Pengertian Bank Syariah, Fungsi, Sejarah, Instrumen, Tujuan dan Kelembagaan

Pengertian Bank Syariah, Fungsi, Sejarah, Instrumen, Tujuan dan Kelembagaan
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on pinterest

Saham Milenial – Bank pastinya bukan lagi istilah asing yang tidak familiar ditelinga kita. Karena, sudah sangat sering mendengar apalagi menggunakan jasa yang diberikan oleh pihak bank. Namun, bagaimana dengan bank syariah? Apa perbedaannya dengan bank-bank jenis lainnya? Pada dasarnya, ada dua jenis bank yang akan kita temukan jika dibedakan berdasarkan penetapan harga. Yakni bank syariah dan bank konvensional.

Bank konvensional adalah bank yang menggunakan sistem perbankan, seperti simpan-pinjam dan layanan lainnya. Namun, akan ada perbedaan jika kita membahas tentang bank syariah. Dimana bank syariah merupakan jenis bank yang tetap menggunakan dasar maupun prinsip perbankan yang tidak melenceng dari perintah agama Islam. Perwujudan dari bank Syariah ini merupakan salah satu alternatif agar tetap bisa melakukan aktivitas perbankan yang tidak melanggar syariat islam.

Definisi Bank Syariah

Seperti yang telah kita bahas diatas, bahwasanya ada beberapa perbedaan yang membedakan antara bank konvensional dengan bank syariah. Seperti bagaimana cara simpan pinjam yang akan diperbolehkan dan perhitungan pengembalian pinjaman. Bank syariah ini sebenarnya adalah bank yang memang memiliki pedoman bagaimana cara yang ditunjukkan oleh nabi Muhammad SAW. Tentunya bank ini akan berpegang teguh pada al-qur’an dan syariat agama Islam.

Bagaimana Sejarah Terbentuknya Bank Syariah?

Dahulu kala, penggunaan jasa bank ini merujuk kepada sebuah wadah yang akan meminjamkan, menerima penyimpanan uang dan jasa untuk pengiriman uang. Dan, aktivitas perekonomian seperti adanya pembiayaan atas barang dan jasa ini memang sudah berlangsung semenjak dahulu kala dan semenjak zaman Nabi serta Rasullulah.

Biasanya, masyarakat kuno tersebut akan melakukan aktivitas peminjaman uang yang berguna untuk bisnis dan masalah konsumsi. Atau aktivitas menitipkan harta benda yang menjadi salah satu alasan mengapa bank syariah sekarang berdiri dengan kokoh. Pada mulanya, bank syariah digagaskan pada tahun 1969 ketika diadakan konferensi negara-negara Islam sedunia. Hasil keputusan pada konfrensi tersebut yakni:

  • Ditetapkan hukum untung dan rugi yang akan mengikat setiap adanya keuntungan oleh bank syariah dan tentunya akan mengharamkan riba. Jika tidak menggunakan landasan hukum tersebut tergolong kedalam riba dan tentunya bersifat haram.
  • Pengusulan untuk dibentuknya bank berbasis syariah yang harus menghindari adanya aktivitas riba didalamnya.
  • Bank konvensional lainnya boleh didirikan dan digunakan sebelum bank syariah benar-benar didirikan namun hanya bisa digunakan saat-saat terdesak dan darurat saja.
  • Sejumlah negara yang memiliki masyarakat yang mayoritas beragama Islam mulai mencoba mendirikan sebuah bank yang tidak menggunakan sistem riba.

Malaysia merupakan salah satu negara pendiri dari bank yang bebas bunga alias bank syariah pertama. Bank ini didirikan di tahun 1940 dan kemudian menyusul pada tahun 1950 oleh negara Pakistan. Sedangkan di negara Indonesia sendiri bank syariah ini masih belum lama berdiri yakni ditahun 1991. Walaupun sebenarnya gagasan dan ide untuk membangun bank Syariah ini sebenarnya sudah semenjak lama dikemukakan, yakni tahun 1970 silam.

Walaupun bank Islam berkembang lebih lambat jika dibandingkan dengan beberapa negara mayoritas penduduk Islam lainnya, Indonesia mengalami perkembangan yang baik. Terbukti ketika tahun 2000 sudah ada banyak sekali bank-bank syariah yang mulai bersaing bersama dengan bank-bank konvensional.

