Stock Split, Pengertian dan Pengaplikasian dalam Bisnis

Stock Split Pengertian dan Pengaplikasiannya dalam Bisnis
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on pinterest

Saham MilenialStock split dalam dunia bisnis perusahaan diartikan sebagai program pembagian atau pemecahan saham menjadi lembar yang lebih banyak namun dengan total nominal yang tetap sama. Pola pengertian tindakan ini adalah seperti sistem penukaran uang pecahan besar, menjadi pecahan kecil dengan jumlah lembar fisik yang lebih banyak namun tetap dengan nominal jumlah yang sama.

Biasanya, prosedur tersebut dilaksanakan pihak korporasi perusahaan dengan komponen fundamental kuat ditambah harga saham tinggi. Selain itu, harga saham yang tinggi mencerminkan performa perusahaan dengan kualitas kinerja dan pendapatan yang baik. Aksi korporasi ini kerap diambil ketika suatu perusahaan emiten hendak meningkatkan likuiditasnya.

Keuntungan Tindakan Stock Split

Dalam mengambil suatu keputusan, perusahaan harus memahami keuntungan dan risiko yang dapat terjadi. Serta mengamati gejolak pergerakan perusahaan pada saat itu. Beberapa keuntungan yang diperoleh melalui kegiatan ini adalah:

  1. Menambah jumlah lembar saham yang beredar sehingga akan membuka peluang bagi investor baru dari masyarakat. Jadi, siapa saja yang ingin membeli mempunyai kesempatan untuk itu.
  2. Melindungi tingkat likuiditas emiten agar tetap berada pada grafik yang aktif. Karena diperlukan tingkat likuiditas yang stabil, maka tindakan stock split akan dapat mempermudahnya.
  3. Melakukan penurunan harga saham demi menghindari harga saham yang terlalu tinggi, yang memberatkan para investor. Jika harganya terlalu tinggi, tentu investor akan berpikir dua kali dibandingkan jika harganya murah meskipun sahamnya lebih kecil tetapi affordable.
  4. Melibatkan lebih banyak investor untuk melakukan transaksi jual beli saham dengan modal terbatas. Dengan demikian, transaksi akan lebih luas dan perusahaan pun lebih banyak dikenal oleh para investor.
  5. Dengan memperkecil nilai saham per lembarnya, maka semakin kecil pula risiko yang mungkin terjadi. Terutama apabila ada masalah dengan pemegang saham maupun para investor.

Berdasarkan hal tersebut tindakan stock split tidak hanya akan menguntungkan pihak perusahaan sebagai entitas pelaku bisnis, namun juga bagi investor selaku penanam saham. Perusahaan memahami akan pentingnya aksi korporasi ini, demi menyelamatkan perusahaan agar tetap likuid.

Keuntungan Tindakan Stock Split

Jika perusahaan membiarkan harga saham yang tinggi tanpa melakukan pemecahan, maka akan berisiko pada minimnya minat investor sehingga akan membuat unsur fundamental perusahaan menjadi lemah.

Jenis-Jenis Stock Split

Setelah mengetahui tentang pengertian dan keuntungannya, maka Anda juga harus memahami tentang jenis-jenis stock split. Secara mendasar ada dua jenis aksi korporasi ini yang dapat dibedakan, yaitu sebagai berikut.

Split Up atau Stock Split

Yang dimaksud dengan stock split jenis ini merupakan kegiatan menurunkan nilai nominal di masing-masing lembar stock. Akibatnya, ada pertambahan jumlah saham yang beredar. Contohnya penurunan saham 1:4 artinya setiap satu lembar saham sebelumnya dipecah menjadi empat lembar dengan masing-masing nominal yang lebih kecil.

Split Down atau Reverse Stock Split

Hal ini memperkecil jumlah saham yang dipasarkan. Dengan perumpamaan 4:2 yang artinya empat lembar saham dengan nominal kecil digabungkan menjadi 2 lembar saham dengan nominal yang lebih besar namun dengan jumlah lembar saham yang berkurang.

Istilah-Istilah di Dalam Aksi Korporasi Stock Split

Di dalam melaksanakan keputusan stock split, perusahaan dan penanam saham akan menjumpai beberapa istilah yang penting untuk dipahami, diantaranya sebagai berikut.

