Selasa, September 28, 2021

Reksadana Syariah, Investasi Halal dengan Modal Kecil

Saham Milenial – Seiring dengan kesadaran masyarakat untuk berinvestasi sesuai prinsip syariah, maka reksadana syariah hadir sebagai opsi pengganti reksadana konvensional. Dikutip dari beberapa sumber, berikut ini penjelasan mengenai produk keuangan yang perlu Anda ketahui sebagai calon investor cerdas.

Pengertian Reksadana Syariah

Menurut Wikipedia, pengertian produk keuangan ini hampir sama dengan reksadana konvensional yaitu sebuah wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola manajer investasi. Namun, dana investor akan diinvestasikan ke surat berharga yang sesuai ketentuan syariah, seperti sukuk dan saham syariah.

Investasi reksadana dengan mengusung prinsip syariah telah diatur dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI). Adapun, fatwa tersebut tertuang pada nomor 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang pedoman pelaksanaan investasi reksadana sesuai syariah.

Reksadana yang berlandaskan prinsip syariah ini menerapkan akad mudharabah dan wakalah dalam proses transaksinya. Wakalah yaitu melimpahkan kekuasaan kepada suatu pihak pada perkara yang dapat diwakilkan.

Wakalah terjadi antara investor dengan manajer investasi, jadi investor mempercayakan dananya untuk dikelola oleh manajer investasi. Karena, manajer investasi diberikan wewenang untuk mengelola maupun mengatur dana investasi.

Jadi, manajer investasi harus menginvestasikan dana dari investor sesuai kesepakatan yang tertera dalam prospektus reksadana. Sementara, mudharabah yaitu menyerahkan harta kepada pihak lain untuk dikelola, nantinya hasil keuntungan akan dibagi sesuai kesepakatan.

Maka, hasil keuntungan investasi akan dibagi antara pemilik modal dan manajer investasi. Pembagian keuntungan sesuai syarat yang berlaku dan kesepakatan yang telah disetujui kedua belah pihak sebelumnya.

Daftar Reksadana Syariah Terbaik

Tetapi, sebelum memulai untuk mencoba bidang investasi, Anda harus mengetahui daftar penyedia produk keuangan ini yang terbaik dari tahun 2020 hingga 2021.

1. Reksadana dari Mandiri Syariah

Reksadana dari Bank Mandiri Syariah

Reksadana ini termasuk jenis reksadana pasar uang, di mana rupiah yang mendominasi. Selain itu, simulasinya bisa dilihat pada jangka pendek. Jadi, investasi jenis ini cocok bagi investor yang profil risikonya konservatif, karena tingkat risikonya rendah.

2. Reksadana CIMB Niaga Syariah

Reksadana CIMB Syariah
Reksadana CIMB Syariah

Reksadana yang satu ini bertujuan memaksimalkan keuntungan untuk jangka panjang melalui penempatan aset dalam instrumen saham. Karena disarankan untuk jangka panjang, maka risiko dari reksadana berprinsip syariah terbaik ini terbilang tinggi.

3. BNI Syariah

Reksadana Syariah BNI

Komposisi reksadana yang satu ini yaitu sebanyak 80% dana diletakkan pada efek syariah. Sementara, sisanya diletakkan di deposito syariah atau instrumen pasar uang syariah. Risiko investasi ini terbilang tinggi, tetapi sebanding dengan potensi imbal hasil yang juga tinggi.

4. MNC Dana Syariah

Potensi imbal hasil dari MNC Dana Syariah cukup baik, karena pernah mencetak imbal hasil sampai 4,52% dalam waktu setahun. Sementara, dalam kurun waktu tiga tahun berhasil mencetak sebanyak 19,28%.

5. Simas Syariah Unggulan

Salah satu reksadana terbaik yang menerapkan prinsip Islam ini pernah meraih keuntungan sebanyak 22,4% kurun waktu tiga tahun terakhir. Reksadana ini bisa menjadi pilihan untuk investasi jangka panjang, karena keuntungan yang diberikan juga jangka panjang.

6. Bahana Likuid Syariah

Pada tahun 2019, Bahana Likuid Syariah memperoleh imbal hasil hingga 5,87%. Bahana Likuid Syariah bekerja sama dengan Standard Chartered Bank yaitu bank kustodian, sehingga mampu mendapatkan laba tinggi setiap tahun.

