajukan saham syariah untuk diperdagangkan pada trading, maka harus memiliki rasio hutang yang berbeban bunga tidak lebih dari 45% dibandingkan dengan total aset.

3. Total Pendapatan Bunga Tidak Lebih dari 10%

Dari segi operasional lain maupun hasil produksi keseluruhan yang melibatkan bunga tidak bertotal lebih dari 10%. Hal ini berarti tingkat bunga yang diterima oleh perusahaan sangatlah minim.

4. Melalui Evaluasi Secara Berkala oleh OJK

Selepas ditetapkan sebagai saham syariah, perusahaan belum terlepas dari pengawasan OJK. Pihak OJK akan secara berkala mengevaluasi seluruh aspek sesuai kebutuhan informasi mengenai pertumbuhan dan perkembangan perusahaan termasuk saham yang diterbitkan.

Melalui Evaluasi Secara Berkala oleh OJK
Melalui Evaluasi Secara Berkala oleh OJK (Sumber: netsolmind)

Dalam hal ini perusahaan harus berkomitmen menjaga entitasnya sebagai perusahaan berbasis syariah dan perusahaan yang meluncurkan saham syariah.

Tempat Trading Saham Syariah secara Online

Berbeda dengan saham biasa yang diperjualbelikan pada bursa efek, saham dengan kriteria syariah mendapat posisi perdagangan di SOTS (Syariah Online Trading System). SOTS mengusung prinsip-prinsip yang sesuai dengan kaidah syariah dalam sistem perdagangan.

Media online ini merupakan fasilitas yang dikembangkan oleh anggota bursa efek dalam menyediakan sarana trading saham sesuai syariah. Bahkan sistem ini telah disahkan oleh pihak MUI sebagai rujukan dalam mengatur perdagangan efek bersifat ekuitas yang didasarkan prinsip syariah.

Tempat Trading Saham Syariah secara Online
Tempat Trading Saham Syariah secara Online (Sumber: bisnis)

Fitur yang Disediakan pada SOTS

Pada Syariah Online Trading System terdapat beberapa fitur yang mendukung kegiatan trading secara optimal dan melindungi unsur-unsur syariah didalamnya.

  • Transaksi Khusus Saham Syariah

Saham yang dapat ditransaksikan dalam trading hanyalah saham yang telah lolos kriteria sebagai saham syariah.

  • Transaksi Khusus dengan Metode Pembayaran Tunai

Transaksi pembelian saham hanya diperuntukkan bagi investor yang membayar sahak dengan metode tunai dan menghindari pembayaran sistem margin.

  • Tidak Ada Transaksi pada Saham yang Belum Dimiliki

SOTS juga membatasi transaksi saham yang belum dimiliki atau yang disebut dengan short selling.

  • Saham Syariah Dipisahkan dari Kepemilikan Modal

Dalam hal ini saham syariah tidak dicampurkan dengan modal (uang). Sehingga saham syariah tidak termasuk sebagai modal.

Keuntungan Trading Saham Syariah

Dalam praktiknya investor yang melakukan trading saham bersifat syariah akan mendapatkan beberapa keuntungan sebagai berikut.

1. Investasi Berkaidah Syariah

Berdasarkan kaidah syariah trading saham jenis ini mampu menjadi solusi bagi para peminat bisnis yang mengharapkan perdagangan saham sesuai dengan prinsip agama. Dengan adanya saham syariah yang terdaftar dalam trading mampu membuat investor khususnya muslim dapat berbisnis dengan lebih nyaman dan tenang.

2. Saham yang Liquid

Keuntungan lainnya adalah kondisi saham yang lebih likuid dan terdaftar dalam LQ45 yang berarti saham syariah lebih mudah diperjualbelikan serta lebih menguntungkan. Saham ini tergolong dalam jenis bluechip yang berarti saham tersebut lebih minim resiko penurunan harga yang signifikan. Sehingga lebih aman digunakan dalam trading saham tanpa khawatir harga akan jatuh dan menjadi rugi.

3. Mendapat Keuntungan dari Capital Gain dan Pembagian Dividen

Laba hasil trading saham merupakan keuntungan yang bersifat capital gain atau berbentuk dividen. Apabila harga yang tertera pada saat trading mengalami kenaikan maka Anda dapat segera menjualnya untuk memperoleh keuntungan capital gain. Atau keuntungan lainnya dapat Anda peroleh dari pembagian dividen yang rutin diberikan oleh perusahaan setiap tahunnya. Hak tersebut karena saham syariah merupakan investasi jangka panjang yang menjanjikan.

Cara Berinvestasi Saham Syariah

Bagaimana dengan kegiatan berinvestasi saham syariah? Berikut langkah-langkah mudah untuk melakukan investasi saham syariah.

1. Memiliki Rekening Bursa Efek yang Terdaftar pada Perusahaan Sekuritas

Rekening efek berguna untuk menerima dana dari transaksi saham yang dilakukan pada saat perdagangan sekaligus sebagai rekening untuk melakukan pembelian terkait efek tersebut. Oleh sebab itu setiap investor wajib memiliki rekening efek yang terdaftar pada perusahaan sekuritas. Pembukaan rekening dapat dilakukan melalui registrasi secara online.

2. Mengetahui Daftar Saham Syariah

Setelah memiliki akun rekening efek selanjutnya Anda dapat mengisi deposit untuk memudahkan transaksi saham. Kemudian Anda perlu melihat daftar saham syariah pada indeks seperti Indeks Saham Syariah Indonesia, Jakarta Islamic Index atau Jakarta Islamic Index 70.

3. Membeli Saham Berdasarkan Kondisi Fundamental dan Analisis Teknikal

Selanjutnya Anda dapat mulai membeli saham yang diinginkan berdasarkan kondisi fundamental perusahaan dan analisis teknikal.

4. Mencari Informasi dan Data Lebih Luas Mengenai Ilmu Saham

Berinvestasi merupakan kegiatan usaha yang bisa dilakukan oleh siapa saja asalkan mengetahui informasi dan ilmu yang memadai. Hal ini termasuk dengan menyimak semua perkembangan dan perubahan yang terjadi pada bursa dan pasar modal.

