Definisi Pasar Modal, Peran, Sejarah, Jenis, Instrumen, Tujuan dan Fungsinya

Pasar Modal
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on pinterest

Saham Milenial – Dewasa ini, sudah banyak sekali yang terjun dan ingin mengikuti tentang trend pasar modal. Bahkan, para milenial juga sudah mulai tertarik dan mencoba mencari tahu tentang pasar modal tersebut. Namun, tahukah anda tentang apa itu defenisi dari pasar modal? Jika masih belum, maka berikut akan kita bahas lebih lanjut tentang pasar modal ini.

Apa Definisi Dari Pasar Modal?

Secara harfiah, sebenarnya tidak ada perbedaan dari pasar modal dan pasar konvensional pada umumnya. Tetap saja ini merupakan sebuah wadah atau tempat yang tersedia agar penjual dan pembeli bisa bertemu dan melakukan transaksi. Hanya saja, metode dan barang yang ditransaksikan di dalam pasar modal mungkin akan berbeda dengan pasar konvensional. Karena, didalam pasar modal, kita hanya melakukan transaksi jual beli terhadap surat-surat berharga seperti:

  • Saham
  • Obligasi
  • Warrant
  • Right
  • Option

 

Dimana kegiatan yang dilakukan dipasar modal berkaitan dengan penawaran serta perdagangan efek.

Apa Saja Peran Dari pasar Modal?

Setelah kita mengetahui definisi dari pasar modal, tentunya kita akan beranjak kepada peranan yang dimilikinya. Karena, pasar modal ini sendiri memiliki pengaruh yang cukup dalam perekonomian sebuah negara termasuk di Indonesia. Untuk itu, berikut beberapa peran penting yang dimilikinya, yaitu:

  • Salah satu lembaga yang menjadi perantara atau penyalur kegiatan keuangan yang non-bank.
  • Menjadi salah satu lembaga layanan yang akan memberikan keuntungan untuk para pemegang modal agar bisa mendapatkan keuntungan dari investasi yang mereka tanamkan.
  • Penyelenggara kegiatan yang nantinya menjadi wadah bagi pihak investor lain agar bisa menyalurkan dana atau aliran modal agar bisa membuat sebuah ekspansi atau perluasan bidang usaha.
  • Wadah yang menjadi pembatas untuk masalah ekonomi dan kegiatan bisnis dalam manajemen keuangan.
  • Penyedia layanan likuiditas untuk penjualan beragam surat berharga dipasar modal dari pemilik untuk dibeli oleh pihak lainnya.

 

Sejarah Singkat Pasar Modal

Menurut sejarah yang telah ditulis didalam sebuah buku berjudul Effectengids, perdagangan bursa efek ini sudah dimulai semenjak tahun 1880 atau dari abad 19. Cabang bursa efek juga diberitakan pernah didirikan di kawasan Batavia. Dimana kawasan ini merupakan cabang yang didirikan setelah adanya cabang-cabang lain di Hongkong, Bombai dan Tokyo.

Beberapa periode setelahnya, didirikan bursa Indonesia yang tercatat sebagai tempat untuk perdagangan jenis obligasi dan saham dari perkebunan atau perusahaan Belanda. Hal positif dari adanya keuntungan dari jual beli efek dari pihak Belanda inilah yang akhirnya memicu pihak Indonesia mendirikan perusahaan untuk bursa efek tersendiri. Kota pertama yang mendirikan perusahaan bursa efek di Indonesia yakni Surabaya dan Semarang.

Untuk sementara waktu, pihak kita warga Indonesia kala itu bisa menikmati manisnya profit saham yang berlaku. Bahkan, fakta dari catatan sejarah menyatakan keuntungan perdagangan bursa efek mencapai miliaran rupiah. Hanya saja, terjadi gejolak dan masalah akibat perang dunia ke II yang berdampak terhadap turunnya harga saham. Kondisi ini terjadi secara menyeluruh diseluruh dunia. Sehingga aktivitas di pasar modal sempat terhenti.

Pasar modal di Indonesia kembali aktif baru setelah kemerdekaan dan Orde Baru dibentuk. Yakni terjadi disekitaran tahun 1976. Bahkan, badan pengawasan pasar modal di Indonesia juga dibentuk dalam tahun yang sama. Sehingga, satu tahun kemudian kegiatan pasar modal ini kembali aktif dan ramai. Hingga sampai sekarang telah dibentuk badan pengawasan yang resmi dan bekerja dengan baik.

