Lembaga Penunjang Pasar Modal dan Pelaku Kegiatan Efek di Indonesia

Lembaga Penunjang Pasar Modal dan Pelaku Kegiatan Efek di Indonesia

Saham MilenialLembaga penunjang pasar modal adalah badan atau institusi yang berperan sebagai pendukung dalam terlaksananya kegiatan jual beli di pasar modal. Serta memiliki fungsi untuk melayani pegawai dan masyarakat umum.

Lembaga penunjang pasar modal
Lembaga penunjang pasar modal (Sumber: jurnal)

Sedangkan pasar modal adalah tempat berlangsungnya permintaan dan penawaran surat berharga seperti saham, surat utang, obligasi, reksadana, instrumen derivatif dan instrumen lainnya. Lembaga penunjang berguna untuk pendanaan bagi suatu perusahaan serta sebagai sarana investasi bagi para investor. Apa saja lembaga penunjang pasar modal di Indonesia?

Lembaga Penunjang Pasar Modal di Indonesia

Dalam pelaksanaan transaksi pasar modal di Indonesia, tidak terlepas dari beberapa lembaga penunjang yang memiliki tugas, fungsi peran penting dalam terselenggaranya kegiatan ini. Di antara lembaga penunjang tersebut adalah sebagai berikut.

1. Biro Administrasi Efek

Biro Administrasi Efek (BAE) merupakan lembaga penunjang pada kegiatan pasar modal yang membantu sistem administrasi efek di pasar perdana dan pasar sekunder. Di dalam melakukan tugasnya, Biro Administrasi Efek berperan untuk melakukan pencatatan dan pemindahan kepemilikan efek.

Dalam pencatatan kepemilikan efek diikat berdasarkan kontrak dengan suatu emiten yang membutuhkan jasa administrasi efek tersebut. Pembagian hak antara kedua belah pihak telah diatur dan mendapat izin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

2. Bank Kustodian

Bank kustodian merupakan salah satu lembaga penunjang dalam kegiatan pasar modal. Bank kustodian berperan sebagai penyimpan atau pihak yang dititipi efek termasuk menerima deviden, bunga dan hak-hak lainnya.

Bank kustodian juga berfungsi untuk menyelesaikan transaksi efek dan menjadi pihak yang mewakili nasabahnya. Untuk menjadi bank kustodian, bank biasa perlu melalui beberapa syarat dan ketentuan yang diatur oleh pemerintah.

3. Wali Amanat

Wali amanat berfungsi sebagai pihak yang mewakili kepentingan pemegang saham yang bersifat utang atau sukuk untuk membuat penuntutan di dalam dan di luar pengadilan, yang memiliki kaitan dengan kepentingan pemegang saham.

Kegiatan yang ditanggungjawabi oleh wali amanat ini dilakukan oleh bank umum dan pihak lain melalui peraturan pemerintah agar dapat melaksanakan tugas dan fungsi sebagai wali amanat dengan prosedur yang benar.

Sebelum resmi memperoleh wewenang sebagai wali amanat, bank atau pihak terkait wajib untuk melakukan pengajuan kepada OJK dan telah memenuhi persyaratan sesuai peraturan pemerintah.

4. Pemeringkat Efek

Pemeringkat efek adalah perusahaan yang berperan sebagai penasihat investasi berbentuk perseroan terbatas yang melaksanakan kegiatan pemeringkatan dan memberikan peringkat. Sama halnya dengan lembaga penunjang pasar modal lainnya, perusahaan yang bertindak sebagai pemeringkat efek juga harus mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur oleh pemerintah.

Pemeringkat efek
Pemeringkat efek (Sumber: practicepanther)

Dalam melaksanakan tugas sebagai pemeringkat perusahaan wajib berlaku objektif dan bebas dari pengaruh pihak manapun yang bermaksud memanfaatkan jasa perusahaan serta dapat mempertanggungjawabkan pemberian peringkat yang dilakukannya.

Pemeringkat efek bisa memberikan peringkat. Pada siapa? Tentunya kepada objeknya. Antara lain  seperti saham atau efek yang bersifat utang. Lalu ada juga objek  efek beragun aset, sukuk atau efek lain yang dapat diperingkatkan. Serta pihak entitas termasuk reksadana dan dana investasi pada real estate dalam bentuk kontrak investasi kolektif.

Ketentuan yang dapat menjadikan suatu perusahaan perseroan terbatas sebagai pemeringkat efek adalah dengan wajib berlokasi dan melakukan kegiatan operasional di dalam negeri. Disamping itu pemeringkat efek juga harus mempunyai prosedur dan metode pemeringkatan yang sistematis, kredibel, transparan, konsisten dan lulus tahap pengujian.

Pelaku Pasar Modal di Indonesia

Pelaku pasar modal adalah pihak-pihak utama yang menjalankan roda kegiatan pasar modal berdasarkan prosedur dan peraturan yang telah ditetapkan di Negara Indonesia. Pelaku pasar modal terhubung dan memiliki keterkaitan yang erat dengan lembaga penunjang yang mendukung kegiatan pasar modal. Siapa sajakah pelaku pasar modal di Indonesia? Berikut daftarnya.

1. Menteri Keuangan Republik Indonesia

Di Indonesia Menteri Keuangan memiliki wewenang untuk mengatur dan membuat kebijakan terkait keuangan negara dan sistem perekonomian. Termasuk dalam membuat kebijakan umum perihal penyelenggaraan pasar modal yang kemudian menjadi acuan oleh seluruh pihak dan lembaga lain dalam melakukan arus transaksi dan pengelolaan saham di pasar modal.

2. BAPEPAM

BAPEPAM memiliki fungsi dan tugas sebagai pengawas dan pembina bursa efek serta melakukan penilaian terhadap perusahaan-perusahaan yang hendak melakukan penjualan saham ke pasar modal. Selain itu, tugas BAPEPAM juga meliputi tanggung jawab atas menteri keuangan dan menyelenggarakan pasar modal.

3. Bursa Efek Indonesia

BEI adalah pihak yang bertindak sebagai penyelenggara, penyedia sistem dan sarana untuk mempertemukan antara penawaran dan permintaan saham di pasar modal.

4. Lembaga Kliring dan Penjaminan

Lembaga Kliring dan Penjaminan berfungsi menetapkan peraturan kegiatan kliring dan penjaminan terkait penyelesaian transaksi bursa.

5. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian

Lembaga ini memiliki kewajiban sebagai pembuat peraturan mengenai jasa bank kustodian central dan jasa untuk penyelesaian transaksi efek.

6. Profesi Penunjang Pasar Modal

Ada beberapa profesi pekerjaan yang berkaitan dengan kegiatan pasar modal yaitu akuntan, konsultan hukum, penilai dan notaris.

7. Emiten

Emiten berperan sebagai pihak yang melakukan penawaran dalam rangka untuk menjual saham kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang ditetapkan oleh undang-undang.

Kesimpulan

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa lembaga penunjang pasar modal badan atau institusi yang berperan sebagai pendukung dalam terlaksananya kegiatan jual beli di pasar modal. Dalam pelaksanaan transaksi tersebut lembaga juga memiliki kaitan dengan berbagai pihak sebagai pelaku pasar modal yaitu Menteri Keuangan, BAPEPAM, BEI, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, profesi penunjang pasar modal dan emiten.

Laporan Ekuitas Pemilik: Uraian, Unsur-Unsur dan Contoh Lengkap

Laporan Ekuitas Pemilik Uraian, Unsur-Unsur dan Contoh Lengkap

Saham Milenial – Laporan ekuitas pemilik adalah catatan keuangan yang disusun oleh suatu perusahaan terkait peningkatan maupun penurunan aktiva bersih dan kekayaan selama periode tertentu berdasarkan prinsip yang dianut. Catatan tersebut disusun dalam bentuk laporan dan merupakan data penting antara perusahaan dengan investor. Laporan ekuitas menampilkan beberapa informasi dari mulai laba rugi hingga rekonsiliasi.

Menilik dalam dunia bisnis, istilah laporan keuangan, ekuitas pemilik atau ekuitas pemilik modal adalah bagian dari catatan hitam di atas putih yang memiliki berbagai fungsi seperti, rekam perjalanan keuangan, aktiva bersih, pengelolaan kekayaan dan laporan penting lainnya yang wajib ditulis sebagai bukti, laporan dan catatan jangka panjang. Melalui laporan per laporan, perusahaan dan juga investor dapat memantau perkembangan dan perubahan yang terjadi pada setiap periodenya dengan lebih terperinci.

Apakah Laporan Ekuitas Pemilik Itu?

Laporan ekuitas pemilik akan menjadi gambaran apakah perusahaan beroperasi dengan baik dan mengelola modal serta kekayaan dengan maksimal sehingga memperoleh keuntungan. Hal ini juga merupakan integrasi dan bukti kesinambungan antara penanam modal dan pengelola modal bahwa berdasarkan dana investor dan bekal kekayaan perusahaan maka terjadi laba dan berbagai data perubahan modal yang dicatatkan secara resmi.

Rumus Laporan Ekuitas Pemilik Modal
Rumus Laporan Ekuitas Pemilik Modal (Sumber: jurnal)

Sama halnya dengan sebutan laporan ekuitas pemilik modal yang memiliki prinsip dasar modal disetor dan laba ditahan. Jumlah saldo laba merupakan hasil kumulatif dari laba perusahaan yang telah ditahan. Secara singkat juga diartikan sebagai laporan yang menerangkan tentang perubahan dana investasi pemilik dari satu periode ke periode berikutnya.

Unsur-Unsur Pergerakan Modal Pemegang Saham Selama Periode Akuntansi

Adapun unsur-unsur yang menjadi faktor pergerakan modal pemegang saham pada suatu periode adalah sebagai berikut:

  • Hasil laba atau rugi bersih per satu periode yang telah ditetapkan. Berbeda dengan laporan terpisah yang berjudul laporan laba rugi. Di dalam ekuitas pemilik modal juga terdapat laporan mengenai hal ini namun dituliskan secara lebih padat sebatas informasi yang dibutuhkan tanpa uraian panjang sebagaimana laporan laba rugi yang memang khusus membahas laba dan rugi.
  • Pos-pos pendapatan dan beban yang ditanggung, keuntungan dan kerugian yang dijumlahkan berdasarkan Pernyataan Surat Akuntansi Keuangan.
  • Pengaruh hasil kumulatif dari perubahan maupun perbaikan kebijakan akuntansi terhadap kekeliruan mendasar sebagaimana yang diatur dalam Pernyataan Surat Akuntansi Keuangan
  • Rekam bukti transaksi dengan pemilik dan keterangan pendistribusian hak pemilik modal yang telah diukur berdasarkan aktiva dan kewajiban yang disepakati.
  • Keterangan jumlah saldo akumulasi mengenai laba ataupun rugi pada awal ekuitas periode serta perubahan seperti peningkatan dan penurunan yang terjadi selama periode tersebut.
  • Rekonsiliasi berdasarkan hasil tercatat pada setiap komponen ekuitas di awal dan akhir tahun. Hal ini termasuk mengenai laba dan rugi bersih yang disalurkan kepada pemegang saham. Perubahan yang terjadi termasuk peningkatan atau penurunan cadangan modal saham dan pembayaran dividen yang diberikan kepada pemegang saham.