Teori Harga Saham dan Faktor Terjadinya Fluktuasi

Teori Harga Saham dan Faktor Terjadinya Fluktuasi

Saham Milenial – Teori harga saham telah dikemukakan oleh para pakar bisnis diantaranya Buch dan Houston (1985), Mason dan Ezell (1987), Asri (1991), Widiatmojo (2000:45) dan  Jogiyanto (2003:88). Sehingga dapat disimpulkan bahwa harga saham merupakan nilai yang ditetapkan pada lembar saham guna ditebus dalam transaksi perdagangan pada bursa efek.

Harga saham sendiri memiliki sifat fluktuatif yang disebabkan oleh berbagai faktor berpengaruh. Tingkat harga saham pada sebuah perusahaan juga menjadi cerminan terkait kinerja, arus kas, tingkat produksi dan penjualan serta pertumbuhan perusahaan.

Macam-Macam Harga Saham

Adapun macam-macam harga saham yang biasa terbentuk dalam pasar modal sebagai berikut.

Harga Nominal Saham

Harga nominal saham adalah angka yang tertera pada lembar saham yang merupakan hasil penetapan oleh emiten selaku pihak yang mengeluarkan sertifikat tersebut. Nilai yang tercantum pada lembar saham menjadi perhatian penting disebabkan harga adalah nominal terendah untuk dividen perusahaan yang dibagikan.

Harga Perdana Saham

Harga perdana saham adalah nominal pertama yang ditetapkan pada saat peluncuran saham oleh emiten di bursa efek. Harga tersebut menjadi dasar  untuk penjualan saham kepada publik dengan harga perdana.

Harga Pasar Saham

Harga pasar saham merupakan nominal harga yang dibentuk berdasarkan kesepakatan antara satu investor dengan investor lainnya. Harga pasar adalah harga penerbitan saham yang terlepas dari kendali pihak emiten dan memang terbentuk karena gejolak perdagangan saham yang terjadi di pasar modal. Harga ini pula yang menembus berita dan media sehingga membuat investor bergerak mengikatnya atau menghindarinya.

Analisis Perubahan Harga Saham

Berdasarkan  teori harga saham angka yang mewakili surat berharga berupa saham ini memiliki dua metode analisis sebagai bahan pengujian untuk menentukan harga yang paling dan proporsional. Berikut penjelasan dua metode analisis tersebut.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal adalah kegiatan mengulas histori harga saham pada waktu yang lalu. Melalui analisis ini emiten yang memberlakukan harga dapat menimbang dan menetapkan harga saham pada masa kini maupun masa mendatang secara lebih aktual dan kompeten. Dalam praktiknya terdapat teori pendekatan yang dilakukan sebagai langkah dalam analisis teknikal yaitu sebagai berikut.

  • Teori Dow

Teori Dow mengemukakan metode pendekatan terhadap analisis teknikal dengan meninjau harga saham yang sedang tren di pasar saham baik harga saham dari intern emiten maupun dari keseluruhan harga pada emiten lainnya.

Tren pasar yang umum terjadi dibedakan menjadi dua macam yakni tren pasar jangka panjang dan tren pasar jangka pendek. Tren jangka pendek dapat mempengaruhi harga saham selama selang waktu beberapa bulan. Serta terdapat pula tren fluktuatif yang biasanya berlangsung dalam hitungan hari.

  • Grafik Batang

Pada pendekatan mode ini akan digunakan tiga jenis diagram, yakni diagram baris, diagram batang dan diagram titik. Ketiga metode tersebut menggunakan dasar grafik batang dalam memantau perubahan harga saham baik meningkat maupun menurun.

  • Analisis Kekuatan Pasar

Analisis kekuatan pasar yang dimaksud adalah dengan membandingkan harga saham tertinggi pada bursa dengan harga yang paling rendah untuk kemudian diakumulasikan menjadi harga yang dituju.

  • Analisis Kekuatan Relatif

Analisis Kekuatan relatif adalah tindakan mengidentifikasi harga saham lain yang memiliki nilai relatif terhadap saham lainnya. Biasanya harga saham relatif lebih cepat bergerak naik daripada harga saham lainnya.

  • Analisis Rata-Rata Bergerak

Analisis rata-rata bergerak adalah memperhatikan harga saham yang bergerak pada saat penutupan pasar di beberapa hari terakhir.

Analisis Fundamental

Analisis fundamental adalah kegiatan analisis yang didasarkan pada faktor-faktor fundamental yang ada pada emiten. Seperti faktor laba rugi, arus kas dan dividen. Analisis ini dilakukan untuk mencapai harapan perusahaan terhadap harga saham yang lebih menguntungkan dan mengangkat citra emiten. Hal tersebut disebabkan harga saham menjadi nilai performa terhadap perusahaan terkait.

Analisis Fundamental
Analisis Fundamental (Sumber: moneycontrol)

Analisis fundamental diterapkan sebagai langkah dalam menentukan harga saham di masa mendatang dengan mencanangkan estimasi faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham di masa yang akan datang dan menerapkan hubungan variabel tersebut sehingga menjadi taksiran harga saham terbaik.

Fluktuasi Harga Saham Pada Bursa Efek

Teori harga saham tidak terlepas dari pergerakan fluktuasi pada harga tersebut. Saham yang telah dilepas oleh emiten pada bursa efek dapat mengalami perubahan harga berdasarkan faktor-faktor dibawah ini.

1. Keadaan Fundamental Perusahaan

Faktor yang pertama datang dari keadaan fundamental perusahaan. Dalam hal ini fundamental secara lebih spesifik adalah berupa laporan keuangan yang telah dipublikasikan maupun tingkat pertumbuhan perusahaan tersebut.

Jika suatu perseroan yang telah go public menjual sahamnya di pasar modal dengan catatan keuangan terakhir yang melaporkan nilai laba tinggi, maka akan menarik banyak minat para investor. Hal tersebut menyebabkan harga saham ikut terkerek naik.

2. Sektor Bidang Usaha

Sektor bidang usaha menjadi salah satu penyebab harga saham mengalami perubahan, baik naik maupun turun. Apabila suatu sektor bidang sedang hangat dibicarakan publik dan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kondisi ekonomi maka akan membuat para investor berbondong-bondong membeli saham dan menjadikan harga saham meningkat.

Sebaliknya jika suatu sektor bidang pada perusahaan sedang lengang, maka para investor pun cenderung berpaling dan tidak melakukan transaksi saham. Hal ini membuat harga saham menurun sehingga menjadi rendah atau bahkan dalam kondisi tertentu harga tersebut tidak bergerak naik maupun turun.