Jenis-Jenis Pasar Modal

Untuk lebih menguasai istilah dan pemahaman tentang pasar modal, maka kita perlu menggali ilmu lebih dalam. Salah satunya adalah dengan mengetahui jenis-jenis pasar modal, yakni:

Primary Market

Ini merupakan wadah utama yang nantinya akan menjadi tempat bertemunya pelaku dalam aktivitas perdagangan saham. Dimana tempat ini adalah wadah yang menjadi tempat penawaran yang dilakukan oleh emiten. Hingga nantinya dilakukan dan diperdagangkan ke pasar sekunder.

Secondary Market

Sesuai dengan namanya, tingkatan jenis pasar modal yang satu ini akan dilewati jika sudah ditentukan penawaran harga sebelumnya dipasar primer.

Third Market

Ini merupakan tempat bertemunya dan berlangsungnya aktivitas jual beli yang bukan berbentuk bursa.

Fourth Market

Merupakan istilah untuk mendefinisikan aktivitas pemindahan saham yang dibeli dengan modal yang cukup besar. Atau sebuah definisi yang menjabarkan aktivitas dari terselenggaranya perdagangan efek yang dilakukan oleh para investor.

Instrumen Pasar Modal

Sebelum kita lanjut kepada pembahasan lainnya terkait pasar modal, maka kita akan terlebih dahulu mengenali instrumen dipasar modal, yakni:

1. Saham

Saham merupakan salah satu instrumen yang paling dikenal dan terpopuler dikalangan investor maupun rakyat umum. Saham sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk pernyataan kepemilikan atas sebagian modal dari sebuah perusahaan atau badan usaha tertentu. Saham ini nantinya akan menghasilkan dividen yang bisa dinikmati oleh pemilik saham.

Tentu saja jumlah saham yang dimiliki oleh tiap-tiap investor nantinya akan memberikan pengaruh atas kekuasaan yang dipegang dalam perusahaan atau badan usaha tersebut. Kekuasaan yang dilimpahkan akan menjadi semakin besar jika modal saham yang ditanam juga lebih banyak. Bursa efek sendiri melakukan perdagangan atas dua jenis saham yakni preferred stock dan common stock.

2. Obligasi

Obligasi sendiri merupakan istilah untuk surat berharga yang berisikan peraturan atau perjanjian pinjaman hutang yang berjangka. Obligasi ini merupakan surat jaminan dan pengakuan hutang yang dimiliki oleh badan usaha atau perusahaan agar bisa mendapatkan sejumlah dana. Pemilik dari surat ini nantinya akan mendapatkan sejumlah bunga yang diberikan secara berkala sesuai dengan perjanjian awal.

3. Warrant

Istilah instrumen ketiga ini merupakan jenis turunan dari bentuk saham. Ini merupakan jenis surat berharga yang diterbitkan oleh pihak badan usaha atau perusahaan untuk pemegang efek. Dimana sang investor bisa membeli saham secara langsung dengan jumlah dan harga jual yang ditentukan dalam waktu tertentu.

4. Surat Danareksa

Ini merupakan surat berharga yang mendukung kepemilikan aset atas PT Danareksa. Dimana aset tersebut berupa saham, surat berharga di pasar uang dan obligasi.

5. Opsi

Instrumen ini menyatakan hak dan kepemilikan untuk setiap pemegang modal saham agar bisa membeli saham dengan jumlah dan harga tertentu dengan batas waktu yang ditentukan.

Apa Saja Tujuan dan Fungsi Pasar Modal?

Setelah mengenal banyak hal tentang pasar modal, kini kita memasuki pembahasan terakhir terkait tujuan dan fungsi dari pasar modal tersebut.

Tujuan:

  • Menambah kesempatan bagi setiap orang agar bisa memperbaiki pertumbuhan ekonomi.
  • Memberikan layanan agar setiap masyarakat bisa menjadi investor dan menikmati keuntungan dari penanaman modal disebuah badan usaha atau perusahaan.

 

Fungsi :

  • Memberikan wadah agar bisa menambah modal usaha
  • Pemerataan pendapatan yang berupa dividen bagi pemilik modal saham yang menanam saham mereka.
  • Wadah agar bisa memproteksi dan menyokong adanya tindakan peningkatan produksi.
  • Pemicu timbulnya industri-industri baru dan menjadikan lahan untuk pencari kerja.
  • Indikator perekonomian dan meningkatkan pertumbuhan peningkatan negara.

Demikianlah ulasan dan penjabaran singkat mengenai pasar modal. Semoga informasi ini bermanfaat.

Artikel Terkait

Baca Juga