Pos-Pos Keterangan Dalam Laporan Ekuitas Pemilik Modal

Di dalam laporan tersebut terdapat beberapa poin-poin keterangan yang disematkan sebagai badan utama dalam laporan, diantaranya:

  1. Modal Awal, adalah saldo yang diletakkan pada awal periode pelaporan komparatif sebagaimana yang tertulis pada laporan keuangan sebelumnya. Serta jumlah laba bersih per awal periode.
  2. Prive, merupakan penarikan dana modal oleh perusahaan untuk suatu keperluan yang akhirnya membuat saldo modal berkurang.
  3. Kenaikan ekuitas pemilik jika memang terjadi pada rentang periode.
  4. Total Saldo Akhir berisi jumlah saldo pada akhir periode yang diakumulasikan berdasarkan pos-pos penghitungan sebelumnya.

Contoh Laporan Ekuitas Pemilik oleh ‘Perusahaan Bersama’

Dalam memahami jenis laporan ini, maka penting untuk memperhatikan contoh laporan yang sesuai dengan ketentuan. Sebelum membuat laporan ini, maka terlebih dahulu harus membuat laporan laba rugi. Meski setiap perusahaan memiliki prinsip penyusunan yang berbeda-beda, namun pada dasarnya laporan terkonsep dengan sederhana sebagai berikut.

Perusahaan Bersama
Laporan Ekuitas Pemilik
Per 31 Maret 2020
Modal awal per 1 Maret 2020
Setor modal pada 1 Maret 2020 10.000.000
Laba bersih bulan Maret 2.000.000
12.000.000
Penarikan prive 4.000.000
8.000.000
Kenaikan ekuitas pemilik
Modal akhir per 31 Maret 2020 8.000.000

Berdasarkan laporan diatas dapat diketahui bahwa modal awal yang disetor oleh Perusahaan Bersama pada tanggal 1 Maret 2020 adalah 10.000.000, kemudian total laba bersih pada bulan tersebut senilai 2.000.000 sehingga total saldo yang tercatat adalah 12.000.000. Kemudian hasil tersebut dikurangi dengan penarikan prive sejumlah 8.000.000 yang kemudian melewatkan kenaikan ekuitas pemilik. Sehingga total modal akhir per tanggal 31 Maret 2020 adalah 8.000.000.

Fungsi Pembuatan Laporan, Daftar Pencapaian Hingga Evaluasi

Sebagaimana fungsi dasar dari laporan adalah untuk bahan pertanggungjawaban atas suatu tindakan oleh pihak pengelola kepada pihak penyetor modal, maka laporan ini dibuat dengan fungsi-fungsi yang diperlukan oleh kedua belah pihak baik perusahaan maupun investor selaku penanam modal.

Fungsi Pembuatan Laporan, Daftar Pencapaian Hingga Evaluasi
Fungsi Pembuatan Laporan, Daftar Pencapaian Hingga Evaluasi (Sumber: jurnal)

1. Sebagai Analisis Statistik Profit Perusahaan

Melalui laporan ini, investor dapat memantau perkembangan modalnya dari periode ke periode berikutnya. Pihak perusahaan dan penanam modal sama-sama dapat memperhatikan penurunan maupun peningkatan laba pada proyek usaha yang digarap oleh perusahaan sebagai pelaku usaha. Hal ini memberi keuntungan mengenai keterbukaan pengelolaan modal secara jelas dan tertulis.

2. Acuan Target Perusahaan

Sebagai acuan target pemasaran untuk periode berikutnya serta strategi-strategi pasar yang dapat diambil berdasarkan hasil laporan ekuitas. Apabila laba menurun, maka kinerja perusahaan pun menurun. Sebaliknya jika laba meningkat, maka kinerja perusahaan pun semakin baik.

3. Pertimbangan Bagi Investor

Sebagai bahan pertimbangan bagi investor untuk menentukan arah selanjutnya terkait modal yang ditanamkan. Seperti keputusan untuk menambah jumlah modal yang ditanam atau menjualnya di pasar saham.

4. Bahan Evaluasi

Sebagai evaluasi dan bahan koreksi untuk periode mendatang. Mengamati hasil laporan ekuitas dapat membuat perusahaan dan investor mengamati apa-apa yang perlu diperbaiki untuk periode selanjutnya.

5. Arsip Tertulis

Sebagai bukti tertulis laba dan pengelolaan modal dari investor secara berkala. Hal ini juga kemudian akan menjadi arsip yang telah merekam kumpulan data laporan laba dan pengelolaan modal antara perusahaan dan investor.

Demikian penjabaran mengenai pengertian laporan ekuitas pemilik, unsur-unsur, keterangan, contoh hingga fungsinya secara lengkap. Sehingga dapat disimpulkan bahwa laporan tersebut adalah catatan keuangan yang dibuat oleh perusahaan kepada penanam modal sebagai laporan selisih aktiva bersih dan kekayaan perusahaan.

Dalam laporan ini juga ditampilkan laba bersih dan total saldo modal. Kegiatan pelaporan tersebut juga memberikan rekonsiliasi yang membuat hubungan yang berkesinambungan antara perusahaan dan penanam modal. Dengan demikian maka keduanya pun sama-sama diuntungkan baik perusahaan sebagai pengelola modal dan investor sebagai penanam modal.

Satuan Saham di Indonesia dan Perubahan Jumlah Lembar Per Lot

Satuan Saham di Indonesia dan Perubahan Jumlah Lembar Per Lot

Saham Milenial – Satuan saham adalah hitungan per lot untuk setiap transaksi pembelian maupun penjualan saham. Sedangkan volume per lotnya berisi 100 lembar saham menurut aturan yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia.

Volume per lot dapat berubah dengan ditetapkannya aturan-aturan oleh Bursa Efek Indonesia. Dan ukuran lot bagi saham Indonesia berbeda dengan ukuran lot pada saham asing. Setiap negara memiliki aturan tersendiri mengenai jumlah lot saham di negara mereka.

Ketahui Definisi Lot Secara Komprehensif

Lot merupakan salah satu istilah penting yang harus diketahui oleh seorang investor. Lebih dari sekedar susunan kata berdasarkan tiga huruf, lot memiliki makna yang cukup berat. Lot berperan sebagai satuan saham yang menentukan tingkat likuiditas suatu perusahaan.

Hal ini juga menyangkut kemampuan daya beli investor. Apabila nilai per lot rendah maka akan memberi peluang pada lebih banyak investor untuk dapat membeli saham tersebut, hal itulah yang disebut dengan likuid. Artinya lebih banyak pencairan transaksi yang dilakukan karena harga yang kecil mampu dijangkau oleh lebih banyak orang.

Akan tetapi bagaimana jika seorang investor hanya mampu membeli dengan di bawah volume satu lot? Maka investor harus membelinya melalui satuan yang lebih kecil yaitu odd lots. Namun sayangnya satuan saham odd lots tidak dapat diperdagangkan pada saham reguler.

Meski terbilang jarang, transaksi odd lots ini dapat muncul apabila perusahaan melakukan aksi korporasi penerbitan saham baru. Beberapa diantaranya yang termasuk dalam aksi korporasi tersebut adalah right issue dan pembagian saham bonus.

Sejarah Perubahan Jumlah Lembar Saham Per Lot

Satuan lot saham mengalami dua kali perubahan volume pertama kali ditetapkan sebagai satuan saham Indonesia. Pada mulanya jumlah per lot yang ditetapkan adalah sebanyak 50 lembar saham.

Namun berdasarkan surat keputusan yang dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011, satuan lot saham berubah menjadi 100 lembar. Keputusan itu dimulai sejak tanggal 6 Januari 2014. Kemudian diubah lagi menjadi 500 lembar per lot pada tahun 2018.

Sejarah Perubahan Jumlah Lembar Saham Per Lot
Sejarah Perubahan Jumlah Lembar Saham Per Lot (Sumber: irfan)

Perubahan volume lot per saham tersebut ditujukan untuk meningkatkan likuiditas perusahaan. Dapat digambarkan dengan pemisalan si A membeli 5000 saham, berarti penghitungannya adalah Rp 5000 x 500 = Rp 2.500.000,-. Indonesia kala itu sedang mengembangkan ekonomi yang dilaporkan naik sebesar 5,02%.

Kemudian seiring dengan globalisasi, pemerintah dan seluruh lembaga keuangan berupaya untuk meningkatkan perekonomian dan membawa Indonesia ke taraf yang lebih baik. Jumlah saham per lot kembali berubah dan saat ini lembar saham per lot adalah 100. Meski sempat diberitakan akan berubah pada tahun 2019 lalu, namun BEI masih mengkaji lagi mengenai hal tersebut.

Manfaat Perubahan Jumlah Lembar Saham Per Lot

Perubahan jumlah lot per saham merupakan tindakan yang didasarkan pada pemikiran, analisa dan pertimbangan tentang manfaat yang dapat diperoleh oleh pihak BEI maupun perekonomian negeri. Setelah sebelumnya mematok 500 lembar saham per lot, BEI menurunkannya menjadi 100 lembar saham per lot.

Hal tersebut membuat banyak investor berlomba untuk menanamkan modalnya. Semakin rendah jumlah lembar saham per lot, maka akan semakin terjangkau pula harga yang ditetapkan per transaksi bagi investor. Jika harga sahamnya adalah Rp 200,-, maka untuk pembelian satu lot saham dengan satuan 100 lembar, maka yang harus dibayarkan adalah Rp 200,- x 100 = Rp 20.000,-.

Dengan harga yang rendah maka akan memberi peluang pada investor kecil untuk ikut membeli saham. Hal tersebut secara otomatis akan membuat transaksi pada bursa meningkat sehingga semakin besar pula pemasukan yang diterima oleh Bursa Efek Indonesia. Bahkan banyak yang memperkirakan bahwa jumlah saham per lot dapat lebih rendah lagi, misalnya menjadi 50 atau 20 lembar saham per lot.

Antara Lot dan Fraksi Harga

Lebih jauh lagi dalam hal ini istilah yang juga berkaitan dengan satuan lot per saham, yaitu fraksi. Lantas apa yang disebut dengan fraksi? Fraksi dalam pengertian bisnis berarti batasan perubahan atau kelipatan saham yang dapat diperjualbelikan. Maksudnya bahwa terdapat batas maksimal seseorang dapat membeli atau menjual saham dengan kelipatan tertentu.