3. Valuasi

Valuasi adalah angka ekonomi yang menggambarkan kondisi suatu saham pada pasar modal. Tingkat valuasi biasa digunakan sebagai acuan dalam mengukur potensi bisnis dari saham tersebut. Dalam hal ini harga saham yang memiliki jangka panjang adalah yang paling sesuai dengan valuasi sebenarnya.

4. Sentimen Pasar

Faktor sentimen pasar dapat menyebabkan fluktuasi harga saham yang bahkan tidak dapat diprediksi dengan pasti. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa kondisi seperti ekonomi makro, ekonomi global, isu atau rumor serta kondisi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pengertian Nilai Pasar Saham dan Cara Menghitungnya

Pengertian Nilai Pasar Saham dan Cara Menghitungnya

Saham Milenial – Nilai pasar saham atau market value adalah harga saham yang tertera pada bursa berdasarkan penetapan oleh pelaku pasar. Nilai pasar tersebut merupakan hasil dari permintaan dan penawaran saham terkait yang terjadi di bursa efek.

Dalam perdagangan saham nilai pasar juga digunakan sebagai acuan tentang nilai kapitalisasi pasar suatu perusahaan yang diperdagangkan secara publik dan diperoleh dari perkalian jumlah saham yang beredar dengan harga saham terbaru.

Nilai pasar yang paling mudah ditentukan sebagai instrumen perdagangan di bursa adalah saham dan futures. Hal tersebut dikarenakan harga pasarnya telah menyebar luas dan mudah tersedia. Meski kenyataan lebih menantang dalam memastikan instrumen over the counter seperti efek pendapatan tetap.

Nilai Pasar Saham Bersifat Dinamis

Nilai pasar dapat berubah-ubah secara fluktuatif berdasarkan gelombang bisnis yang terjadi pada perdagangan. Nilai tersebut dapat menurun apabila pasar bearish menyertai resesi dan dapat meningkat apabila pasar bullish terjadi pada ekspansi ekonomi.

Secara substansi nilai tersebut bergerak berdasarkan siklus bisnis. Adapun faktor lain yang mempengaruhi perubahan nilai pasar adalah tingkat profitabilitas perusahaan faktor beban utang dan jangkauan lingkungan pasar.

Rasio Nilai Pasar Saham

Rasio Nilai pasar adalah rasio yang berkaitan dengan harga saham perusahaan dan laba, arus kas serta nilai buku per saham. Rasio ini memberi pengaruh terhadap manajemen perusahaan yang akan menentukan pandangan investor terhadap risiko investasi dan prospek perusahaan di masa mendatang.

Rasio nilai pasar disebut juga dengan rasio nilai buku yang dinilai baik oleh investor apabila perusahaan memiliki laba dan arus kas yang stabil. Untuk mengetahui rasio nilai pasar, maka Anda dapat menuliskannya dengan rumus berikut.

Rasio Nilai Pasar / Nilai Buku = Harga Pasar Per Saham : Nilai Buku Per Saham

Nilai Buku Per Saham = Modal Biasa : Jumlah Saham Beredar

Aspek-Aspek pada Nilai Pasar Saham

Dalam praktik bisnis nilai pasar dibagi atas beberapa aspek sebagai berikut.

Aspek-Aspek pada Nilai Pasar Saham
Aspek-Aspek pada Nilai Pasar Saham (Sumber: wattpad)

1. Aspek Harga Dasar terhadap Nilai Pasar

Harga dasar dikenal sebagai harga pertama kali saat saham dilepas di pasar modal yang disebut juga dengan IPO. Pada umumnya harga dasar memiliki kategori harga yang relatif akta rendah sehingga menjadi incaran banyak investor untuk memperoleh keuntungan yang besar.

Saham yang dinilai lebih menguntungkan ialah saham dengan harga rendah namun berasal dari perusahaan yang memiliki citra dan performa unggul.

2. Aspek Harga Sekarang terhadap Nilai Pasar

Aspek harga sekarang menjadi salah satu unsur berpengaruh yang dipergunakan untuk membeli saham pada perusahaan. Pada umumnya harga sekarang akan mengalami perubahan secara terus menerus baik itu berupa peningkatan maupun penurunan berdasarkan kondisi pertumbuhan ekonomi perusahaan.

Posisi harga sekarang yang diburu oleh investor adalah kondisi apabila harga saham berada lebih tinggi dari harga beli sebelumnya sehingga terjadi selisih harga yang menguntungkan investor.

3. Aspek Keuntungan terhadap Nilai Pasar

Aspek keuntungan didasarkan pada nominal laba yang diperoleh dari hasil operasional perusahaan sesuai dengan proporsi saham oleh masing-masing investor.

Antara Nilai Pasar dan Harga Saham yang Berkaitan

Nilai pasar saham memiliki kaitan yang erat dengan harga saham. Hal tersebut dikarenakan harga saham adalah komponen utama pembentuk market value. Sementara itu harga saham juga mengalami fluktuasi secara berkala yang disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini.

1. Harapan Terhadap Laba Per Lembar Saham

Pemegang saham dapat memperhatikan perubahan harga pada lembar sahamnya. Anda dapat mengetahui hasil keuntungan dengan melihat laba bersih per periode yang dibagi dengan jumlah saham yang beredar.

Harapan Terhadap Laba Per Lembar Saham
Harapan Terhadap Laba Per Lembar Saham (Sumber: alvexo)

Dengan nilai keuntungan per lembar saham yang meningkat secara baik, maka akan membuat harga saham ikut meningkat. Hal ini juga yang akan menarik datangnya para investor baru. Namun apabila laba per lembar saham menurun maka akan mempengaruhi para pemegang saham serta calon investor lainnya.

Dapat disimpulkan bahwa laba yang tinggi merupakan titik keuntungan yang diharapkan oleh para pelaku usaha termasuk investor karena memiliki pengaruh terhadap harga saham tersebut.

2. Waktu Penerimaan Laba

Waktu pembagian atau penerimaan laba juga berpengaruh terhadap harga saham. Harga saham dapat berubah naik ataupun turun berdasarkan waktu tersebut. Investor di masa sekarang mendapat laba yang berbeda di waktu sebelumnya atau waktu yang akan datang.