Fungsi bank Syariah
Fungsi bank Syariah

Fungsi bank Syariah

Tentu saja berdirinya bank Islam ini memiliki tujuan dan fungsi tersendiri. Dimana fungsi dari bank syariah adalah:

Penghimpun Dana

Tentunya fungsi yang satu ini tidak akan berbeda dengan fungsi yang dimiliki oleh bank konvensional. Dimana bank ini akan mengumpulkan uang yang didapatkan dari para nasabah. Hanya saja jenis bank Islam ini tidak akan memberikan imbalan berupa bunga atas tabungan nasabah tersebut. Bank ini akan memberikan jenis bagi hasil yang akan didapatkan oleh para nasabah nantinya.

Penyalur Dana

Penyaluran dana atau peminjaman yang akan diberikan kepada nasabah lain yang membutuhkan. Namun, tetap saja dengan menggunakan sistem bagi hasil bukan dengan bunga bank.

Pelayanan Jasa Bank

Tentu saja pelayanan yang seharusnya dilakukan oleh bank pada umumnya tetap akan diberikan oleh bank syariah ini, seperti:

  • Transfer
  • Pemindahan buku
  • Jasa tarik uang tunai

Tujuan Bank Syariah

Tidak hanya fungsi yang akan dimiliki oleh bank syariah ini, namun juga tujuannya yakni:

  • Sebagai wadah keuangan yang akan memberikan fasilitas serta layanan perbankan yang berdasarkan atas norma serta ketentuan dari syariat Islam.

Instrumen Investasi Bank Syariah

Tentu saja bank syariah ini memiliki beberapa instrumen yang bisa digunakan dengan baik oleh para nasabah, yakni:

Saham Syariah

Jenis saham yang satu ini tetap berbentuk emiten, hanya saja dengan prinsip yang tidak melenceng dari norma syariah. Tentu saja ini akan mengikat semua praktik-praktik saham yang tidak boleh melenceng dari norma agama. Seperti ketentuan berikut ini:

  • Perjudian atau jenis permainan apapun yang akan dilakukan tidak diperbolehkan karena tergolong judi.
  • Tidak boleh menggunakan prinsip riba yang digunakan oleh bank konvensional.
  • Tidak melakukan praktik produksi, dagang maupun distribusi yang bersifat membahayakan dan haram.

Sukuk

Jika kita mengartikan instrumen syariah yang satu ini dari mata bank konvensional maka akan dinyatakan sebagai obligasi. Sukuk juga sering dinyatakan sebagai bentuk obligasi syariah. Tentu saja keuntungan yang didapatkan harus tetap menggunakan sistem bagi hasil. Serta penggunaan dana dari sukuk ini dilarang jika tidak digunakan untuk hal yang halal.

Reksadana Syariah

Ini merupakan wadah yang biasa digunakan oleh investor agar bisa menanamkan modal mereka pada perusahaan atau badan usaha. Dimana tanaman modal tersebut dioperasikan menggunakan prinsip syariah. Tentu saja tetap akan ada bagi hasil diakhir periode nantinya.

Kelembagaan Bank Syariah
Kelembagaan Bank Syariah

Kelembagaan Bank Syariah

Berikut ini adalah tiga jenis kelembagaan yang bisa kita temukan di dalam bank syariah, yaitu:

Bank Umum Syariah

Kelembagaan yang satu ini menyatakan bank syariah tersebut nantinya akan memberikan layanan jasa berupa pembiayaan yang dibutuhkan. Pembiayaan ini digunakan sebagai modal untuk kegiatan usaha maupun entitas bisnis. Kegiatan utama yang harus dilakukan oleh bank syariah ini adalah memberikan layanan yang sama dengan bank konvensional tanpa harus meninggalkan syariat Islam.

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah

Jika dilihat dari kacamata bank konvensional maka jenis kelembagaan ini akan memberikan jasa “pengkreditan”. Namun, tentunya pelayanan pengkreditan yang dilakukan oleh bank konvensional menggunakan bunga, maka istilah ini diganti dengan nama pembiayaan. Tapi tetap saja harus menggunakan prinsip norma agama. Tidak boleh membiayai hal-hal yang bersifat dilarang oleh agama.

Unit Usaha Syariah

Kelembagaan ini nantinya akan menjadi unit pelaksana yang kegiatannya harus tetap didasari atas peraturan maupun norma syariah. Kelembagaan yang satu ini tetap mendapatkan izin oleh OJK.

Nah, demikianlah ulasan mengenai bank Syariah, tentunya bank ini akan tetap memberikan pelayanan jasa yang sama dengan bank konvensional pada umumnya. Hadirnya bank ini akan menjadi alternatif bagi umat Islam yang tetap membutuhkan layanan jasa keuangan.

Artikel Terkait

Baca Juga