Sabtu, Desember 5, 2020

Syarat dan Prosedur Perusahaan Go Public

Saham Milenial – Para investor pasti sudah tidak asing dengan istilah perusahaan go public. Go public juga dikenal dengan sebutan Initial Public Offering (IPO), yang mana merupakan proses perusahaan publik menawarkan saham kepada masyarakat sebagai calon investor melalui pasar modal. Setelah perusahaan go public, status mereka menjadi perseroan ‘terbuka’.

Syarat Perusahaan Go Public

Syarat Perusahaan Go Public
Syarat Perusahaan Go Public (Sumber: Unsplash)

Karena banyak manfaat yang diperoleh dari go public, tidak sedikit perusahaan yang menginginkannya. Namun, tidak semua industri bisa melakukan IPO. Agar bisa go public, ada syarat-syarat tertentu yang wajib dipenuhi. Artinya, apabila syarat yang telah ditetapkan tidak bisa dilengkapi, maka keinginan untuk go public menjadi pupus.

Yang menjadi persyaratan utama perusahaan go public adalah perusahaan harus tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebagai pihak resmi yang mengadakan dan mengelola transaksi dalam pasar modal. Pencatatan ini tidak sembarangan, ada kualifikasi khusus yang harus dimiliki perusahaan agar bisa terdaftar dalam BEI.

Kualifikasi pertama, mengenai unsur-unsur dalam perseroan harus jelas tertata. Hal ini dapat dilihat dari struktur organisasinya. Penyusunannya wajib sistematis dan berisi orang-orang yang mumpuni di bidangnya. Tanpa adanya pihak yang berkompeten, proses go public sulit untuk dilakukan. Sebab, perusahaan bisa kewalahan dan berujung pada kekecewaan investor lantaran dana yang diberikan tidak bisa dikelola dengan baik.

Lalu, yang tidak kalah pentingnya yakni laba. Perusahaan yang masih awal beroperasi mungkin belum memiliki keuntungan, sehingga belum bisa go public. Bahkan, ada minimal keuntungan yang telah ditetapkan oleh BEI untuk IPO.  Semakin banyak laba yang bisa dihasilkan, semakin kredibel pula kinerja perusahaan yang bersangkutan.

Selanjutnya, kepemilikan atas aset pun harus diperhatikan. Perusahaan yang tidak memiliki aset nyata, yang diperoleh dari total aset dikurangi dengan kewajiban pajak, tidak bisa go public. Besaran aset nyata ini pun telah ditentukan. Ada ambang batas minimal yang harus dipenuhi agar perusahaan bisa tercatat di BEI dan dapat mengikuti Initial Public Offering.

Tahap Perusahaan Go Public

Setelah semua persyaratan berhasil terpenuhi, perseroan tidak begitu saja bisa IPO. Terdapat beberapa tahap dalam melakukan penawaran surat berharga kepada masyarakat, yaitu:

No Tahapan Uraian Pihak Terkait
1 Perencanaan dan Persiapan – Perusahaan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk menanyakan apakah seluruh pemegang saham menyetujui keputusan untuk go public.

– Setelah disetujui, emiten akan menentukan penjamin emisi dan lembaga-lembaga terkait untuk mensukseskan proses go public.

– Penjamin Emisi (Underwriter), pihak yang mempersiapkan seluruh dokumen.

– Audit, pemeriksa laporan keuangan.

– Penilai, untuk menilai aktiva perusahaan.

– Konsultan Hukum, pemberi pendapat dari sudut pandang hukum.

– Notaris, pembuat akta pengesahan.

2 Pendaftaran – Emiten mengajukan pendaftaran resmi ke lembaga yang berhubungan dengan proses go public. – OJK, otoritas yang bekerja sebagai pengawas dan pengatur keuangan.
3 Penawaran Saham Pertama Kali – Pada proses ini, perusahaan menawarkan saham pertama kali melalui pasar perdana. – Emiten, pihak yang menerbitkan surat berharga.

– Agen Saham, yang akan bertransaksi dengan investor setelah pasar perdana.