Nilai perubahan tersebut ditentukan berdasarkan present value. Perbedaan waktu yang terjadi dapat mengubah harga karena adanya kondisi perusahaan atau saham yang tidak dapat diprediksi sebelumnya.

3. Risiko Disebabkan Laba yang Diharapkan

Pada setiap wacana laba yang diharapkan terdapat risiko yang harus dihadapi apabila pada realitasnya laba yang diharapkan tidak cair. Tingkat tinggi rendahnya risiko dipengaruhi oleh deskripsi laba yang diharapkan tersebut.

Berdasarkan risiko pula perusahaan akan memberi jaminan kepada para investornya. Dengan jaminan yang kuat maka akan membuat kepercayaan investor menguat dan harga saham pun meningkat.

4. Pemakaian Utang

Tingkat beban utang yang dimiliki oleh suatu perusahaan menjadi faktor yang juga mempengaruhi harga. Apabila terjadi pemakaian utang secara berlebih yang tidak terkontrol dengan cermat, maka akan membuat kredibilitas perusahaan di mata publik menurun. Sehingga hal ini akan berdampak pada harga saham yang juga akan anjlok bahkan terancam merugikan pihak investor.

5. Keputusan Dividen

Secara tidak langsung dividen akan berpengaruh terhadap harga saham. Mengapa demikian? Hal tersebut disebabkan keputusan perusahaan dalam membagi laba maupun menahan laba sebagai dana pengembangan akan mempengaruhi gerak investor dalam menentukan kepemilikan sahamnya, sehingga menyebabkan harga saham berubah.

Pengertian Dividen Saham beserta Kelebihan dan Cara Perhitungannya

Pengertian Dividen Saham dan Kelebihan beserta Cara Perhitungannya

Saham Milenial – Dividen saham adalah bentuk laba yang dibagikan kepada pemegang saham dalam wujud lembar saham. Lembar saham tersebut dapat berupa saham sejenis maupun saham dengan jenis yang berbeda.

Pengertian ini didasarkan pada arti dari kedua istilah tersebut yakni dividen dan saham. Dimana dividen adalah jumlah keuntungan yang dibagikan kepada pemegang saham berdasarkan jumlah kepemilikan saham tersebut.

Sedangkan saham sebagaimana yang telah diketahui merupakan surat berharga yang mewakili kepemilikan pemegangnya terhadap modal perusahaan. Dengan pembagian sistem ini maka akan mengurangi laba ditahan pada perusahaan. Lalu mengapa pembagian laba dilakukan dengan memberikan lembar saham? Mengapa tidak membagikannya dalam bentuk dana tunai? Berikut alasannya.

Alasan Membagi Dividen dalam Bentuk Saham

Keputusan dividen saham ditetapkan oleh perusahaan apabila arus kas yang terjadi mengalami penurunan meski berdasarkan kinerja perusahaan telah mengantongi laba yang cukup. Jika dana kas terbilang rendah dan tidak mencukupi untuk pembagian dividen secara tunai, maka hal ini akan melandasi perusahaan untuk membagi dividen dalam bentuk saham.

Alasan Membagi Dividen dalam Bentuk Saham
Alasan Membagi Dividen dalam Bentuk Saham (Sumber: forbes)

Namun jika secara arus kas seluruhnya dalam kondisi memungkinkan pembagian tunai, tetapi perusahaan memutuskan pembagian dividen berupa saham, tentu hal tersebut merupakan kebijakan yang dipengaruhi oleh faktor lain yang menunjang.

Kelebihan Dividen Saham

Berdasarkan pelaksanaannya, dividen memiliki beberapa kelebihan yang dapat dirasakan oleh pemilik saham maupun pihak perusahaan. Apa sajakah kelebihan tersebut? Berikut rinciannya.

Kelebihan Dividen Saham bagi Pemilik Saham

Setelah melalui pengamatan, pertimbangan serta evaluasi terkait pembagian dividen berupa saham maka dapat diketahui beberapa kelebihan yang diperoleh oleh pemilik saham diantaranya sebagai berikut.

Jumlah Saham Bertambah

Pemilik saham akan memperoleh pembagian laba berupa saham sehingga jumlah sahamnya pun akan bertambah, meski secara persentase kepemilikan yang dipegangnya bernilai tetap. Prinsip ini serupa dengan metode pemecahan saham.

Tidak Dipungut Pajak

Dengan pembagian dividen berupa saham maka pemilik saham tidak akan dikenai pajak dari perusahaan.

Kelebihan Dividen Saham bagi Perusahaan

Tak hanya bagi pemegang saham namun kelebihan metode pembagian hasil laba berupa saham juga berpengaruh pada perusahaan. Apa sajakah itu? Berikut daftarnya.

1. Perusahaan Dapat Menyimpan Lebih Banyak Dana Kas dan Laba Tunai

Dengan metode pembagian dividen tersebut, maka perusahaan tidak perlu mengeluarkan dana kas maupun laba berbentuk tunai. Sehingga dana tersebut dapat dialokasikan untuk kepentingan yang lain seperti pembayaran utang, pengembangan usaha dan pembiayaan lainnya.

2. Modal Perusahaan Terstruktur Lebih Kuat

Dividen berupa saham diambil dari pembagian laba yang ditahan dengan melakukan pemindahan laba ditahan ke dalam pos ekuitas saham biasa. Hal tersebut menimbulkan peningkatan ekuitas yang artinya modal disetor pada perusahaan pun meningkat sehingga struktur modal pun menguat.

3. Peningkatan Likuiditas Perdagangan Saham

Kelebihan lain yang didapat oleh perusahaan adalah meningkatnya likuiditas perdagangan saham. Melalui pembagian laba berupa saham maka akan secara otomatis membuat saham beredar semakin banyak dan semakin rendah harganya. Sehingga akan lebih menarik minat para investor untuk melakukan transaksi pembelian saham.

4. Kondisi Keuangan Tetap Stabil

Tanpa mengusik arus keluar masuk kas dan laba tunai, maka kondisi keuangan perusahaan akan terjaga dengan stabil. Dana kas perusahaan tidak akan mengalami penurunan akibat pembayaran dividen.

Syarat-Syarat Dividen Saham

Syarat-Syarat Dividen Saham
Syarat-Syarat Dividen Saham (Sumber: investorplace)

Dalam memutuskan pembagian dividen berupa saham, perusahaan perlu memenuhi beberapa persyaratan berdasarkan aturan yang berlaku sebagaimana dibawah ini.