Aturan fraksi harga saham ini wajib untuk dipatuhi sebagai standar dalam transaksi perdagangan saham. Berdasarkan peraturan yang berlaku per tanggal 2 Mei 2016 mengubah fraksi yang sebelumnya adalah kelompok harga <Rp 500.00 memiliki fraksi harga Rp 1,00, kelompok harga Rp 500.00 s/d >Rp 5000.00 memiliki fraksi harga Rp 5,00 dan >= Rp 5.000.00 memiliki fraksi harga Rp 25,00. Menjadi kelompok harga Rp 5 – Rp 200 memiliki fraksi Rp 1, Rp 200 – Rp 500 memiliki fraksi Rp 2, Rp 500 – Rp 2.000 memiliki fraksi Rp 5, fraksi Rp 2.000 – Rp 5.000 memiliki fraksi Rp 10 dan kelompok harga > Rp 5.000 memiliki fraksi Rp 25.

Perubahan fraksi yang dilakukan oleh BEI juga berkaitan dengan lot saham. Fraksi saham juga memiliki peran penting untuk meningkatkan likuiditas perusahaan, daya saing bursa dan kapitalisasi pasar. Jika seseorang menuliskan nominal saham yang diminta dengan angka diluar batas fraksi, maka akan secara otomatis tertolak oleh sistem. Hal ini disebut juga dengan auto rejection oleh Jakarta Automated Trading System atau yang disingkat JTAS.

Batasan fraksi merupakan ekuitas yang dibuat oleh Bursa Efek Indonesia sebagai patokan dasar dalam membeli jumlah saham. Hal ini tidak dapat dilakukan sembarangan karena dapat terjadi penolakan apabila nominal lot saham lebih tinggi dari fraksi harga.

Besaran Lembar Saham per Lot di Berbagai Negara

Berbeda di Indonesia berbeda pula di luar negeri. Masing-masing negara memiliki acuan saham yang ditetapkan oleh lembaga bursa yang berada di wilayahnya. Contohnya di Australia per satu lot ADR mewakili 20 lembar saham.

Sementara di Amerika Serikat dan Hongkong tidak ada batas minimal pembelian saham. Investor dapat melakukan transaksi meski hanya dengan membeli 1 lembar saham. Sedangkan Singapura, Malaysia dan China memiliki satuan 100 lembar saham per lot.

Berdasarkan uraian data dan informasi diatas dapat diketahui bahwa satuan saham dapat diartikan sebagai jumlah lembar saham per lot. Sedangkan lot adalah ketentuan minimum pembelian saham. Pembelian saham juga diatur dengan fraksi harga yang menjadi batasan maksimum pembelian saham. Apabila permintaan pembelian melampaui batas fraksi harga, maka transaksi akan ditolak oleh sistem dan investor tidak bisa melanjutkan transaksi.

Besaran Lembar Saham per Lot di Berbagai Negara
Besaran Lembar Saham per Lot di Berbagai Negara (Sumber: cnbcindonesia)

Keterangan ini penting untuk Anda ketahui sebagai bekal sebelum Anda memutuskan untuk datang ke perusahaan sekuritas dan membeli saham. Dengan mengetahui tentang hitungan lembar saham per lot serta fraksi harga yang ditetapkan maka proses transaksi yang akan dilakukan dapat berjalan dengan baik.

Cara Bermain Saham di Android Memudahkan Para Trader Untuk Mengoperasikannya

Cara Bermain Saham di Android Memudahkan Para Trader Untuk Mengoperasikannya

Cara bermain saham di Android menjadi pilihan yang mulai banyak diminati para pebisnis trading. Metode ini sangat memudahkan gerak para trader yang mobile. Fungsi smartphone yang sangat fleksibel untuk berbagai kebutuhan membuat aplikasi trading saham diciptakan demi memudahkan kegiatan ini.

Namun layaknya trading saham yang dimonitor dan dioperasikan melalui komputer, Android pun memiliki sistem dan cara pengoperasian yang terukur. Trading saham secara online melalui Android akan memberi banyak kemudahan dan kelebihan yang dapat dinikmati.

Sebagai seorang trader Anda tidak perlu pergi ke kantor layaknya karyawan, pun tidak harus berpakaian formal seperti pegawai kedinasan. Kegiatan ini pun dapat dengan santai dikerjakan dimana saja tanpa ada batasan ruang.

Di rumah, di perjalanan atau di lokasi kuliner dapat menjadi pilihan trading saham secara online. Asalkan trader tetap berada dalam jaringan internet yang kuat, dan memperhatikan jam potensial untuk melakukan transaksi.

Sebelum melakukan trading saham melalui sentuhan mudah jemari anda, pastikan segala kebutuhan primer dan penunjang sudah lengkap tersedia. Seperti smartphone dengan sistem Android yang mendukung, kuota internet yang mencukupi serta aplikasi trading saham yang bekerja optimal. Setidaknya hal tersebut menjadi faktor penting disamping pemilihan perusahaan sekuritas dan pembelian saham sebagai modal.

Cara Memulai Trading Saham Melalui Smartphone Android

Siapa bilang trading saham itu sulit? Kini berbisnis trading saham bisa dilakukan ala-ala kaum milenial yang tak bisa lepas dari ponsel. Berikut cara bermain saham di Android.

1. Membuka Rekening Saham pada Perusahaan Sekuritas

Langkah pertama adalah membuka rekening saham pada perusahaan sekuritas. Pilihlah perusahaan yang memiliki fundamental keuangan dan kinerja yang baik. Untuk memudahkan pemilihan, Anda bisa melihat 124 daftar perusahaan sekuritas yang ada di Indonesia melalui laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kabar baik dari keunggulan sistem online melalui Android adalah trader tidak perlu melakukan pembukaan rekening atau pembelian saham secara langsung dengan mendatangi instansi terkait. Namun hal itu dapat ditembus melalui teknologi digital yang mampu menghubungkan anda dengan perusahaan tanpa adanya tatap muka antara kedua belah pihak.

Salah satunya dengan mendaftar pada website yang tersedia. Kemudian anda akan diberi penawaran saham yang dapat dibeli. Pastikan pula notifikasi dari perusahaan selalu aktif agar anda dapat mengetahui segala perubahan dan pemberitahuan yang terjadi.

2. Menginstal Aplikasi Trading Saham

Langkah berikutnya lakukan survei dan analisa terhadap aplikasi trading saham yang paling cocok. Pilihlah aplikasi yang dilengkapi dengan fitur simulasi, sehingga akan memudahkan Anda dalam mempelajari penggunaannya saat bermain secara serius. Utamakan juga aplikasi yang memiliki izin resmi dari Komisi Keuangan Internasional. Hal tersebut akan menguatkan kegiatan trading pada Android sebagai bisnis yang legal.

Menginstal Aplikasi Trading Saham
Menginstal Aplikasi Trading Saham (Sumber: Ajaib)

Perhatikan setiap simbol dan tanda pada aplikasi. Seorang trader sudah seharusnya memiliki bekal cukup mengenai simbol dan keterangan yang ada pada chart trading. Lalu lakukan login atau pendaftaran pada aplikasi tersebut.

Selain memantau chart dan melakukan transaksi jual beli saham aplikasi trading forex atau saham juga dilengkapi dengan berita seputar keuangan hingga pergerakan saham di luar negeri.

3. Melakukan Trading Saham di Android Melalui Laman Website

Opsi lain yang dapat dipilih selain menggunakan aplikasi smartphone adalah dengan membuka situs khusus perdagangan saham. Pada era modern ini telah bermunculan banyak website yang dapat dijamah sebagai media jual beli saham. Anda dapat memilih mana saja yang sesuai dengan keinginan. Ini merupakan pilihan yang cocok bagi Anda yang kurang suka menampung banyak aplikasi dalam smartphone.

4. Mempelajari Simulasi Trading Online melalui Android

Metode trading saham online telah diterapkan oleh jutaan trader sukses yang kemudian membagikan simulasinya kepada publik melalui video. Untuk para pemula, hal ini penting sebagai contoh gambaran tentang arus yang akan dihadapinya.

Mempelajari Simulasi Trading Online melalui Android
Mempelajari Simulasi Trading Online melalui Android (Sumber: Lifepal)

Bagaimana seharusnya menjual dan menunda penjualan sesuai situasi. Anda harus memperhatikan seluk beluk mengendalikan saham di Android sebelum mempraktikkannya langsung. Mempelajari simulasi trading secara online menjadi salah satu persiapan bekal pengetahuan yang cukup penting.

Sebaiknya hal ini tak dilewatkan dalam daftar cara bermain saham di Android. Meski fungsi ponsel sudah sangat familiar bagi penggunanya, namun dalam hal trading saham trader harus membuka wawasannya untuk belajar lagi. Jangan sampai kegiatan penjualan sudah dimulai namun cara mengoperasikan belum sepenuhnya paham.

5. Tetap Memperhatikan Jadwal Perdagangan Saham

Hal yang tak kalah pentingnya dalam melakukan trading saham baik melalui komputer maupun Android adalah memperhatikan jadwal perdagangan saham.

Jadwal buka perdagangan dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi I pada pukul 09.00 sampai dengan pukul 11.30 dan sesi II dimulai pukul 13.30 sampai dengan pukul 14.49. Adapun sebelumnya di pukul 08.55 dilakukan terlebih dahulu sesi pre opening.

Mengapa harus mengikuti peraturan waktu sesuai pembukaan pasar saham? Karena dengan mengikuti jadwal tersebut, maka trader dapat mencairkan transaksinya secara langsung. Namun jika melakukan transaksi di luar waktu pembukaan pasar, maka transaksinya akan ditunda sampai pasar dibuka kembali. Hal itu akan menghambat aktivitas penjualan saham dan membuat keuntungan trader harus tertahan sementara waktu.

6. Memastikan Semua Komponen Pendukung pada Android Telah Lengkap Tersedia

Setelah persiapan cukup matang untuk beraksi pada trading saham, lengkapi terlebih dahulu semua kebutuhan yang wajib ada pada smartphone Anda. Diantaranya seperti kuota internet yang mencukupi.

Hal ini berarti jaringan internet tidak akan terputus selama kegiatan trading. Selain kuota internet, pengguna juga dapat memanfaatkan koneksi wifi jika ada, karena lebih terjamin kecepatan dan kapasitasnya.

Selain terhubung dengan jaringan internet, Android juga harus didukung dengan spesifikasi dan sistem yang update. Sehingga tidak akan terjadi kendala-kendala yang tidak diharapkan. Satu hal lagi yang harus dipersiapkan adalah isi daya baterai ponsel.

Pastikan trading tidak terhenti paksa karena ponsel kehabisan daya. Hal ini tentu akan memicu kerugian disebabkan saham yang tidak dapat Anda jual tepat waktu. Demikian beberapa cara bermain saham di Android yang dapat diterapkan untuk kegiatan trading.

