Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen, Lebih Menguntungkan yang Mana?

Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen, Lebih Menguntungkan yang Mana
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on pinterest

Saham MilenialPerbedaan saham biasa dan saham preferen sangatlah kontras. Keduanya seperti antonim yang berlawanan. Kendati demikian masing-masing jenis saham tetap memegang kelebihan dan kekurangan masing-masing. Antara saham biasa dan saham preferen mengandung keuntungan dan resikonya masing-masing. Jenis saham tersebut ditentukan oleh perseroan sebagai perusahaan yang menjualkan saham, baik kepada pemerintah maupun kepada publik.

Saham yang lebih dikenal oleh masyarakat adalah saham biasa yang mengandung pengertian lembar kepemilikan suatu perusahaan sebesar saham yang dimiliki. Setiap pemegang saham memiliki porsi tugas dan hak sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki. Semakin tinggi persentase saham kepemilikan atas suatu perusahaan, maka semakin besar pula wewenang dan hak yang dimilikinya.

Secara umum saham biasa dan saham preferen memiliki garis besar yang sama, yakni lembar kepemilikan atas suatu perusahaan. Namun secara rinci keduanya memiliki perbedaan yang bertolak belakang

Perbedaan Berdasarkan Pengertian

Ditinjau dari kandungan maknanya, perbedaan saham biasa dan saham preferen mengusung pengertian yang berbeda, yakni sebagai berikut.

Pengertian Saham Biasa

Saham biasa adalah lembar sertifikat yang berfungsi sebagai bukti kepemilikan atas suatu perusahaan sebesar jumlah modal yang ditanam. Pemegang saham memiliki hak dan kewajiban yang juga berdasarkan besarnya saham yang dimiliki.

Selain itu pemegang saham juga berhak mendapat keuntungan dari laba perusahaan. Pun secara otomatis turut menanggung kerugian apabila perusahaan mengalami kerugian. Individu atau seseorang yang memiliki saham biasa berhak turut andil dalam mengelola manajemen perusahaan. Hak tersebut diatur oleh besarnya saham yang dimiliki. Disamping itu juga berhak ikut dalam proses penyusunan direksi dan kebijakan perusahaan.

Pengertian Saham Preferen

Saham preferen adalah adalah lembar kepemilikan saham atas suatu perusahaan dengan tambahan hak yang lebih banyak dari jumlah saham yang dimiliki. Hal ini berarti, pemegang saham mendapat lebih banyak keuntungan daripada hak yang didapat dari saham biasa. Pemegang saham ini juga memiliki peran yang lebih besar dibandingkan dengan pemegang saham biasa.

Tidak berarti mengungguli saham biasa, saham preferen hanya berbeda dengan saham biasa. Pada dasarnya saham preferen adalah saham yang dilepaskan oleh pemiliknya untuk dilindungi oleh kreditur. Berimbang dengan hak yang besar, saham ini juga mempunyai resiko yang lebih tinggi bagi pemegangnya. Namun laba yang akan didapat juga lebih besar.

Perbedaan Berdasarkan Hak

Jika diperhatikan dari hak masing-masing saham, keduanya memiliki perbedaan yang menonjol. Perbedaan saham biasa dan saham preferen yaitu sebagai berikut.

Hak Pemegang Saham Biasa

Pemegang saham biasa mendapatkan hak untuk memberikan suaranya dalam rangka penyusunan direksi dan penetapan kebijakan-kebijakan perusahaan. Serta turut menjaga kepemilikan saham agar terus berada dalam kondisi proporsional melalui kegiatan pembelian saham tambahan.

Keuntungan yang didapat oleh pemegang saham biasa adalah setimpal dengan kinerja yang dilakukan. Pemegang saham juga dapat membeli juga memiliki hak untuk membeli kembali dan membuat proporsi kepemilikan saham tetap terjaga.

Hak Saham Preferen

Pada saham preferen, pemegang saham menerima dividen dengan jumlah yang tetap secara rutin. Apabila perusahaan memiliki kinerja yang optimal, maka mereka tidak bisa menikmati dividen tersebut.

Hak Saham Preferen
Hak Saham Preferen (Sumber: Unsplash)

Pemegang saham preferen lebih diprioritaskan saat mengambil pengembalian investasi. Apabila perusahaan mengambil langkah likuidasi, pemegang saham preferen lebih didahulukan untuk mendapat pengembalian investasi dibandingkan dengan pemegang saham biasa. Memiliki dividen yang bersifat kumulatif, jika tidak dibayar pada satu periode makan akan diakumulasikan pada periode berikutnya.

Perbedaan Berdasarkan Kelebihannya

Berdasarkan pertimbangan kelebihan  saham biasa dan saham preferen, keduanya memborong sisi positif yang juga berbeda, dimana perbedaan saham biasa dan saham preferen yaitu sebagai berikut.