1. Kondisi Saldo Laba Ditahan Mencukupi

Dividen yang dibayarkan merupakan pembagian yang berasal dari saldo ditahan. Sehingga saldo ditahan harus mencukupi untuk pembagian dividen dengan cara memindahkannya dari laba ditahan ke dalam ekuitas saham.

2. Melalui Persetujuan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)

Sebelum diputuskan bahwa pembagian dividen berupa saham, maka hal ini harus dirundingkan pada RUPS yang dihadiri dan disepakati oleh para pemegang saham.

3. Harga Saham Sesuai Aturan dan Teori

Bursa Efek Indonesia telah menetapkan harga saham teoritis untuk dividen dengan hasil dari penjumlahan saham baru paling tidak bernilai Rp 100 per lembar saham.

4. Pengajuan dari Perusahaan Kepada BEI dengan Dasar Alasan yang Dapat Dipertimbangkan

Syarat berikutnya dapat ditempuh oleh perusahaan dengan melakukan pengajuan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada BEI agar dapat membagikan dividen dalam bentuk saham kepada para pemegang saham.

Cara Menghitung Pembagian Dividen Saham

Untuk mengetahui jumlah pembagian laba yang diterima dalam bentuk saham Anda dapat melalui cara penghitungan yang tepat, namun sebelumnya perlu terkumpulnya informasi seperti dibawah ini.

1. Laba Bersih (EPS)

Besarnya laba bersih per saham merupakan nominal yang penting untuk dimasukkan dalam rumus penghitungan dividen. Sehingga Anda perlu mengetahui berapa keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan pada tiap lembar sahamnya.

2. Dividend Payout Ratio (DPR)

Dividend payout ratio memiliki arti rasio pembayaran dividen. Dalam hal ini DPR yang dimaksud adalah bagian kecil yang dibayarkan perusahaan kepada pemegang sahamnya sementara sisa pembayaran lainnya digunakan untuk investasi pertumbuhan perusahaan di masa yang akan datang.

3. Jumlah Saham Beredar

Nilai berikutnya yang harus Anda ketahui adalah jumlah saham yang beredar. Dalam poin ini hanya dikhususkan untuk perusahaan yang belum go public.

Contoh Penghitungan

Sebagai contoh dapat Anda simak dibawah ini penghitungan dividen dalam bentuk saham yaitu apabila diketahui bahwa perusahaan ABC memiliki 5.000.000 lembar saham dengan keuntungan bersih senilai Rp 800.000.000 serta nilai DPR adalah 40% dari laba bersih maka cara menghitungnya adalah sebagai berikut.

Dividen = Laba Bersih x DPR

Rp 800.000.000 x 40% = Rp 320.000.000

Dividen per Saham = Dividen / Saham Beredar

Rp 320.000.000 : Rp 5.000.000 = Rp 64

Pengertian Return Saham dan Rumus Penghitungan

Pengertian Return Saham dan Rumus Penghitungan

Saham Milenial – Pengertian return saham memiliki maksud yaitu selisih antara harga jual saham dengan harga beli saham yang telah ditambahkan dengan dividen. Ada dua kemungkinan yang dapat muncul dari hasil selisih tersebut yaitu Capital Gain yang berarti positif dan Capital Loss yang berarti negatif.

Apabila ditemukan hasil dengan kualifikasi Capital Gain atau positif maka hal tersebut diartikan sebagai keuntungan yang didapat melalui penjualan saham yang telah dilakukan. Namun jika hasil yang muncul merupakan Capital Loss atau setara dengan hasil negatif, maka hal tersebut menandakan kerugian yang dialami pada kegiatan jual beli saham.

Permisalan Return Saham yang Umum Terjadi pada Kegiatan Transaksi Saham

Permisalan Return Saham dengan Hasil Capital Gain
Permisalan Return Saham dengan Hasil Capital Gain (Sumber: officescapemarkham)

Berdasarkan pengertian di atas maka Anda dapat menyimak permisalan berikut untuk memudahkan dalam memahami proses return saham.

Permisalan Return Saham dengan Hasil Capital Gain

Andi membeli saham ABC pada tahun lalu dengan harga Rp 500 per lembar saham. Kemudian harga saham berubah di tahun ini menjadi Rp 1500 per lembar saham. Maka secara otomatis Andi mendapat keuntungan atau nilai Capital Gain sebesar Rp 1000 per lembar saham.

Permisalan Return Saham dengan Hasil Capital Loss

Andi membeli saham ABC pada tahun lalu dengan harga Rp 1000 per lembar saham. Kemudian harga saham berubah di tahun ini menjadi Rp 250 per lembar saham. Maka dapat diketahui bahwa Andi mendapat kerugian berupa nilai Capital Loss sebesar Rp 750 per lembar saham.

Dalam kenyataannya nominal dividen sering dilewatkan dalam penghitungan return saham, meski demikian pelaku bisnis saham tetap mengacu pada Capital Gain dan Capital Loss yang menjadi perhatian utama.

Jenis-Jenis Return Saham

Dalam praktiknya ada dua jenis return saham yang dapat Anda ketahui, yakni sebagai berikut.

1. Return Saham Realisasi

Pengertian return saham realisasi adalah penghitungan selisih harga saham berdasarkan data riwayat perusahaan yang berfungsi sebagai alat ukur kinerja perusahaan. Return jenis ini juga diistilahkan sebagai return saham historis yang menjadi dasar untuk menentukan return saham ekspektasi dan resiko di masa yang akan datang.

Return Saham Realisasi
Return Saham Realisasi (Sumber: ontariosoccer)

Return realisasi sendiri juga memiliki beberapa pembagian jenis penghitungan yaitu return total, relatif return, kumulatif return dan penyesuaian return. Sedangkan untuk rata-rata return dapat diukur berdasarkan penghitungan aritmatika dan penghitungan geometri.

2. Return Saham Ekspektasi

Return saham ekspektasi adalah jenis return yang dilakukan untuk pengambilan keputusan terhadap kegiatan investasi. Return ekspektasi dinilai lebih penting dibandingkan dengan return historis karena jenis ini menjadi tolok ukur para investor untuk keberhasilan transaksi sahamnya di masa mendatang. Cara penghitungan return saham ekspektasi dapat ditentukan berdasarkan nilai ekspektasian masa depan, return historis dan return ekspektasian yang ada.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return Saham

Apa sajakah yang termasuk dalam faktor berpengaruh pada return saham? Berikut ulasannya.