Sebenarnya belajar berbisnis trading bukanlah suatu momok yang menyeramkan, karena dibalik sedikit teka teki kode forex atau saham, tersimpan keuntungan rupiah yang menggiurkan. Di samping itu bisnis dapat dilakukan tanpa adanya syarat latar pendidikan tertentu. Tak heran jika publik milenial bahkan kaum muda yang notabenenya suka dengan cara instan memilih untuk mulai berbisnis saham.

Nah, cara simpel dan fleksibel melalui Android, dapat menjadi pilihan dengan mengetahui langkah-langkah dan kaidah yang sesuai Bursa Efek Indonesia. Jika memang harus mengalami kegagalan pada mulanya, ambillah sebagai pelajaran untuk berbisnis dengan lebih lihai di keesokan hari dengan tetap menjaga cara-cara yang tepat dalam menjalankan trading saham.

Sudah Siap Dapat Untung dari Trading Saham Harian? Siapapun Bisa Mempelajarinya

Sudah Siap Dapat Untung dari Trading Saham Harian Siapapun Bisa Mempelajarinya

Saham Milenial – Trading saham harian adalah kegiatan perdagangan saham yang dilakukan setiap hari oleh pihak yang disebut trader, dengan terus memantau pergerakan harganya. Trading sendiri secara bahasa berarti perdagangan atau penjualan.

Dalam dunia bisnis, trading saham memiliki makna perdagangan saham jangka pendek. Diambil dari tujuannya, trading hampir mirip dengan investasi saham. Namun yang menjadi pembeda utamanya adalah rentang waktu yang ditempuh untuk mencapai keuntungan yang ditargetkan.

Bagi masyarakat awam bisnis trading perlu dikaji lebih dalam sebelum benar-benar menekuninya. Kegiatan penjualan saham dengan tempo singkat ini dapat dinarasikan sebagai perdagangan saham yang dibeli oleh trader ketika harganya rendah dan dijual kembali ketika harganya naik. Jangka waktu perdagangan trading biasanya per 15 sampai 30 menit atau paling lama berkisar satu minggu. Kegiatan trading ini dapat dilakukan pada pasar saham maupun obligasi.

Trading memberi kesempatan kepada trader untuk melakukan transaksi secara lebih banyak dibandingkan dengan investor. Investor akan mengakumulasikan keuntungan setiap tahunnya, sedangkan trader akan mendapat hasil lebih cepat hanya dalam waktu satu bulan. Faktor yang menjadi alasan utama seorang trader membeli saham emiten adalah kondisi dan sentimen pasar. Sehingga kinerja perusahaan tidak akan terlalu dipertimbangkan.

Trading Saham Harian Profit

Penjabaran diatas cukup jelas membahas trading saham harian, lantas apa yang dimaksud dengan trading saham harian profit? Hal ini adalah istilah untuk trading saham yang sukses menghasilkan keuntungan. Seperti halnya investasi yang juga berpeluang untung dan memiliki resiko rugi, trading saham pun demikian.

Profit merupakan target utama yang dikejar oleh trader. Sedangkan kondisi profit dapat muncul ketika pergerakan harga saham telah mencapai angka yang cukup tinggi dalam penjualannya. Kemudian trader akan melakukan holding atau pembekuan untuk melanjutkannya ke tindakan cut loss. Pergerakan saham terbilang cukup cepat sehingga trader harus benar-benar memperhatikan gerak fluktuasinya dengan cermat.

Cara Trading Saham Harian

Cara trading saham harian harus dipahami dengan baik sebagai bekal dalam menjalankan bisnis trading. Untuk memahami langkah-langkah trading sebenarnya tidaklah rumit. Namun tetap harus teliti dalam praktiknya agar terhindar dari kerugian yang tidak diharapkan. Berikut cara-cara yang harus Anda lakukan.

1. Memulai Trading dengan Nominal Rendah

Apabila Anda baru memulai usaha ini dan masih belum lihai dalam memegang kendali, maka disarankan untuk memulai penjualan dengan tingkat harga yang rendah. Hal itu juga berdasarkan pembelian saham dengan nominal yang kecil. Dengan kehati-hatian ini, Anda dapat belajar lebih baik dan mendapat pengalaman serta mengurangi risiko kerugian besar.

Memulai Trading dengan Nominal Rendah
Memulai Trading dengan Nominal Rendah (Sumber: Putrainvestorschool)

Jika menggeluti bisnis trading telah menjadi hobi dan keahlian khusus, Anda dapat meningkatkan standar nominal ke angka yang lebih tinggi untuk memperoleh keuntungan yang lebih tinggi pula.

2. Mematangkan Ilmu dan Pengetahuan Trading serta Seluk Beluknya

Mematangkan ilmu dan pengetahuan merupakan kunci yang dapat membuka peluang-peluang profit. Tanpa adanya cukup ilmu dan pengetahuan, maka Anda akan kesulitan untuk berjalan pada trading saham harian. Dasar-dasar utama yang harus dipelajari adalah kemampuan mengenal simbol, membaca tren dan melakukan analisa teknikal.

Dalam pasar saham ada banyak istilah dan simbol-simbol yang harus dipahami beserta maknanya. Serta ada dua jenis stick yang dominan dipakai yaitu candlestick dan bar stick atau yang disebut juga dengan OHLC. OHLC adalah singkatan dari Open High Low Close yang berarti Open saat pasar buka dan Close saat pasar tutup. Sedangkan High adalah harga tertinggi dan Low harga terendah.

3. Memilih Perusahaan yang Sekuritas

Selanjutnya tentukan perusahaan sekuritas, maksudnya adalah perusahaan yang menerbitkan saham, obligasi, surat utang, kontrak berjangka dan jenis surat berharga lainnya. Anda dapat menentukan pilihan perusahaan dengan pertimbangan sendiri atau berdasarkan performa perusahaan.

Karena berbeda dengan investasi jangka panjang, maka kinerja atau performa perusahaan tidak menjadi faktor yang berpengaruh pada modal yang ditanam. Kemudian Anda juga harus memperhatikan media aplikasi dan digital yang digunakan untuk memantau harga saham dan melakukan transaksi.

4. Menghindari Trading Saham yang Terlampau Fluktuatif

Beberapa orang menyebutnya sebagai saham gorengan. Mengapa? Karena saham ini memiliki pergerakan yang amat cepat, seperti lonjakan dan penurunan yang fluktuatif dalam waktu singkat.

Hal tersebut akan memusingkan trader pemula yang masih harus bertahap untuk belajar. Maka usahakan memilih saham yang bergerak tenang dan normal sehingga pemantauan dapat lebih landai namun tetap mendapat profit.

5. Langkah yang Diambil Apabila Terjadi Ketimpangan Order Jual dan Beli

Pada saat akan membeli saham, seorang trader akan dihadapkan dengan kondisi order jual dan beli. Ini mengenai teknik pemilihan waktu yang terbaik dimana saat itu harga jual tengah berada di tingkat high.

Bagi pemula dapat mencoba diantara waktu menjelang jam istirahat kantor atau sore menjelang penutupan pasar. Terjadinya ketimpangan yang tinggi adalah ketika order beli melonjak daripada pihak yang menjual, sehingga secara otomatis harga saham pun meningkat dan trader akan diuntungkan.

6. Menghindari Satu Transaksi untuk Semua Model

Bagi pemula atau siapapun yang hendak berbisnis trading saham perlu untuk memperhatikan langkah transaksi yang terbaik. Hal ini termasuk dengan menyesuaikan model pasar dan saham. Sehingga tidak dianjurkan untuk menggunakan satu jenis transaksi untuk seluruh model trading saham, seperti contohnya diversifikasi.

Menghindari Satu Transaksi untuk Semua Model
Menghindari Satu Transaksi untuk Semua Model (Sumber: Ajaib)

Anda perlu memperhatikan model saham dan pergerakan pasar sebelum memutuskan transaksi yang tepat. Karena model saham yang berbeda-beda maka trader harus benar-benar merasakan sendiri dan mulai melatih kepekaan untuk mengambil transaksi yang paling sesuai.

7. Melakukan Cut Loss dan Mendapatkan Profit yang Realistis

Untuk menghindari kerugian seperti harga saham turun atau bahkan modal hilang, trader harus melakukan cut loss ketika keadaan sudah berada pada posisi yang menguntungkan, artinya harga saham sudah ditambah dengan untung sebesar 10% atau 20%. Trader harus memiliki trading plan yang cukup agar berhasil mendapatkan cuan yang diharapkan.

Hal ini juga berkaitan dengan penentuan perusahaan sekuritas sebelumnya. Tidak hanya harus sekuritas namun juga sedang berada pada fundamental yang kuat. Sehingga kecil kemungkinan akan mengalami bangkrut. Tetapi jika saat trading ternyata perusahaan bangkrut, maka trader secara otomatis mengalami kerugian atau kehilangan modalnya.

Tips Trading Saham Harian untuk Trader Supaya Profit

Adapun tips trading saham harian untuk trader supaya profit:

  1. Strategi scalping – Teknik ini adalah yang paling populer bagi para investor. Merupakan strategi trading jangka pendek dengan time frame harian sampai mingguan.
  2. Strategi swing trader – Pada umumnya teknik ini dipilih oleh traders pada posisi sideways. Time frame dari strategi ini berkisar antara mingguan hingga bulan
  3. Strategi rally – Strategi ini menggunakan konsep Buy Low – Sell High. Teknik ini digunakan saat emiten mengeluarkan diskon lalu trader segera membelinya untuk modal.

Guncangan dan Arus Sebagai Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham

Guncangan dan Arus Sebagai Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham

Saham Milenial – Sebenarnya apa saja faktor yang mempengaruhi harga saham? Kendala dan peluang apa yang membuat saham berubah harga? Dalam dunia bisnis dan ekonomi pergerakan laju naik dan turunnya saham merupakan hal yang biasa. Namun demikian perusahaan dan segenap direksi harus berupaya menjaga stabilitas ketenangan harga saham di angka yang aman.

Penting bagi pebisnis, investor dan seluruh pelaku usaha perseroan untuk memahami apa-apa yang dapat mengusik harga saham turun maupun melambungkan harga saham naik. Setiap perusahaan memiliki potensi naik dan turunnya saham. Hal tersebut kerap terjadi karena beberapa faktor, ada yang merupakan tuntutan keadaan ada pula yang memang merupakan strategi perusahaan.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham Naik Maupun Turun

Secara rinci, pengaruh suatu kondisi atau kebijakan akan otomatis menurunkan atau bahkan menaikkan harga saham. Nah, berikut beberapa faktor yang mempengaruhi harga saham diantaranya sebagai berikut.