1. Stock Split Ratio

Adalah rasio pemecahan saham, dimana adanya perbandingan rasio antar saham sebelumnya dan hasil jumlah saham yang sudah dipecah.

2. Cumdate (RG, NG)

Merupakan istilah tanggal terakhir perdagangan saham dengan nominal lama yang tercatat di bursa efek.

3. Ex Date atau Splitting Date (RG, NG)

Yang dimaksud dengan splitting date merupakan tanggal diawalinya jual beli saham menggunakan nominal baru. Waktunya adalah setelah stock sebelumnya dipecah.

4. Recording Date

Istilah yang digunakan untuk menyebutkan tanggal terakhir dilakukannya penyelesaian transaksi dengan nilai nominal lama.

5. Ex Date (TN)

Yang dimaksud dengan ex date adalah tanggal diawalinya finishing transaction memakai nilai nominal baru. Lalu, tanggal ini juga menunjukkan pembagian saham menggunakan nominal baru juga ke dalam rekening efek perusahaan atau bank kustodian di KSEI.

Tujuan Stock Split

 Langkah ini diambil oleh perusahaan emiten dengan tujuan antara lain:

  1. Untuk menambah jumlah saham yang beredar agar muncul lebih banyak investor baru yang turut serta sebagai pemegang saham.
  2. Menguatkan tingkat pertahanan likuiditas saham dengan banyaknya lembar saham yang beredar.
  3. Mengantisipasi lonjakan harga saham yang dapat memberatkan investor publik untuk membeli atau memiliki saham di suatu perusahaan.
  4. Supaya investor kecil dengan jangkauan rendah dapat membeli melalui harga yang telah dipecah. Dengan hadirnya investor kecil baru akan membuka peluang lebih besar untuk memperluas penyebaran saham.
  5. Odd lot yaitu keadaan dimana investor mempunyai saham dibawah 100 lembar, dan hitungan per 100 lembarnya disebut lot. Sedangkan round lot merupakan kelipatan jumlah per lot.
  6. Untuk memperkecil risiko yang mungkin terjadi terutama bagi para investor yang ingin memiliki saham dengan nilai saham yang relatif rendah. Oleh sebab itu jika sudah dilakukan pemecahan saham, artinya telah terjadi diversifikasi investasi.

Secara garis besar, tindakan ini memiliki tujuan untuk mengangkat likuiditas perusahaan dan demi menguatkan unsur fundamental di dalamnya. Meninjau dari kenaikan harga pasar yang dapat terjadi sewaktu-waktu, maka perusahaan berupaya menjaga para investor untuk tetap mampu menjangkau harga saham.

Tujuan Stock Split

Perusahaan harus menjaga likuiditas yang dimaksudkan adalah kemampuan untuk melunasi hutang dengan aset kekayaan yang senantiasa bergerak secara lancar. Semakin aktif bergeraknya peredaran saham yang terjadi, maka semakin baik pula nilai saham pada bursa efek.

Pergerakan Harga Saham Akibat Stock Split

Secara otomatis stock split memberikan pengaruh terhadap fluktuasi harga saham di suatu instansi. Harga yang semula tinggi dan memberatkan investor kecil, akhirnya mengalami penurunan harga per lembarnya setelah adanya aksi korporasi tersebut. Namun langkah ini juga tidak luput dari risiko lain yang dapat menimpa perusahaan apabila target harapan tidak tercapai.

Saham yang telah dipecah dapat melemah apabila investor melakukan terlalu banyak transaksi akan menahan lajunya harga. Sehingga menimbulkan pergerakan harga saham yang harus kembali disesuaikan oleh perusahaan agar tetap mendapat tempat yang menguntungkan di bursa efek.

Faktor lainnya adalah trend industri dan perubahan pasar yang terjadi juga memicu ditetapkannya stock split yang berdampak pada berubahnya harga saham perusahaan. Dengan demikian, apabila ada pemilih saham atau investor yang ingin mengetahui bagaimana perusahaan yang akan diberikan investasi, maka sebaiknya mencari tahu detail tentang transaksinya. Hal ini sangat penting agar tidak ada kesalahan dari dokumen saham maupun detail keputusan dewan direksi yang tidak sesuai dengan kebijakan personal sebagai salah satu anggota dewan korporasi ke depannya.

Artikel Terkait

Baca Juga