Faktor Makro

Berdasarkan faktor makro, return saham dapat terpengaruh melalui faktor makro ekonomi dan faktor makro non ekonomi. Diantara faktor makro ekonomi yang mempengaruhi return saham adalah inflasi, suku bunga, kurs valuta asing, tingkat pertumbuhan ekonomi, harga bahan bakar minyak di pasar internasional dan indeks harga saham regional. Sedangkan yang termasuk dalam faktor makro non ekonomi adalah peristiwa politik domestik, peristiwa sosial dan peristiwa politik internasional.

Faktor Mikro

Faktor mikro adalah kondisi  yang terjadi dari dalam perusahaan termasuk informasi atau data keuangan maupun non keuangan, informasi fundamental dan informasi teknikal. Informasi fundamental yang berasal dari intern perusahaan adalah dividen, tingkat penjualan, karakteristik keuangan dan ukuran perusahaan. Selain itu ada pula informasi teknikal yang berasal dari luar perusahaan seperti ekonomi, politik dan keuangan.

Rumus Penghitungan Return Saham

Berdasarkan jenis return saham yaitu realisasi dan ekspektasi maka keduanya memiliki konsep rumus penghitungan yang berbeda. Adapun penjelasan masing-masing rumus penghitungan tersebut adalah sebagai berikut.

Rumus Penghitungan Return Saham Realisasi

Return realisasi atau actual return adalah analisis data yang diperoleh berdasarkan penghitungan selisih harga saham individual pada periode berjalan dengan saham individual pada periode sebelumnya tanpa menyertakan dividen. Maka rumus yang dapat ditulis adalah sebagai berikut:

Pi,t – Pi,t-1

Ri,t = Pi,t-1

Keterangan:

Ri,t = return saham i pada waktu t

Pi,t = harga saham i pada periode t

Pi,t-1 = harga saham i pada periode t-1

Rumus Penghitungan Return Saham Ekspektasi

Return saham yang menjadi harapan investor di masa mendatang ini memiliki rumus sebagai berikut:

E(Rit) = Rmt

Keterangan:

E(Rit) = tingkat keuntungan saham yang diharapkan pada hari ke t

Rmt = tingkat keuntungan pasar pada periode t

Manfaat Mengetahui Return Saham Sebagai Investor

Sebagai investor yang melakukan transaksi saham, pengertian return saham dan cara penghitungan jumlahnya penting untuk diketahui. Adapun manfaat return saham bagi investor adalah sebagai berikut.

Sebagai Pengukur Tingkat Keuntungan Saham yang Dimiliki

Pebisnis dalam hal ini adalah investor saham melakukan jual beli saham untuk meraup keuntungan sebaik mungkin. Oleh sebab itu dengan penghitungan return saham maka kedua belah pihak baik perusahaan maupun investor dapat memperoleh rincian dasar atas keuntungan maupun kerugian yang terjadi.

Sebagai Bahan Pertimbangan dan Data Untuk Keputusan di Kemudian Hari

Berdasarkan pencapaian hasil yang diperoleh dari return saham, maka investor dapat melakukan pertimbangan dalam mengambil keputusan di kemudian hari. Hal ini juga menjadi histori untuk menyusun ekspektasi kegiatan jual beli saham yang lebih menguntungkan pada periode berikutnya.

Pengertian Kepemilikan Institusional Beserta Lembaga

Pengertian Kepemilikan Institusional Beserta Lembaga dan Komponen Lainnya

Saham MilenialKepemilikan Institusional mengandung pengertian sebagai proporsi hak milik terhadap jumlah saham perusahaan oleh lembaga keuangan untuk melakukan wewenang sebagai pengelola dana atas nama pihak lain.

Dalam hal ini lembaga yang memiliki proporsi kepemilikan tersebut dapat melakukan pengelolaan dana dan investasi saham. Adapun lembaga keuangan yang tidak dapat dikategorikan sebagai pihak yang memiliki kepemilikan terhadap institusi adalah berupa bank umum.

Pengertian kepemilikan institusional
Pengertian kepemilikan institusional (Sumber: suara)

Hal tersebut dikarenakan bank umum memegang dana nasabah yang tidak dikelola untuk kepentingan investasi pada bursa saham. Namun saat ini terdapat beberapa lembaga bank yang didirikan untuk spesialisasi sebagai bank investasi (investment bank) dengan unit berbasis reksadana yang dimiliki. Mengapa bank umum tidak dikatakan sebagai kategori kepemilikan institusional?

Meskipun berpeluang untuk membeli saham dan berinvestasi dengan dana internal bank, namun bank umum belum tentu dapat menjadi pihak ketiga sesuai karena dana nasabah bukan merupakan dana untuk investasi.

Berbeda dengan lembaga besar yang memang dibuat sebagai pihak ketiga dalam mengelola dana orang lain untuk investasi. Kepemilikan jenis ini pada dasarnya mengacu kepada lembaga-lembaga yang berkemampuan tinggi untuk melakukan investasi dengan jumlah besar. Apa sajakah lembaga-lembaga tersebut?

Lembaga-Lembaga yang Mendapat Kepemilikan Institusional

Adapun beberapa lembaga yang termasuk dalam kategori mendapat kepemilikan bersifat institusional yaitu sebagai berikut.

1. Lembaga Reksadana

Lembaga reksadana adalah badan atau pengelola kumpulan modal yang disetorkan dari berbagai pihak untuk diinvestasikan ke dalam instrumen pasar modal. Reksadana sendiri diperoleh dengan cara pembelian unit beserta wadah dan pola pengelolaannya.

Lembaga reksadana
Lembaga reksadana (Sumber: thefinapolis)

Dalam hal ini bagian yang menangani pengelolaan dana untuk diinvestasikan ke dalam portofolio investasi adalah Manajer Investasi dengan contoh portofolio seperti saham, obligasi, pasar uang dan efek/sekuriti lainnya.

2. Perusahaan Dana Pensiun

Perusahaan dana pensiun adalah perusahaan yang menampung dana dari berbagai pihak perorangan dalam jangka waktu tertentu untuk kemudian dikembalikan berdasarkan kesepakatan perusahaan dan klien tersebut.