1. Proyeksi Kinerja Perusahaan pada Masa yang Akan Datang

Kinerja atau performa perusahaan di masa yang akan datang menjadi salah satu sebab perubahan harga saham. Riwayat perjalanan perusahaan dan gambaran analisis fundamental akan menjadi perhitungan tersendiri terhadap para investor. Mereka juga mengkaji pergerakan saham dari masa ke masa sehingga kemungkinan jangka panjang pun dapat diperkirakan.

Adapun unsur-unsur penting yang diperhatikan dalam mengamati kinerja perusahaan yang berpengaruh pada harga saham diantaranya tingkat dividen tunai, rasio nilai buku/Price to Book Value (PBV), tingkat rasio utang, Earning Per Share (EPS), dan tingkat grafik laba perusahaan.

Perusahaan dengan dividend payout ratio lebih tinggi akan menarik minat para investor karena cenderung dapat memberi feedback yang menguntungkan. Hal tersebut tentu berpengaruh terhadap harga saham perusahaan. Di samping itu Earnings Per Share yang tinggi juga akan memicu pembelian saham lebih banyak oleh investor sehingga harga saham pun akan terdorong naik.

2. Kegiatan Korporasi Perusahaan

Kegiatan korporasi perusahaan diartikan sebagai pengambilan kebijakan berdasarkan keputusan pihak manajemen seperti diberlakukannya akuisisi, merger, right issue dan divestasi.

Kegiatan Korporasi Perusahaan
Kegiatan Korporasi Perusahaan (Sumber: Jojonomic)

Beberapa kebijakan tersebut akan secara pasti memberikan dampak kenaikan maupun penurunan terhadap harga saham, tergantung dari kondisi perusahaan dan jenis korporasi yang diputuskan. Melalui keputusan korporasi yang diambil manajemen perusahaan, akan memunculkan persepsi tertentu yang akan membuat harga saham berubah.

3. Kondisi Negara atau Kebijakan Pemerintah

Satu faktor yang seringkali tak dapat ditepis adalah kondisi negara atau kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah. Seluruh perusahaan akan terkena dampak akibat kondisi tertentu yang terjadi di Indonesia seperti contohnya pandemi wabah virus corona atau Covid19 yang membuat saham anjlok. Hal tersebut dikarenakan ekonomi yang tersendat dan menurunnya aktivitas masyarakat, sehingga perusahaan tidak dapat memaksimalkan produksi maupun kinerja.

Kebijakan pemerintah juga menjadi acuan yang tak bisa diabaikan sehingga para emiten mau tidak mau harus mengawal sahamnya untuk menguat atau melemah. Kebijakan pemerintah secara resmi maupun sebatas wacana akan langsung memberi efek pada harga saham.

Contoh kebijakan yang mempengaruhi harga saham diantaranya, kebijakan ekspor impor, kebijakan hutang, kebijakan perseroan, kebijakan penanaman modal asing dan lain sebagainya.

4. Nilai Kurs Rupiah Terhadap Dolar

Salah satu yang memiliki pengaruh besar pada perubahan harga saham di bursa efek adalah nilai kurs rupiah terhadap dolar atau mata uang asing lainnya. Hal ini sangat umum terjadi apabila rupiah menguat ataupun melemah. Hal tersebut akan menjadi guncangan harga saham yang akan membuatnya turun atau bisa juga menjadi tangga yang akan membawa harga saham naik.

Jika rupiah melemah, perusahaan yang memiliki hutang dengan pihak asing dalam bentuk mata uang asing akan menanggung beban yang lebih berat. Namun jika rupiah menguat terhadap mata uang asing, perusahaan akan diuntungkan dengan beban yang lebih ringan dan akan mengangkat harga saham naik.

5. Rumor Beredar dan Issue Sentimen Pasar

Perusahaan-perusahaan harus waspada terhadap rumor dan issue yang akan membuat saham bergejolak. Rumor dan issue tersebut beberapa mungkin sesuai fakta, namun tak sedikit yang hanya berupa selentingan kabar burung semata.

Meski belum akurat kebenarannya, namun lagi-lagu saham harus terusik dengan kondisi tersebut. Melalui media rumor dan issue sentimen dengan cepat menyebar sehingga para investor mulai mengkhawatirkan kondisi saham yang dipegangnya.

Rumor Beredar dan Issue Sentimen Pasar
Rumor Beredar dan Issue Sentimen Pasar (Sumber: Merdeka)

Pemberitaan manipulatif yang berseliweran akan membawa dampak pada harga saham suatu perusahaan. Pemberitaan tersebut dapat muncul dari internal maupun eksternal perusahaan.

6. Pergerakan Ekonomi Makro

Faktor yang mempengaruhi harga saham berikutnya datang dari kondisi ekonomi makro. Mengapa ekonomi makro? Karena ekonomi makro memberikan dampak yang juga besar bagi perusahaan-perusahaan dalam berbagai bidang.

Misalnya seperti kenaikan dan turunnya suku bunga akibat kebijakan Bank Sentral Amerika. Perubahan suku bunga pada Bank Indonesia dan tingkat inflasi yang menjadi dasar kondisi ekonomi makro.

Tingkat pengangguran, pengaruh politik di dalam negara, tingkat suku bunga perbankan yang melejit atau merosot. Jika suku bunga tengah melejit, maka harga saham akan turun. Sebaliknya jika suku bunga cukup rendah maka harga saham pun melambung.

7. Panic Condition Akibat Insiden di Dalam Perusahaan

Situasi operasional perusahaan tak selamanya mulus tanpa hambatan. Perusahaan harus menghadapi kondisi-kondisi yang seringkali timbul tanpa permisi. Sehingga memunculkan masalah yang mempengaruhi kondisi mental seluruh direksi, jajaran dan investor maupun para calon penanam saham.

Contoh kondisi genting yang terjadi adalah insiden atau kecelakaan kerja yang membuat panik banyak pihak. Kondisi yang tidak diharapkan tersebut juga membuat saham panik sehingga terjadinya penurunan harga.

Namun direksi perusahaan dapat meredam kepanikan dengan mengeluarkan pernyataan klarifikasi atau kebijakan lain yang akan menguntungkan pihak investor dan mengembalikan kepercayaan konsumen. Hal tersebut dapat membantu harga saham kembali normal atau perlahan naik.

8. Tindakan Manipulasi Pasar

Manipulasi pasar adalah tindakan merekayasa keadaan pasar yang tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta yang terjadi. Hal ini biasanya dibuat oleh pihak tertentu untuk mendapatkan harga saham sesuai yang diinginkan.

Melalui asumsi yang muncul dari tindakan manipulasi tersebut maka, harga saham akan berpindah posisi baik turun maupun naik.  Hal ini akan secara langsung mendapat respon dan reaksi dari pihak manajemen perusahaan untuk mengatur dan mengkondisikan saham agar stabil atau berada pada harga semula. Sebagai perusahaan yang terstruktur dengan rapi, maka data-data dan laporan keuangan serta informasi penting lainnya akan memicu harga saham segera kembali normal.

9. Tingginya Tingkat Resiko dan Besarnya Pengembalian Saham

Tingginya tingkat resiko dan besarnya pengembalian saham juga menjadi faktor yang mempengaruhi harga saham. Jika suatu perusahaan meraup laba yang tinggi dan memikul resiko yang tinggi pula, maka harga sahamnya akan ikut berada di posisi atas. Sebaliknya jika resikonya rendah, maka pengembalian saham pun relatif rendah sehingga harga sahamnya akan menurun.

Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen, Lebih Menguntungkan yang Mana?

Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen, Lebih Menguntungkan yang Mana

Saham MilenialPerbedaan saham biasa dan saham preferen sangatlah kontras. Keduanya seperti antonim yang berlawanan. Kendati demikian masing-masing jenis saham tetap memegang kelebihan dan kekurangan masing-masing. Antara saham biasa dan saham preferen mengandung keuntungan dan resikonya masing-masing. Jenis saham tersebut ditentukan oleh perseroan sebagai perusahaan yang menjualkan saham, baik kepada pemerintah maupun kepada publik.

Saham yang lebih dikenal oleh masyarakat adalah saham biasa yang mengandung pengertian lembar kepemilikan suatu perusahaan sebesar saham yang dimiliki. Setiap pemegang saham memiliki porsi tugas dan hak sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki. Semakin tinggi persentase saham kepemilikan atas suatu perusahaan, maka semakin besar pula wewenang dan hak yang dimilikinya.

Secara umum saham biasa dan saham preferen memiliki garis besar yang sama, yakni lembar kepemilikan atas suatu perusahaan. Namun secara rinci keduanya memiliki perbedaan yang bertolak belakang

Perbedaan Berdasarkan Pengertian

Ditinjau dari kandungan maknanya, perbedaan saham biasa dan saham preferen mengusung pengertian yang berbeda, yakni sebagai berikut.

Pengertian Saham Biasa

Saham biasa adalah lembar sertifikat yang berfungsi sebagai bukti kepemilikan atas suatu perusahaan sebesar jumlah modal yang ditanam. Pemegang saham memiliki hak dan kewajiban yang juga berdasarkan besarnya saham yang dimiliki.

Selain itu pemegang saham juga berhak mendapat keuntungan dari laba perusahaan. Pun secara otomatis turut menanggung kerugian apabila perusahaan mengalami kerugian. Individu atau seseorang yang memiliki saham biasa berhak turut andil dalam mengelola manajemen perusahaan. Hak tersebut diatur oleh besarnya saham yang dimiliki. Disamping itu juga berhak ikut dalam proses penyusunan direksi dan kebijakan perusahaan.

Pengertian Saham Preferen

Saham preferen adalah adalah lembar kepemilikan saham atas suatu perusahaan dengan tambahan hak yang lebih banyak dari jumlah saham yang dimiliki. Hal ini berarti, pemegang saham mendapat lebih banyak keuntungan daripada hak yang didapat dari saham biasa. Pemegang saham ini juga memiliki peran yang lebih besar dibandingkan dengan pemegang saham biasa.

Tidak berarti mengungguli saham biasa, saham preferen hanya berbeda dengan saham biasa. Pada dasarnya saham preferen adalah saham yang dilepaskan oleh pemiliknya untuk dilindungi oleh kreditur. Berimbang dengan hak yang besar, saham ini juga mempunyai resiko yang lebih tinggi bagi pemegangnya. Namun laba yang akan didapat juga lebih besar.

Perbedaan Berdasarkan Hak

Jika diperhatikan dari hak masing-masing saham, keduanya memiliki perbedaan yang menonjol. Perbedaan saham biasa dan saham preferen yaitu sebagai berikut.

Hak Pemegang Saham Biasa

Pemegang saham biasa mendapatkan hak untuk memberikan suaranya dalam rangka penyusunan direksi dan penetapan kebijakan-kebijakan perusahaan. Serta turut menjaga kepemilikan saham agar terus berada dalam kondisi proporsional melalui kegiatan pembelian saham tambahan.

Keuntungan yang didapat oleh pemegang saham biasa adalah setimpal dengan kinerja yang dilakukan. Pemegang saham juga dapat membeli juga memiliki hak untuk membeli kembali dan membuat proporsi kepemilikan saham tetap terjaga.