Perbedaan Reksadana Konvensional dan Syariah

Terdapat perbedaan reksadana konvensional dan syariah, perhatikan tabel berikut ini agar lebih memahami perbedaan reksadana konvensional dan syariah.

No Kriteria Reksadana Konvensional Reksadana Syariah
1 Pembagian keuntungan -Menyesuaikan perkembangan suku bunga.

-Asalkan untung, jadi tidak memedulikan aspek halal dan haram.

-Pembagian untung disesuaikan prinsip syariah dan kesepakatan bersama.

-Menghindari hal yang bertentangan dengan syariat seperti, riba, ikhtikar, maysir, penawaran palsu, dan lainnya.

2 Tujuan Berinvestasi Berorientasi memperoleh return atau hasil setinggi-tingginya. Bukan hanya memprioritaskan keuntungan yang besar, tetapi mengandung nilai-nilai kebajikan sosial.
3 Pengelolaan -Bisa dikelola seluruh bank dan diinvestasikan pada semua efek, asalkan sesuai batasan yang ditentukan OJK.

-Tidak memedulikan besaran total hutang dan nilai aset.

-Berinvestasi pada perusahaan yang memenuhi prinsip syariah. Jadi, perusahaan tidak boleh bergerak di bidang judi, rokok, minuman alkohol, serta produk haram lain.

-Total hutang wajib lebih kecil dari nilai aset.

4 Return Tidak mengalami proses pembersihan atau penyaringan, asalkan pendapatan sesuai ketentuan OJK. Maka, reksadana konvensional bisa dijual manajer investasi. -Mengalami tahap pembersihan atau penyaringan, untuk mengetahui apakah sumber pendapatan berasal dari kegiatan halal atau haram.

-Jika, operasi perusahaan ditemukan unsur riba atau pendapatan non halal, maka pendapatan itu akan dipisahkan dari jumlah investasi, serta keuntungan halal.

5 Pengawasan Hanya diawasi Otoritas Jasa Keuangan Diawasi oleh OJK, sekaligus Dewan Pengawas Syariah untuk memastikan reksadana diolah sesuai prinsip syariah.
6 Akad Hanya menekankan kesepakatan, tanpa mempertimbangkan aturan halal dan haram. Menggunakan akad wakalah dan mudharabah.

 

Instrumen Investasi Syariah

Bagi sebagian orang, investasi bukan hanya permasalahan untung rugi, tetapi unsur halal dan haram juga diperhatikan. Karena itu, investasi ini hadir sebagai salah satu instrumen investasi syariah, bisa dikatakan reksadana cukup populer di kalangan milenial.

Biasanya, reksadana diperuntukkan untuk jangka pendek, sehingga cocok untuk investor pemula, karena risikonya tergolong rendah. Bahkan, modal yang diperlukan untuk berinvestasi reksadana cukup terjangkau.

Data OJK per Maret 2020 mengungkapkan bahwa sekitar 12% seluruh reksadana di Indonesia merupakan yang menerapkan prinsip Islam. Kurang lebih ada sekitar 269 produk.

Apakah Anda tertarik berinvestasi melalui produk keuangan syariah ini? Instrumen investasi syariah tidak sekadar menawarkan keuntungan besar. Tetapi, investasi syariah juga mengandung unsur  keberkahan, karena memperhatikan aspek halal dan haram.

PILIHAN EDITOR

Bagaimana Cara Beli Saham di Ipotgo? Berikut Detailnya

Saham Milenial - Agar bisa bertransaksi saham melalui Ipotgo, Anda tentu harus memahami mengenai cara beli saham di Ipotgo. Tanpa modal yang besar di...

Rekomendasi Saham Untuk Jangka Panjang dan Prospek Profitnya

Saham Milenial - Rekomendasi saham untuk jangka panjang dapat digunakan sebagai pertimbangan yang benar sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi. Karena investasi Efek itu bersifat...

Contoh Notulen Rapat Umum Pemegang Saham

Saham Milenial - Membahas mengenai contoh notulen Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tentu tidak bisa dilepaskan dari UUPT, yaitu UU No 20 Tahun 2007....

Inilah Reksadana Saham Terbaik 5 Tahun Terakhir

Saham Milenial - Daftar mengenai reksadana saham terbaik 5 tahun terakhir akan memberikan Anda pertimbangan yang matang terkait reksadana. Dalam artikel ini akan dibahas...