4 Pencatatan Saham di BEI – Dilakukan setelah saham dijual pada pasar perdana. – BEI, sebagai pihak yang mencatat saham perusahaan.

 

Manfaat Go Public Bagi Emiten

Manfaat Go Public Bagi Emiten
Manfaat Go Public Bagi Emiten (Sumber: Unsplash)

Banyak manfaat yang diperoleh perusahaan setelah IPO. Yang paling terlihat, emiten akan mendapatkan pendanaan yang cukup besar dari hasil penjualan saham. Uang yang masuk dari para investor menjadi suntikan dana yang kemudian dikelola untuk memajukan produksi dalam perusahaan bersangkutan.

Selain itu, dari sudut pandang eksternal, nama perseroan menjadi semakin terkenal dalam masyarakat. Apabila mampu membuktikan bahwa kinerjanya baik, maka citra perusahaan menjadi baik pula. Dengan demikian, dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada perusahaan, sehingga ranking tempat produksi tersebut bisa meningkat.

Keuntungan Bagi Investor

Tidak hanya emiten, tetapi investor yang membeli saham perusahaan go public pun menerima keuntungan, berupa dividen dan capital gain. Besaran dividen sesuai dengan ketentuan setiap perusahaan. Semakin maju dan berkembang sebuah perusahaan, maka semakin besar pula deviden yang akan diterima para pemegang saham.

Sedangkan capital gain, bisa didapatkan oleh para investor ketika mereka menjual saham yang dimiliki dengan harga yang lebih tinggi daripada sebelumnya. Hal ini akan terjadi ketika permintaan terhadap saham tinggi, karena kinerja perusahaan yang baik. Tingginya permintaan tersebut menyebabkan harga saham naik.

Sebagaimana mekanisme pasar, apabila permintaan (demand) bertambah dan penawaran (supply) tetap, maka kurva keseimbangan pasar akan bergeser ke kanan. Dengan begitu, harga menjadi meningkat dari yang sebelumnya. Karenanya, sebagai investor harus teliti dalam membaca fluktuatif harga.

Ketika harga saham tinggi atau mengalami kenaikan dari sebelumnya, sebaiknya segera jual ke investor lain agar bisa menerima capital gain. Akan tetapi, harga saham tidak semata-mata naik tanpa alasan. Maka dari itu, sebaiknya pertimbangkan dengan matang sebelum menanam modal. Pastikan perusahaan yang dituju memiliki prospek yang baik di masa mendatang.

Dalam uraian di atas, telah dijelaskan mengenai perusahaan go public secara lengkap. Siapapun yang memiliki modal bisa membeli surat berharga yang telah diterbitkan emiten yang mengikuti IPO. Dengan kata lain, Anda bisa menjadi pemegang saham. Memiliki saham di suatu perseroan, berarti Anda merupakan salah satu pemilik perusahaan itu. Jadi, proses go public memberikan manfaat bagi perusahaan, juga keuntungan bagi para investor.

PILIHAN EDITOR

Pengertian Dividen Saham beserta Kelebihan dan Cara Perhitungannya

Saham Milenial - Dividen saham adalah bentuk laba yang dibagikan kepada pemegang saham dalam wujud lembar saham. Lembar saham tersebut dapat berupa saham sejenis...

Pengertian Opini Audit dan Tata Kelolanya

Saham Milenial - Pengertian opini audit adalah penyampaian laporan yang dilakukan oleh pihak akuntan publik sebagai hasil terhadap penilaian laporan keuangan suatu perusahaan. Pihak...

Cara Membaca Laporan Keuangan dengan Mudah

Saham Milenial - Cara membaca laporan keuangan atau financial report merupakan kemampuan yang penting sebagai pedoman pelaku usaha dalam meninjau entitas pertumbuhan ekonomi perusahaannya...

Pengertian Return Saham dan Rumus Penghitungan

Saham Milenial - Pengertian return saham memiliki maksud yaitu selisih antara harga jual saham dengan harga beli saham yang telah ditambahkan dengan dividen. Ada...