Hak Saham Preferen

Pada saham preferen, pemegang saham menerima dividen dengan jumlah yang tetap secara rutin. Apabila perusahaan memiliki kinerja yang optimal, maka mereka tidak bisa menikmati dividen tersebut.

Hak Saham Preferen
Hak Saham Preferen (Sumber: Unsplash)

Pemegang saham preferen lebih diprioritaskan saat mengambil pengembalian investasi. Apabila perusahaan mengambil langkah likuidasi, pemegang saham preferen lebih didahulukan untuk mendapat pengembalian investasi dibandingkan dengan pemegang saham biasa. Memiliki dividen yang bersifat kumulatif, jika tidak dibayar pada satu periode makan akan diakumulasikan pada periode berikutnya.

Perbedaan Berdasarkan Kelebihannya

Berdasarkan pertimbangan kelebihan  saham biasa dan saham preferen, keduanya memborong sisi positif yang juga berbeda, dimana perbedaan saham biasa dan saham preferen yaitu sebagai berikut.

Kelebihan Saham Biasa

Pada saham biasa, tidak adanya kewajiban untuk membayar dividen kepada pemegang saham menjadi sebuah kelebihan. Saham biasa tidak memiliki batas waktu atau jatuh tempo. Bukan hanya itu, meskipun biasa, saham ini relatif beresiko rendah bagi perusahaan ketimbang saham preferen, termasuk dibandingkan dengan hutang jangka panjang.

Apa lagi kelebihan dari saham biasa? Para pemegang saham bisa memiliki peluang untuk diversifikasi usaha, mampu meningkatkan likuiditas dan mendapat pemasukan kas. Tak hanya itu, ada juga keutamaan untuk lebih mudah dalam melakukan penghitungan nilai perusahaan.

Terakhir, perusahaan beroperasi secara lebih transparan bagi semua pihak sehingga menarik banyak pihak untuk turut mengawasi kegiatan perusahaan, karena menjual saham kepada publik artinya menjadikan perusahaan dapat dimiliki oleh publik.

Kelebihan Saham Preferen

Saham Preferen, menjadi yang diutamakan  dalam pembagian dividen apabila perusahaan mendapatkan omzet. Mendapat penawaran dengan berbagai cara, diantaranya cumulative preference share (pembagian dividen sekaligus pada akhir tahun dengan sistem akumulasi yang diberikan di tahun berikutnya).

Participating preference share (pemegang saham lebih diprioritaskan atas keuntungan perusahaan). Tidak hanya memperoleh dividen namun pemegang saham juga berhak atas keuntungan perusahaan yang masih tersisa. Salin itu saham preferen dapat memberi nilai dividen yang lebih besar daripada yang diterima pemegang saham biasa.

Terakhir, apabila perusahaan melakukan likuiditas, maka pihaknya akan lebih dahulu mendapat pencairan uang hasil investasi daripada pengembalian modal kepada pemegang saham biasa.

Perbedaan Berdasarkan Kelemahan

Tanpa menyembunyikan kekurangan masing-masing saham, saham biasa dan saham preferen juga memiliki sisi kelemahan yang harus Anda ketahui, di mana perbedaan saham biasa dan saham preferen yaitu sebagai berikut.

Kelemahan Saham Biasa

Saham Biasa, apabila pemegang saham ini melakukan penjualan sahamnya, maka akan mengancam keseimbangan kendali yang dipegang oleh mayoritas. Jika terjadi pemecahan saham maka akan menurunkan harga per lembar sahamnya dan tentu akan menurunkan labanya juga.

Kelemahan Saham Biasa
Kelemahan Saham Biasa (Sumber: Unsplash)

Rentan terhadap konflik antar kelompok yang dapat menimbulkan agency problem dan dapat memicu agency costs, seperti contoh konflik antar divisi, kelompok, manajer atau karyawan.

Kelemahan Saham Preferen

Saham Preferen, menanggung kewajiban-kewajiban yang harus diselesaikan kepada perusahaan dan pemegang saham ini lebih prioritas dari saham biasa. Dalam beberapa kondisi saham preferen hanya dibutuhkan saat perusahaan benar-benar membutuhkannya.

Misalnya seperti jika terjadi kekurangan dana atau membutuhkan dana dengan harga rendah dan waktu yang lebih cepat. Kemungkinan mendapat investor yang kurang berpengalaman karena didesak waktu dan dana yang rendah sehingga harganya di bursa efek akan melantai atau turun drastis.

Perbedaan Jenis Pembagian Kelompok

Saham biasa tidak memiliki cabang pembagian kelompok, melainkan ia merupakan jenis tunggal yang berdiri dengan pengertiannya sendiri, namun berbeda dengan saham preferen yang memiliki cabang pengelompokan yaitu, saham kumulatif dan non-kumulatif, saham preferen konvertibel, saham preferen yang dapat ditarik dan saham preferen yang dapat ditebus. Pengelompokan saham preferen tersebut memiliki pengertian sebagai berikut:

1. Saham Kumulatif dan Non-Kumulatif

Saham kumulatif adalah besaran dividen yang diberikan pada periode mendatang dengan total yang telah diakumulasikan. Hal ini dilakukan apabila perusahaan tidak memberikan pengumuman dividen kepada pemegang saham. Sedangkan saham non-kumulatif adalah saham yang tidak disertai dengan peraturan jumlah dividen yang ditetapkan. Dividen yang tidak diberikan berarti tidak ada dividen.

2. Saham Preferen Konvertibel

Saham preferen konvertibel, adalah surat saham.yang dapat ditukarkan dengan surat berharga lainnya berdasarkan peraturan perusahaan.

3. Saham Preferen yang Dapat Ditarik

Definisinya yaitu saham yang dapat ditarik apabila saham tersebut telah melewati kriteria sebagai saham yang dapat ditebus berdasarkan ketentuan perusahaan

4. Saham Preferen yang Dapat Ditebus

Secara pengertian, ini adalah saham yang dapat ditebus setelah melalui syarat dan aturan yang telah ditentukan oleh perusahaan. Itulah perbedaan saham biasa dan saham preferen. Jadi, mana yang lebih menguntungkan memang tergantung dari karakteristik masing-masing investor.

Memahami Analisa Fundamental Saham Biar Cuan Makin Melimpah

Memahami Analisa Fundamental Saham Biar Cuan Makin Melimpah

Saham MilenialSudah paham belum tentang analisa fundamental saham? Buat Anda yang doyan investasi saham, istilah analisa fundamental tentu tak asing lagi. Model analisa ini kerap ditemukan dan diterapkan dalam investasi.

Bukan hanya berinvestasi saham tentunya, namun bisa pula diaplikasikan pada emas dan forex. Lantas, apa sebenarnya analisa fundamental saham? Bagaimana pula cara menerapkannya biar keuntungan saham kian meningkat?

Pengertian Analisa Fundamental

Jika berbicara soal investasi, Anda pasti dihadapkan pada teknik analisa. Dalam investasi sendiri dikenal 2 teknik analisa, yakni fundamental dan teknikal. Analisa fundamental saham berarti analisa yang melibatkan beragam faktor pendukung, seperti kondisi perusahaan, ekonomi makro dan mikro, persaingan, serta industri yang tengah berkembang.

Semua faktor tersebut akan mempengaruhi pergerakan saham perusahaan di pasar. Dengan bantuan data tersebut, investor bisa mengetahui kondisi perusahaan secara mendalam. Apakah perusahaan tengah menghadapi pailit atau surplus dalam beberapa tahun belakangan?

Dari sinilah, Anda bisa menentukan akan melakukan investasi atau tidak. Kebanyakan investor yang menggunakan teknik analisis ini punya tujuan investasi jangka panjang.

Mereka tentu tak ingin dananya terbuang sia-sia dengan berinvestasi di perusahaan yang salah. Meskipun analisa fundamental tak hanya berlaku pada saham, banyak orang justru mengaitkannya pada instrumen investasi tersebut. Tak ayal kalau analisa fundamental identik dengan saham, daripada emas dan forex. Bagi mereka yang berpegang teguh pada analisa ini dikenal sebagai fundamentalist.

Faktor yang Mempengaruhi Analisa Fundamental

Sebagian besar investor pemula sering mengalami kesulitan saat terjun ke dunia investasi. Pasalnya, mereka tak paham apa saja yang harus dipelajari, terlebih perihal analisa fundamental saham. Guna membantu Anda memecahkan masalah tersebut, berikut beberapa hal yang mesti dikenali dari awal:

1. Berita Perusahaan

Tak sulit menemukan berita seputar perusahaan besar saat ini. Anda bisa membaca dan menggalinya dari koran, majalah, maupun artikel di internet. Semuanya tersedia secara gamblang dan mudah untuk dipahami oleh masyarakat awam sekalipun.

Perkembangan dan persoalan yang tengah dihadapi perusahaan pun disajikan secara menarik dan update. Sehingga Anda bisa mendapatkan gambaran umum terkait kondisi perusahaan saat ini.

2. Laporan Keuangan

Darimana Anda bisa tahu kondisi perusahaan tanpa melihat laporan keuangan secara berkala? Sebagai investor, Anda dituntut untuk lebih teliti dan bijak membaca sebuah perusahaan. Apakah perusahaan meraih untung dalam 3 tahun terakhir?

Berapa besar keuntungan yang didapat? Laporan keuangan menjadi kunci utama untuk mengetahui perusahaan dalam kondisi sehat atau tidak. Emiten bakal menerbitkan laporan keuangan secara berkala, yakni 3 bulan sekali melalui website resmi perusahaan.

3. Kondisi Ekonomi

Selain mengenali perusahaan yang dijadikan investasi, Anda harus mengobservasi kondisi ekonomi terkini. Data ekonomi jadi pegangan awal sebelum mulai berinvestasi. Badan Pusat Statistik berwenang mengeluarkan data ekonomi untuk masyarakat, begitu pula dengan Bank Indonesia.

Hal ini sangat membantu siapapun untuk mempersiapkan dan memilih investasi saham yang sesuai. Tentunya tanpa mengesampingkan profil resiko dari masing-masing investor.

Berbagai Rasio yang Mempermudah Analisis

Sampai disini, Anda paham bukan tentang analisa fundamental saham? Kalau merasa malas atau rumit memahami laporan keuangan, ada poin penting yang mesti dilakukan. Anda bisa mempelajari rasio analisis, yakni sebagai berikut.