Berdasarkan kegiatan utama perusahaan dana pensiun, maka dapat diketahui bahwa perusahaan jenis ini merupakan lembaga berbadan hukum yang legal. Proses alur dana pada perusahaan ini adalah dengan mengambil besaran nominal tertentu secara berkala dari karyawan untuk dikelola pada sektor investasi dalam kegiatan usaha lain yang mampu memberikan keuntungan.

3. Perusahaan Asuransi

Perusahaan asuransi adalah perusahaan yang bergerak pada bidang jasa pengelolaan keuangan dengan sistem asuransi. Melalui asuransi klien akan mendapat keuntungan berupa pengembalian dana pada kondisi-kondisi tertentu dan syarat-syarat sesuai dengan jenis asuransi yang diambilnya. Asuransi memiliki prinsip melindungi klien dari situasi di kemudian hari sebagai langkah preventif untuk meminimalisir resiko merugikan.

4. Perusahaan Investasi

Perusahaan investasi memiliki definisi sebagai perusahaan yang bertindak untuk mengumpulkan dana investor guna dikelola dalam transaksi saham yang bersifat sekuritas. Perusahaan investasi membantu banyak orang atau pihak yang hendak menginvestasikan dananya pada pasar modal melalui jasa pengelola yang kredibel dan memiliki legalitas badan hukum.

Perusahaan juga berwenang untuk memegang surat berharga berupa efek atau obligasi. Sebagai salah satu lembaga kepemilikan institusional, perusahaan ini dapat memberikan keuntungan kepada pihak investor kecil dengan tingkat sekuritas yang tidak dapat dilakukan sendiri.

Dalam pengelolaannya kumpulan dana tersebut diatur oleh manajer investasi pada perusahaan investasi. Berdasarkan pengelompokan kategorinya, perusahaan investasi dibagi menjadi tiga, yaitu:

Perusahaan Investasi Manajemen Open End (Terbuka)

Perusahaan investasi manajemen open end merupakan perusahaan yang tidak membatasi pembelian saham oleh investornya. Hal ini membuat siapapun yang berkemampuan untuk membeli saham dengan jumlah tak terbatas.

Perusahaan Investasi Manajemen Tertutup

Perusahaan investasi manajemen tertutup merupakan perusahaan yang menerbitkan sejumlah saham tetap pada penawaran perdananya. Perusahaan ini memiliki dasar untuk meningkatkan jumlah saham tetap melalui keseluruhan saham yang masuk dalam pasar modal.

Unit Investment Trusts

Unit investment trusts adalah perusahaan yang memegang portofolio saham, obligasi dan instrumen keuangan lainnya pada pasar modal. Perusahaan ini menerapkan sistem ujung tertutup dan ujung terbuka serta memiliki syarat investasi dengan nominal minimum dan memungkinkan saham untuk dibeli kapanpun berdasarkan permintaan investor.

Yayasan Swasta Berbentuk Wakaf atau Lembaga yang Mengelola Dana Atas Nama Orang Lain

Yayasan swasta dapat menjadi salah satu dari bentuk lembaga yang memiliki kewenangan institusional terhadap dana dari berbagai pihak yang telah terkumpul. Dana tersebut kemudian dapat diinvestasikan sesuai dengan keputusan ketentuan pihak pengelola.

Cara Menemukan Data Kepemilikan Institusional

Cara menemukan data bahwa saham dimaksud merupakan saham yang berada pada kepemilikan institusional dapat dilakukan dengan beberapa langkah dibawah ini.

1. Memperhatikan Jumlah Saham Institusional pada Ringkasan Performa Perusahaan

Anda perlu melihat jumlah saham institusional pada ringkasan performa perusahaan yang tercatat melalui pengunduhan data pada informasi publik yang tersedia.

2. Memperhatikan Jumlah Saham Institusional pada Laporan Keuangan Tahunan (Annual Report)

Cara berbeda berikutnya adalah dengan memperhatikan laporan keuangan tahunan pada perusahaan. Anda juga dapat mengunduh informasi ini berdasarkan transparansi laporan yang dibuka untuk publik.

Rumus Penghitungan Kepemilikan Saham yang Bersifat Institusional

Untuk mengetahui hasil penghitungan kepemilikan saham yang bersifat institusional, maka Anda dapat menggunakan rumus sebagai berikut.

INST = Total Saham yang Dimiliki Oleh Perusahaan / Total Saham yang Beredar

Melalui rumus dapat diketahui bahwa jumlah efek institusional merupakan hasil pembagian total saham yang dimiliki oleh perusahaan dengan total saham yang beredar.

Keuntungan Kepemilikan Saham Bersifat Institusional

Sebagaimana berbagai sistem bisnis dan pengelolaan saham, kepemilikan institusional juga memiliki kelebihan yaitu adanya profesionalisme dalam melakukan analisis informasi secara teruji serta mampu menjadi motivasi dalam pengawasan yang lebih ketat terhadap kinerja perusahaan.

Jakarta Islamic Index dan Filter Untuk Masuk Ke Dalamnya

Jakarta Islamic Index dan Filter Untuk Masuk Ke Dalamnya

Saham Milenial – Jakarta Islamic Index adalah satuan untuk menyebutkan kumpulan berbagai harga indeks saham yang memiliki kategori syariah. JII dibentuk oleh kerjasama antara pasar modal atau Bursa Efek Jakarta dengan PT Danareksa Investment Management dan mengalami perkembangan sejak tanggal 3 Juli 2000.

Jakarta islamic index
Jakarta islamic index (Sumber: britannica)

Berdasarkan pembentukan instrumen syariah JII ini, maka kemudian didirikan pula Pasar Modal Syariah yang diluncurkan pertama kali di Jakarta pada tanggal 14 Maret 2003. Pasar Modal Syariah di Indonesia memiliki mekanisme serupa dengan pola yang ada di Negara Malaysia yang kemudian disatukan dengan bursa konvensional seperti Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Pada setiap periodenya, saham yang masuk dalam daftar JII memiliki total 30 saham berdasarkan kriteria syariah.

Tujuan Pembentukan Jakarta Islamic Indeks

JII dibentuk dalam rangka untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap penanaman modal berbasis syariah. Selain itu JII juga berupaya memberi manfaat bagi investor dalam menjalankan syariah Islam untuk berinvestasi pada bursa efek.