Kelebihan Saham Biasa

Pada saham biasa, tidak adanya kewajiban untuk membayar dividen kepada pemegang saham menjadi sebuah kelebihan. Saham biasa tidak memiliki batas waktu atau jatuh tempo. Bukan hanya itu, meskipun biasa, saham ini relatif beresiko rendah bagi perusahaan ketimbang saham preferen, termasuk dibandingkan dengan hutang jangka panjang.

Apa lagi kelebihan dari saham biasa? Para pemegang saham bisa memiliki peluang untuk diversifikasi usaha, mampu meningkatkan likuiditas dan mendapat pemasukan kas. Tak hanya itu, ada juga keutamaan untuk lebih mudah dalam melakukan penghitungan nilai perusahaan.

Terakhir, perusahaan beroperasi secara lebih transparan bagi semua pihak sehingga menarik banyak pihak untuk turut mengawasi kegiatan perusahaan, karena menjual saham kepada publik artinya menjadikan perusahaan dapat dimiliki oleh publik.

Kelebihan Saham Preferen

Saham Preferen, menjadi yang diutamakan  dalam pembagian dividen apabila perusahaan mendapatkan omzet. Mendapat penawaran dengan berbagai cara, diantaranya cumulative preference share (pembagian dividen sekaligus pada akhir tahun dengan sistem akumulasi yang diberikan di tahun berikutnya).

Participating preference share (pemegang saham lebih diprioritaskan atas keuntungan perusahaan). Tidak hanya memperoleh dividen namun pemegang saham juga berhak atas keuntungan perusahaan yang masih tersisa. Salin itu saham preferen dapat memberi nilai dividen yang lebih besar daripada yang diterima pemegang saham biasa.

Terakhir, apabila perusahaan melakukan likuiditas, maka pihaknya akan lebih dahulu mendapat pencairan uang hasil investasi daripada pengembalian modal kepada pemegang saham biasa.

Perbedaan Berdasarkan Kelemahan

Tanpa menyembunyikan kekurangan masing-masing saham, saham biasa dan saham preferen juga memiliki sisi kelemahan yang harus Anda ketahui, di mana perbedaan saham biasa dan saham preferen yaitu sebagai berikut.

Kelemahan Saham Biasa

Saham Biasa, apabila pemegang saham ini melakukan penjualan sahamnya, maka akan mengancam keseimbangan kendali yang dipegang oleh mayoritas. Jika terjadi pemecahan saham maka akan menurunkan harga per lembar sahamnya dan tentu akan menurunkan labanya juga.

Kelemahan Saham Biasa
Kelemahan Saham Biasa (Sumber: Unsplash)

Rentan terhadap konflik antar kelompok yang dapat menimbulkan agency problem dan dapat memicu agency costs, seperti contoh konflik antar divisi, kelompok, manajer atau karyawan.

Kelemahan Saham Preferen

Saham Preferen, menanggung kewajiban-kewajiban yang harus diselesaikan kepada perusahaan dan pemegang saham ini lebih prioritas dari saham biasa. Dalam beberapa kondisi saham preferen hanya dibutuhkan saat perusahaan benar-benar membutuhkannya.

Misalnya seperti jika terjadi kekurangan dana atau membutuhkan dana dengan harga rendah dan waktu yang lebih cepat. Kemungkinan mendapat investor yang kurang berpengalaman karena didesak waktu dan dana yang rendah sehingga harganya di bursa efek akan melantai atau turun drastis.

Perbedaan Jenis Pembagian Kelompok

Saham biasa tidak memiliki cabang pembagian kelompok, melainkan ia merupakan jenis tunggal yang berdiri dengan pengertiannya sendiri, namun berbeda dengan saham preferen yang memiliki cabang pengelompokan yaitu, saham kumulatif dan non-kumulatif, saham preferen konvertibel, saham preferen yang dapat ditarik dan saham preferen yang dapat ditebus. Pengelompokan saham preferen tersebut memiliki pengertian sebagai berikut:

1. Saham Kumulatif dan Non-Kumulatif

Saham kumulatif adalah besaran dividen yang diberikan pada periode mendatang dengan total yang telah diakumulasikan. Hal ini dilakukan apabila perusahaan tidak memberikan pengumuman dividen kepada pemegang saham. Sedangkan saham non-kumulatif adalah saham yang tidak disertai dengan peraturan jumlah dividen yang ditetapkan. Dividen yang tidak diberikan berarti tidak ada dividen.

2. Saham Preferen Konvertibel

Saham preferen konvertibel, adalah surat saham.yang dapat ditukarkan dengan surat berharga lainnya berdasarkan peraturan perusahaan.

3. Saham Preferen yang Dapat Ditarik

Definisinya yaitu saham yang dapat ditarik apabila saham tersebut telah melewati kriteria sebagai saham yang dapat ditebus berdasarkan ketentuan perusahaan

4. Saham Preferen yang Dapat Ditebus

Secara pengertian, ini adalah saham yang dapat ditebus setelah melalui syarat dan aturan yang telah ditentukan oleh perusahaan. Itulah perbedaan saham biasa dan saham preferen. Jadi, mana yang lebih menguntungkan memang tergantung dari karakteristik masing-masing investor.

Artikel Terkait

Baca Juga