1. Earning Per Share (EPS)

Rasio EPS menunjukkan keuntungan atau laba bersih yang didapat oleh perusahaan. Perhitungan ini akan membantu Anda mengetahui kondisi perusahaan dalam keadaan baik atau tidak. Semakin tinggi keuntungan yang dibagikan, makin bagus pula kondisi perusahaan tersebut. Namun perlu diingat, tak selamanya laba bersih menunjukkan kondisi perusahaan secara keseluruhan. Pasalnya, EPS berkaitan dengan lembar saham yang beredar di pasaran. Beberapa perusahaan diketahui tak memasarkan saham dalam jumlah besar. Untuk menghitung EPS, Anda bisa mengkalkulasikannya dengan:

EPS = laba bersih – dividen – pajak) / lembar saham yang beredar

2. Price Earning Ratio (PER)

Jika EPS menunjukkan laba bersih perusahaan, maka PER memperlihatkan komparasi keuntungan dengan harga saham. Sederhananya, Anda bisa tahu keuntungan perusahaan tinggi atau tidak dari PER. PER sendiri merupakan turunan dari EPS yang didapat dari kalkulasi harga saham dibagi dengan EPS. Umumnya, investor akan mencari harga saham yang rendah dengan keuntungan tinggi. Saham seperti ini sangat cocok untuk dijadikan investasi jangka panjang.

Price Earning Ratio (PER)
Price Earning Ratio (PER)

Berbeda dengan harga saham rendah, harga lembar saham yang dinilai tinggi justru kerap sepi peminat. Para investor biasanya akan membandingkan harga saham perusahaan satu dengan lainnya. Dari sini, diketahui perusahaan mana yang berada di posisi puncak.

3. Price to Book Value (PBV)

Bisakah nilai saham dianggap wajar atau tidak? Pada kenyataannya, analisa fundamental saham membantu para investor mengetahui nilai wajar saham yang akan dibeli. Nilai wajar tersebut dikenal dengan PBV yang fokus pada ekuitas perusahaan.

Cara menghitung PBV pun tak sulit, Anda cukup membagi harga saham dengan nilai bukunya. Rasio bakal memperlihatkan PBV > 1 atau < 1. Poin penting, PBV < 1 tak selalu berarti layak investasi, bisa saja perusahaan stagnan atau tak berkembang. Oleh sebab itu, gunakan PBV dengan rasio lainnya, seperti PER maupun EPS.

4. Return on Equity (ROE)

Ingin tahu berapa besar keuntungan yang didapat selama berinvestasi? ROE menjadi rasio tepat untuk menghitung hal tersebut, yakni.

ROE = keuntungan bersih / ekuitas keseluruhan

Sama halnya dengan PER, rasio ROE yang tinggi menunjukkan efektivitas perusahaan dalam mengelola keuangan. Guna mengetahui tingkat pertumbuhan perusahaan, Anda bisa pula membandingkannya dengan perusahaan lain atau ROE selama beberapa periode. Kualitas kinerja perusahaan bakal terlihat jelas dari perbandingan tersebut.

5. Debt to Equity Ratio (DER)

Sulit menemukan perusahaan besar tanpa tanggungan utang sedikitpun. Hampir seluruh perusahaan memiliki utang untuk menunjang operasionalnya. Sayangnya, utang tersebut bakal berpengaruh pada investasi yang Anda lakukan. Biar tak salah langkah, coba lakukan perhitungan sederhana ini.

DER = hutang perusahaan / total ekuitas

DER > 1 menunjukkan utang perusahaan yang harus diwaspadai, sebab lebih besar daripada ekuitas yang dimiliki. Bagi investor pemula, sebaiknya pilih perusahaan dengan DER < 1 yang memungkinkan Anda berinvestasi dalam jangka panjang.

Kelebihan dan Kekurangan Analisa Fundamental

Seberapa efektif menerapkan analisa fundamental saham dalam berinvestasi? Jika Anda menanyakan hal ini, jawabannya tentu 50 : 50. Begitu pula ketika Anda menanyakan analisis mana yang efektif?

Kelebihan dan Kekurangan Analisa Fundamental
Kelebihan dan Kekurangan Analisa Fundamental

Sebagian broker akan menjawab kedua-duanya, sebab tak ada yang pasti. Menggabungkan analisa teknikal maupun fundamental tentu bukan hal yang mudah. Anda harus belajar semuanya dari awal, terutama untuk investor pemula.

Sejauh ini, keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hanya saja analisis fundamental bergerak tak responsif terhadap pasar. Para investor seringkali salah kaprah dan mengacuhkan hal lain diluar faktor analisis fundamental. Bahkan kasus beras sekalipun bisa mempengaruhi anjloknya perusahaan pangan di Indonesia. Jadi, terbayang bukan betapa rumit dan menyenangkannya belajar investasi saham sedari dini?

Daftar Saham Syariah Terbesar di Indonesia

Daftar Saham Syariah Terbesar di Indonesia

Saham MilenialDaftar saham syariah di Indonesia kian bertambah seiring dengan berkembangnya perekonomian dan merambahnya sistem syariah di hampir semua aspek kegiatan usaha. Sebagaimana pengertian saham yang berupa lembaran surat berharga yang mengidentifikasikan kepemilikan hak atas suatu perusahan yang telah diterbitkan oleh emiten dengan pengelolaan dan prinsip syariah, maka kaidah penerapan saham syariah berbeda dengan saham umum.

Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim menjadikan peluang syariah merambah dengan cepat. Ada banyak produk keuangan berbasis syariah yang ditawarkan mulai oleh bank, misalnya saja deposito syariah, tabungan syariah, pinjaman syariah, atau reksa dana syariah. Satu lagi yang paling diminati adalah saham syariah.

Bahkan dalam penutupan perdagangan di akhir tahun lalu, Indeks Saham Syariah Indonesia menduduki peringkat unggul dari Indeks Harga Saham Gabungan. Hal ini diperkirakan karena neraca perusahaan anggota indeks syariah yang cenderung lebih sehat dari perusahaan umum lainnya.

Deretan Saham Syariah yang Paling Moncer di Indonesia

Daftar saham syariah adalah data perihal saham-saham dengan sistem syariah yang sedang berkembang pesat di bursa saham.

1. TRIM Syariah Saham: Dikelola oleh PT Trimegah Asset Management

Informasi ini dibuktikan TRIM melalui data yang dikeluarkan Bareksa pada 23 Agustus 2019 lalu. Selama kurun waktu satu tahun saham ini mengalirkan keuntungan hingga 13,21%, kurun tiga tahun 6,23%, kurun lima tahun 12,18% dan year to date sebesar 11,26%. Investasi ini memiliki tujuan untuk mempertahankan investasi awal dan mendapatkan perolehan nilai investasi optimal dalam.jangka panjang yang sesuai prinsip dan kaidah syariah

Jenis reksadana syariah ini berada dibawah manajemen PT Trimegah Asset Management dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) menyentuh angka Rp 1.880,03. Tercatat sejak diluncurkan pada 27 Desember 2006 TRIM Syariah Saham mengelola total dana sebesar Rp 77,430 miliar. Perusahaan ini membuka peluang investasi kepada masyarakat umum dengan nominal terendah senilai Rp 100.000 yang akan dialokasikan untuk modal sebesar 93,86% dan sisanya di perusahaan portofolionya.

2. Sucorinvest Sharia Equity Fund: Optimalisasi Investasi Berdasarkan Prinsip Syariah

Sucorinvest Sharia Equity Fund menjadi reksadana yang patut diperhitungkan. Imbal hasil yang diberikan dalam satu tahun terakhir dapat mencapai 9,33%, dalam tiga tahun mencapai 60,48% dan year to date menembus 15,45%. Dengan tujuan memberi investasi optimal dengan minimum 80% saham  ini mengamalkan prinsip-prinsip syariah. Diterbitkan lada tanggal 8 November 2013 dengan harga Rp 1.000,00 saham ini mengkuatodiankan asetnya di Bank Negara Indonesia.

Sucorinvest Sharia Equity Fund Optimalisasi Investasi Berdasarkan Prinsip Syariah
Sucorinvest Sharia Equity Fund Optimalisasi Investasi Berdasarkan Prinsip Syariah

Sampai saat ini, perusahaan telah mengelola dana sekitar Rp 188,185 miliar. Mereka membuka peluang invest bagi siapa saja dengan minimal setor Rp 100.000 yang akan kemudian 80-100%-nya akan dimasukkan pada investasi efek ekuitas syariah atau bisa juga 20%-nya diputarkan pada instrumen pasar uang.

3. Batavia Dana Saham Syariah (BDSS): Salah Satu Pilihan Untuk Mulai Berinvestasi

Pertama kali meluncurkan saham di bursa pada tahun 2007 dan telah mengelola total dana sebesar Rp 139 miliar. Dana para investor ditumpahkan seluruhnya ke dalam saham, obligasi dan efek ekuitas yang lainnya dengan nilai persentase 80 hingga 100%. Dapat pula investasi berupa efek utang atau ke dalam pasar uang sebesar 20%.

BDSS memikul tujuan penting untuk mendapatkan kenaikan modal pada efek saham jangka panjang melalui investasi pada Bursa Efek Indonesia. Dan tergabung dalam Daftar Efek Saham Syariah atau instrumen pasar yang menerapkan kaidah-kaidah syariah di Indonesia.

Membuka minimal invest senilai Rp 100.000 dan minimal kepemilikan Rp 100.000. Memiliki mitra agen penjual yakni BNI dan Bank KEB Hana. Serta agen non-bank seperti POEMS, MOST, Moduit, Bareksa, Bibit, Tanamduit dan lainnya.

4. CIMB Niaga Syariah: Senantiasa Menguat dan Mendukung Infrastruktur Negara

CIMB Niaga Syariah berada di tengah-tengah saat pemerintah gencar membangun infrastruktur negara. Saham ini memanfaatkan peluang semaksimal mungkin melalui sektor pembiayaan. Saham syariah ini pun terus mengalami laju penguatan. Pada kurun satu tahun berhasil berada di angka 7,34%. Sejak pertama kali meluncur di pasar modal atau bursa efek perusahaan ini telah mengelola dana hingga Rp 138,464 miliar.

Sama seperti beberapa saham sebelumnya, CIMB-Principal Islamic Equity Growth Syariah juga membuka kesempatan berinvestasi dimulai dari nominal Rp 100.000 yang kemudian salurkan sebagai ekuitas saham dan obligasi di pasar uang.

5. BNP Paribas Pesona Syariah: Penguatan Saham yang Pantas Diperhitungkan

Berada di bawah manajer investasi yakni PT BNP Paribas Asset Management dengan Bank Kustodiannya yaitu PT Bank HSBC Indonesia. Tercatat 7 Mei 2007 sebagai tanggal peluncuran sahamnya. Mematok kebijakan minimum 20% investasi pada pasar uang yang sesuai dengan syariah dan 80% hingga 100% pada Efek Ekuitas Syariah.

Berhasil menyumbangkan keuntungan kepada perusahaan manajer investasi sebesar 6,32% dan 7,23% pada tahun terakhir. Hingga sekarang NAB reksadana ini mencapai Rp 2.590,5. Pihaknya mengatakan bahwa kesuksesan kinerja tersebut karena fokusnya terhadap seluruh emiten yang tergabung dalam Daftar Efek Syariah. Disisi lain adalah karena riwayat dan potensi pertumbuhan yang memadai.

