Pengertian Nilai Pasar Saham dan Cara Menghitungnya

Pengertian Nilai Pasar Saham dan Cara Menghitungnya
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on pinterest

Saham Milenial – Nilai pasar saham atau market value adalah harga saham yang tertera pada bursa berdasarkan penetapan oleh pelaku pasar. Nilai pasar tersebut merupakan hasil dari permintaan dan penawaran saham terkait yang terjadi di bursa efek.

Dalam perdagangan saham nilai pasar juga digunakan sebagai acuan tentang nilai kapitalisasi pasar suatu perusahaan yang diperdagangkan secara publik dan diperoleh dari perkalian jumlah saham yang beredar dengan harga saham terbaru.

Nilai pasar yang paling mudah ditentukan sebagai instrumen perdagangan di bursa adalah saham dan futures. Hal tersebut dikarenakan harga pasarnya telah menyebar luas dan mudah tersedia. Meski kenyataan lebih menantang dalam memastikan instrumen over the counter seperti efek pendapatan tetap.

Nilai Pasar Saham Bersifat Dinamis

Nilai pasar dapat berubah-ubah secara fluktuatif berdasarkan gelombang bisnis yang terjadi pada perdagangan. Nilai tersebut dapat menurun apabila pasar bearish menyertai resesi dan dapat meningkat apabila pasar bullish terjadi pada ekspansi ekonomi.

Secara substansi nilai tersebut bergerak berdasarkan siklus bisnis. Adapun faktor lain yang mempengaruhi perubahan nilai pasar adalah tingkat profitabilitas perusahaan faktor beban utang dan jangkauan lingkungan pasar.

Rasio Nilai Pasar Saham

Rasio Nilai pasar adalah rasio yang berkaitan dengan harga saham perusahaan dan laba, arus kas serta nilai buku per saham. Rasio ini memberi pengaruh terhadap manajemen perusahaan yang akan menentukan pandangan investor terhadap risiko investasi dan prospek perusahaan di masa mendatang.

Rasio nilai pasar disebut juga dengan rasio nilai buku yang dinilai baik oleh investor apabila perusahaan memiliki laba dan arus kas yang stabil. Untuk mengetahui rasio nilai pasar, maka Anda dapat menuliskannya dengan rumus berikut.

Rasio Nilai Pasar / Nilai Buku = Harga Pasar Per Saham : Nilai Buku Per Saham

Nilai Buku Per Saham = Modal Biasa : Jumlah Saham Beredar

Aspek-Aspek pada Nilai Pasar Saham

Dalam praktik bisnis nilai pasar dibagi atas beberapa aspek sebagai berikut.

Aspek-Aspek pada Nilai Pasar Saham

Aspek-Aspek pada Nilai Pasar Saham (Sumber: wattpad)

1. Aspek Harga Dasar terhadap Nilai Pasar

Harga dasar dikenal sebagai harga pertama kali saat saham dilepas di pasar modal yang disebut juga dengan IPO. Pada umumnya harga dasar memiliki kategori harga yang relatif akta rendah sehingga menjadi incaran banyak investor untuk memperoleh keuntungan yang besar.

Saham yang dinilai lebih menguntungkan ialah saham dengan harga rendah namun berasal dari perusahaan yang memiliki citra dan performa unggul.

2. Aspek Harga Sekarang terhadap Nilai Pasar

Aspek harga sekarang menjadi salah satu unsur berpengaruh yang dipergunakan untuk membeli saham pada perusahaan. Pada umumnya harga sekarang akan mengalami perubahan secara terus menerus baik itu berupa peningkatan maupun penurunan berdasarkan kondisi pertumbuhan ekonomi perusahaan.

Posisi harga sekarang yang diburu oleh investor adalah kondisi apabila harga saham berada lebih tinggi dari harga beli sebelumnya sehingga terjadi selisih harga yang menguntungkan investor.

3. Aspek Keuntungan terhadap Nilai Pasar

Aspek keuntungan didasarkan pada nominal laba yang diperoleh dari hasil operasional perusahaan sesuai dengan proporsi saham oleh masing-masing investor.

Antara Nilai Pasar dan Harga Saham yang Berkaitan

Nilai pasar saham memiliki kaitan yang erat dengan harga saham. Hal tersebut dikarenakan harga saham adalah komponen utama pembentuk market value. Sementara itu harga saham juga mengalami fluktuasi secara berkala yang disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini.

1. Harapan Terhadap Laba Per Lembar Saham

Pemegang saham dapat memperhatikan perubahan harga pada lembar sahamnya. Anda dapat mengetahui hasil keuntungan dengan melihat laba bersih per periode yang dibagi dengan jumlah saham yang beredar.

Harapan Terhadap Laba Per Lembar Saham

Harapan Terhadap Laba Per Lembar Saham (Sumber: alvexo)

Dengan nilai keuntungan per lembar saham yang meningkat secara baik, maka akan membuat harga saham ikut meningkat. Hal ini juga yang akan menarik datangnya para investor baru. Namun apabila laba per lembar saham menurun maka akan mempengaruhi para pemegang saham serta calon investor lainnya.

Dapat disimpulkan bahwa laba yang tinggi merupakan titik keuntungan yang diharapkan oleh para pelaku usaha termasuk investor karena memiliki pengaruh terhadap harga saham tersebut.

2. Waktu Penerimaan Laba

Waktu pembagian atau penerimaan laba juga berpengaruh terhadap harga saham. Harga saham dapat berubah naik ataupun turun berdasarkan waktu tersebut. Investor di masa sekarang mendapat laba yang berbeda di waktu sebelumnya atau waktu yang akan datang.

Nilai perubahan tersebut ditentukan berdasarkan present value. Perbedaan waktu yang terjadi dapat mengubah harga karena adanya kondisi perusahaan atau saham yang tidak dapat diprediksi sebelumnya.

3. Risiko Disebabkan Laba yang Diharapkan

Pada setiap wacana laba yang diharapkan terdapat risiko yang harus dihadapi apabila pada realitasnya laba yang diharapkan tidak cair. Tingkat tinggi rendahnya risiko dipengaruhi oleh deskripsi laba yang diharapkan tersebut.

Berdasarkan risiko pula perusahaan akan memberi jaminan kepada para investornya. Dengan jaminan yang kuat maka akan membuat kepercayaan investor menguat dan harga saham pun meningkat.

4. Pemakaian Utang

Tingkat beban utang yang dimiliki oleh suatu perusahaan menjadi faktor yang juga mempengaruhi harga. Apabila terjadi pemakaian utang secara berlebih yang tidak terkontrol dengan cermat, maka akan membuat kredibilitas perusahaan di mata publik menurun. Sehingga hal ini akan berdampak pada harga saham yang juga akan anjlok bahkan terancam merugikan pihak investor.

5. Keputusan Dividen

Secara tidak langsung dividen akan berpengaruh terhadap harga saham. Mengapa demikian? Hal tersebut disebabkan keputusan perusahaan dalam membagi laba maupun menahan laba sebagai dana pengembangan akan mempengaruhi gerak investor dalam menentukan kepemilikan sahamnya, sehingga menyebabkan harga saham berubah.

Artikel Terkait

Baca Juga