Melalui instrumen syariah ini JII berharap dapat mendukung proses transparansi serta akuntabilitas saham syariah yang diterapkan pada pasar modal di Indonesia. Di sisi lain, JII juga menjadi solusi atas tingginya permintaan investor untuk menanamkan modal dengan basis syariah.

Tujuan lainnya yaitu untuk memandu para penanam saham agar dapat berinvestasi tanpa khawatir dananya bercampur dengan unsur ribawi. Bahkan JII juga mampu menjadi tolok ukur kinerja (benchmark) dalam menentukan portofolio saham yang memiliki kriteria halal.

Metode Pemilihan Saham Syariah untuk Indeks

Sebelum masuk dalam daftar saham syariah, seluruh saham harus melewati seleksi yang teruji agar saham yang didaftarkan dalam indeks sesuai dengan kategori dan persyaratan yang tepat berdasarkan ketentuan syariah.

Dalam hal ini Dewan Pengawas Syariah PT Danareksa Investment Management yang turut serta dalam melakukan filter saham syariah. Lalu bagaimana metode dalam menentukan suatu saham tergolong sebagai saham syariah? Berikut dasar-dasar yang digunakan oleh Dewan Pengawas Syariah PT DIM dalam menyaring saham syariah.

1. Emiten Bebas dari Tindak Perjudian dan Perdagangan yang Dilarang

Emiten yang mendaftarkan sahamnya pada Jakarta Islamic Indeks haruslah bersih dari segala aktivitas perjudian, permainan uang maupun perdagangan yang dilarang dalam syariat Islam.

Dewan pengawas akan melakukan pencarian data dan portofolio emiten untuk mengetahui kebenaran mengenai hal ini. Apabila perusahaan ditemukan melakukan aktivitas yang melanggar syariat maka akan secara otomatis tertolak untuk mendaftar sebagai saham syariah.

2. Emiten Bukan Perusahaan Konvensional

Saham konvensional dan saham syariah ibarat dua kubu yang berbeda. Sehingga sistem konvensional tentu bertolak belakang dengan sistem syariah. Oleh sebab itu, hal ini juga menjadi dasar dalam memilih saham yang tergolong syariah atau bukan. Syarat diterimanya saham dalam indeks syariah adalah saham bukan berasal dari emiten konvensional atau yang menerapkan sistem riba didalamnya termasuk asuransi konvensional.

3. Emiten Tidak Bergerak Dalam Bidang Usaha Produk Haram

Syarat yang tak kalah pentingnya adalah memilih perusahaan yang tidak bergerak pada bidang usaha produksi maupun distribusi dan minuman, seperti minuman keras, olahan daging babi dan lain sejenisnya yang tidak sesuai syariah Islam.

4. Emiten Tidak Bergerak Dalam Bidang Usaha yang Membawa Mudharat

Perlu diperhatikan juga tentang hal penting ini. Jadi, perusahaan yang dapat mendaftarkan saham syariahnya adalah yang memiliki kegiatan produksi maupun distribusi. Di mana produk tersebut aman dan tidak menyimpang dari ajaran agama Islam. Tidak memproduksi dan mendistribusikan barang atau jasa yang dapat merusak moral, akhlak serta akidah Islam. Selain itu tidak juga menjadi perusahaan yang menyediakan produk atau jasa pembawa mudharat.

Seleksi Saham Syariah yang Listing

Setelah melewati filter di atas adapun beberapa proses seleksi lagi untuk saham syariah yang listing, diantaranya.

1. Memilih Kumpulan Saham dengan Jenis Usaha Utama Tidak Menentang Syariah

Melakukan pemilihan kumpulan saham yang memiliki jenis usaha utama sesuai syariah dan tidak menentang ajaran syariah tersebut. Hal ini dikuatkan dengan catatan selama tiga bulan, kecuali yang termasuk dalam 10 kapitalisasi besar.

2. Memilih Berdasarkan Laporan Keuangan Tahunan atau Tengah Tahun Berakhir

Berikutnya adalah memilih saham berdasarkan laporan keuangan tahunan. Kategori yang dipilih adalah yang memiliki laporan keuangan tahunan atau tengah tahun berakhir yang memiliki besar rasio terhadap kewajiban Aktiva maksimal 90%.

3. Memilih Saham Berdasarkan Urutan Rata-Rata Kapitalisasi Pasar

Kemudian dewan pengawas bersama dengan JII akan memilih 60 saham dari kumpulan saham diatas berdasarkan deretan rata-rata kapitalisasi pasar terbesar selama satu tahun terakhir.

4. Memilih Saham Berdasarkan Tingkat Likuiditas

Setelah itu memilih 30 saham berdasarkan urutan tingkat likuiditas pada rata-rata nilai perdagangan reguler selama satu tahun terakhir.

Setelah melewati berbagai proses penyaringan tersebut, selanjutnya akan dilakukan pengkajian ulang setiap enam bulan sekali dengan waktu penentuan indeks pada awal bulan Januari dan Juli.

 

Memilih Saham Berdasarkan Tingkat Likuiditas
Memilih Saham Berdasarkan Tingkat Likuiditas (Sumber: Albawaba)

Disamping itu JII dan PT DIM akan memantau terus perkembangan jenis usaha utama pada emiten yang telah terdaftar pada saham syariah melalui data publik yang tersedia. Apabila terdapat perusahaan yang mengubah lini usahanya menjadi sesuatu yang menyimpang dari syariah, maka akan dianggap sebagai tindakan melanggar konsistensi sehingga membuatnya harus dikeluarkan dari indeks. Seluruh prosedur tersebut dibuat dengan tujuan untuk mengeliminasi saham spekulatif yang bersifat cukup likuid.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat diketahui bahwa Jakarta Islamic Indeks adalah sebutan untuk kumpulan saham berbasis syariah yang telah terdaftar dalam indeks berdasarkan kerja sama antara Bursa Efek Jakarta dan PT Danareksa Investment Management.

Dengan dasar prinsip syariah yang dipegangnya JII senantiasa menjaga kepercayaan para investor dalam menanamkan sahamnya secara syariah dan bebas dari unsur-unsur penyimpangan seperti riba ataupun pengelolaan dana untuk produk dan jasa yang haram.