6. HPAM Syariah Ekuitas: Dikelola oleh PT Henan Putihrai Asset Manajemen

Merupakan salah satu pilihan investasi yang terbaik dengan imbal hasil hingga 16,44% dengan keuntungan year to date menyentuh angka 10,38%. Jumlah minimum investasi awal pada reksadana ini adalah Rp 500.000 dengan nilai aktiva bersih Rp 972,50.

Berperan dalam program pembangunan infrastruktur oleh pemerintah, saham ini memiliki potensi menjanjikan bagi para investor yang menanamkan modalnya. Pada tahun 2016 sukses membukukan penguatan saham yang melampaui indeks di angka 18,62%. Berbagai sektor pembangunan infrastruktur yang mulai gencar dicanangkan pemerintah diberbagai layanan untuk masyarakat seperti jalan tol, bandara dan pelabuhan memberi dampak positif bagi kurva saham ini.

7. Mandiri Investa Atraktif Syariah: Di bawah Manajemen oleh PT Mandiri Manajemen Investasi

Reksadana yang dikelola oleh PT Mandiri Manajemen Investasi dan diluncurkan sejak 25 Januari 2008. Hingga saat ini dana yang dikelola mencapai Rp 99y82,58 miliar. Untuk bergabung sebagai investor pada reksadana ini, minimum penyetoran dananya hanya sebesar Rp 50.000. NAB reksadana syariah ini sudah mencapai angka Rp 1.306,01.

Tujuan investasinya adalah memberi tingkat pendapatan investasi menarik jangka panjang dengan kebijakan investasi minimal 80% dan maksimal 98% pada efek bersifat Ekuitas. Periode jangka panjang dalam investasinya adalah rentang 10 tahun.

Pentingnya Memahami Saham Syariah

Dengan adanya saham syariah yang kian berkembang, diharapkan para pebisnis yang ingin menjalankannya dapat lebih bersemangat dalam menjalankan roda perekonomian negara.

Ya, tidak dapat dipungkiri hal ini memang sangat berkaitan. Karena di dalam bisnis di negara-neraga dengan mayoritas jumlah orang Islam yang banyak, maka bisnis syariah atau yang menggunakan aturan syariah memang sangat diminati. Itulah sebabnya, pengetahuan dalam hal ini memang perlu ditumbuhkembangkan.

Stock Split, Pengertian dan Pengaplikasian dalam Bisnis

Stock Split Pengertian dan Pengaplikasiannya dalam Bisnis

Saham MilenialStock split dalam dunia bisnis perusahaan diartikan sebagai program pembagian atau pemecahan saham menjadi lembar yang lebih banyak namun dengan total nominal yang tetap sama. Pola pengertian tindakan ini adalah seperti sistem penukaran uang pecahan besar, menjadi pecahan kecil dengan jumlah lembar fisik yang lebih banyak namun tetap dengan nominal jumlah yang sama.

Biasanya, prosedur tersebut dilaksanakan pihak korporasi perusahaan dengan komponen fundamental kuat ditambah harga saham tinggi. Selain itu, harga saham yang tinggi mencerminkan performa perusahaan dengan kualitas kinerja dan pendapatan yang baik. Aksi korporasi ini kerap diambil ketika suatu perusahaan emiten hendak meningkatkan likuiditasnya.

Keuntungan Tindakan Stock Split

Dalam mengambil suatu keputusan, perusahaan harus memahami keuntungan dan risiko yang dapat terjadi. Serta mengamati gejolak pergerakan perusahaan pada saat itu. Beberapa keuntungan yang diperoleh melalui kegiatan ini adalah:

  1. Menambah jumlah lembar saham yang beredar sehingga akan membuka peluang bagi investor baru dari masyarakat. Jadi, siapa saja yang ingin membeli mempunyai kesempatan untuk itu.
  2. Melindungi tingkat likuiditas emiten agar tetap berada pada grafik yang aktif. Karena diperlukan tingkat likuiditas yang stabil, maka tindakan stock split akan dapat mempermudahnya.
  3. Melakukan penurunan harga saham demi menghindari harga saham yang terlalu tinggi, yang memberatkan para investor. Jika harganya terlalu tinggi, tentu investor akan berpikir dua kali dibandingkan jika harganya murah meskipun sahamnya lebih kecil tetapi affordable.
  4. Melibatkan lebih banyak investor untuk melakukan transaksi jual beli saham dengan modal terbatas. Dengan demikian, transaksi akan lebih luas dan perusahaan pun lebih banyak dikenal oleh para investor.
  5. Dengan memperkecil nilai saham per lembarnya, maka semakin kecil pula risiko yang mungkin terjadi. Terutama apabila ada masalah dengan pemegang saham maupun para investor.

Berdasarkan hal tersebut tindakan stock split tidak hanya akan menguntungkan pihak perusahaan sebagai entitas pelaku bisnis, namun juga bagi investor selaku penanam saham. Perusahaan memahami akan pentingnya aksi korporasi ini, demi menyelamatkan perusahaan agar tetap likuid.

Keuntungan Tindakan Stock Split

Jika perusahaan membiarkan harga saham yang tinggi tanpa melakukan pemecahan, maka akan berisiko pada minimnya minat investor sehingga akan membuat unsur fundamental perusahaan menjadi lemah.

Jenis-Jenis Stock Split

Setelah mengetahui tentang pengertian dan keuntungannya, maka Anda juga harus memahami tentang jenis-jenis stock split. Secara mendasar ada dua jenis aksi korporasi ini yang dapat dibedakan, yaitu sebagai berikut.

Split Up atau Stock Split

Yang dimaksud dengan stock split jenis ini merupakan kegiatan menurunkan nilai nominal di masing-masing lembar stock. Akibatnya, ada pertambahan jumlah saham yang beredar. Contohnya penurunan saham 1:4 artinya setiap satu lembar saham sebelumnya dipecah menjadi empat lembar dengan masing-masing nominal yang lebih kecil.

Split Down atau Reverse Stock Split

Hal ini memperkecil jumlah saham yang dipasarkan. Dengan perumpamaan 4:2 yang artinya empat lembar saham dengan nominal kecil digabungkan menjadi 2 lembar saham dengan nominal yang lebih besar namun dengan jumlah lembar saham yang berkurang.

Istilah-Istilah di Dalam Aksi Korporasi Stock Split

Di dalam melaksanakan keputusan stock split, perusahaan dan penanam saham akan menjumpai beberapa istilah yang penting untuk dipahami, diantaranya sebagai berikut.

1. Stock Split Ratio

Adalah rasio pemecahan saham, dimana adanya perbandingan rasio antar saham sebelumnya dan hasil jumlah saham yang sudah dipecah.

2. Cumdate (RG, NG)

Merupakan istilah tanggal terakhir perdagangan saham dengan nominal lama yang tercatat di bursa efek.

3. Ex Date atau Splitting Date (RG, NG)

Yang dimaksud dengan splitting date merupakan tanggal diawalinya jual beli saham menggunakan nominal baru. Waktunya adalah setelah stock sebelumnya dipecah.

4. Recording Date

Istilah yang digunakan untuk menyebutkan tanggal terakhir dilakukannya penyelesaian transaksi dengan nilai nominal lama.

5. Ex Date (TN)

Yang dimaksud dengan ex date adalah tanggal diawalinya finishing transaction memakai nilai nominal baru. Lalu, tanggal ini juga menunjukkan pembagian saham menggunakan nominal baru juga ke dalam rekening efek perusahaan atau bank kustodian di KSEI.

Tujuan Stock Split

 Langkah ini diambil oleh perusahaan emiten dengan tujuan antara lain:

  1. Untuk menambah jumlah saham yang beredar agar muncul lebih banyak investor baru yang turut serta sebagai pemegang saham.
  2. Menguatkan tingkat pertahanan likuiditas saham dengan banyaknya lembar saham yang beredar.
  3. Mengantisipasi lonjakan harga saham yang dapat memberatkan investor publik untuk membeli atau memiliki saham di suatu perusahaan.
  4. Supaya investor kecil dengan jangkauan rendah dapat membeli melalui harga yang telah dipecah. Dengan hadirnya investor kecil baru akan membuka peluang lebih besar untuk memperluas penyebaran saham.
  5. Odd lot yaitu keadaan dimana investor mempunyai saham dibawah 100 lembar, dan hitungan per 100 lembarnya disebut lot. Sedangkan round lot merupakan kelipatan jumlah per lot.
  6. Untuk memperkecil risiko yang mungkin terjadi terutama bagi para investor yang ingin memiliki saham dengan nilai saham yang relatif rendah. Oleh sebab itu jika sudah dilakukan pemecahan saham, artinya telah terjadi diversifikasi investasi.

Secara garis besar, tindakan ini memiliki tujuan untuk mengangkat likuiditas perusahaan dan demi menguatkan unsur fundamental di dalamnya. Meninjau dari kenaikan harga pasar yang dapat terjadi sewaktu-waktu, maka perusahaan berupaya menjaga para investor untuk tetap mampu menjangkau harga saham.

Tujuan Stock Split

Perusahaan harus menjaga likuiditas yang dimaksudkan adalah kemampuan untuk melunasi hutang dengan aset kekayaan yang senantiasa bergerak secara lancar. Semakin aktif bergeraknya peredaran saham yang terjadi, maka semakin baik pula nilai saham pada bursa efek.

Pergerakan Harga Saham Akibat Stock Split

Secara otomatis stock split memberikan pengaruh terhadap fluktuasi harga saham di suatu instansi. Harga yang semula tinggi dan memberatkan investor kecil, akhirnya mengalami penurunan harga per lembarnya setelah adanya aksi korporasi tersebut. Namun langkah ini juga tidak luput dari risiko lain yang dapat menimpa perusahaan apabila target harapan tidak tercapai.

Saham yang telah dipecah dapat melemah apabila investor melakukan terlalu banyak transaksi akan menahan lajunya harga. Sehingga menimbulkan pergerakan harga saham yang harus kembali disesuaikan oleh perusahaan agar tetap mendapat tempat yang menguntungkan di bursa efek.

Faktor lainnya adalah trend industri dan perubahan pasar yang terjadi juga memicu ditetapkannya stock split yang berdampak pada berubahnya harga saham perusahaan. Dengan demikian, apabila ada pemilih saham atau investor yang ingin mengetahui bagaimana perusahaan yang akan diberikan investasi, maka sebaiknya mencari tahu detail tentang transaksinya. Hal ini sangat penting agar tidak ada kesalahan dari dokumen saham maupun detail keputusan dewan direksi yang tidak sesuai dengan kebijakan personal sebagai salah satu anggota dewan korporasi ke depannya.