Pengertian Dividen Saham beserta Kelebihan dan Cara Perhitungannya

Pengertian Dividen Saham dan Kelebihan beserta Cara Perhitungannya
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on pinterest

Saham Milenial – Dividen saham adalah bentuk laba yang dibagikan kepada pemegang saham dalam wujud lembar saham. Lembar saham tersebut dapat berupa saham sejenis maupun saham dengan jenis yang berbeda.

Pengertian ini didasarkan pada arti dari kedua istilah tersebut yakni dividen dan saham. Dimana dividen adalah jumlah keuntungan yang dibagikan kepada pemegang saham berdasarkan jumlah kepemilikan saham tersebut.

Sedangkan saham sebagaimana yang telah diketahui merupakan surat berharga yang mewakili kepemilikan pemegangnya terhadap modal perusahaan. Dengan pembagian sistem ini maka akan mengurangi laba ditahan pada perusahaan. Lalu mengapa pembagian laba dilakukan dengan memberikan lembar saham? Mengapa tidak membagikannya dalam bentuk dana tunai? Berikut alasannya.

Alasan Membagi Dividen dalam Bentuk Saham

Keputusan dividen saham ditetapkan oleh perusahaan apabila arus kas yang terjadi mengalami penurunan meski berdasarkan kinerja perusahaan telah mengantongi laba yang cukup. Jika dana kas terbilang rendah dan tidak mencukupi untuk pembagian dividen secara tunai, maka hal ini akan melandasi perusahaan untuk membagi dividen dalam bentuk saham.

Alasan Membagi Dividen dalam Bentuk Saham

Alasan Membagi Dividen dalam Bentuk Saham (Sumber: forbes)

Namun jika secara arus kas seluruhnya dalam kondisi memungkinkan pembagian tunai, tetapi perusahaan memutuskan pembagian dividen berupa saham, tentu hal tersebut merupakan kebijakan yang dipengaruhi oleh faktor lain yang menunjang.

Kelebihan Dividen Saham

Berdasarkan pelaksanaannya, dividen memiliki beberapa kelebihan yang dapat dirasakan oleh pemilik saham maupun pihak perusahaan. Apa sajakah kelebihan tersebut? Berikut rinciannya.

Kelebihan Dividen Saham bagi Pemilik Saham

Setelah melalui pengamatan, pertimbangan serta evaluasi terkait pembagian dividen berupa saham maka dapat diketahui beberapa kelebihan yang diperoleh oleh pemilik saham diantaranya sebagai berikut.

Jumlah Saham Bertambah

Pemilik saham akan memperoleh pembagian laba berupa saham sehingga jumlah sahamnya pun akan bertambah, meski secara persentase kepemilikan yang dipegangnya bernilai tetap. Prinsip ini serupa dengan metode pemecahan saham.

Tidak Dipungut Pajak

Dengan pembagian dividen berupa saham maka pemilik saham tidak akan dikenai pajak dari perusahaan.

Kelebihan Dividen Saham bagi Perusahaan

Tak hanya bagi pemegang saham namun kelebihan metode pembagian hasil laba berupa saham juga berpengaruh pada perusahaan. Apa sajakah itu? Berikut daftarnya.

1. Perusahaan Dapat Menyimpan Lebih Banyak Dana Kas dan Laba Tunai

Dengan metode pembagian dividen tersebut, maka perusahaan tidak perlu mengeluarkan dana kas maupun laba berbentuk tunai. Sehingga dana tersebut dapat dialokasikan untuk kepentingan yang lain seperti pembayaran utang, pengembangan usaha dan pembiayaan lainnya.

2. Modal Perusahaan Terstruktur Lebih Kuat

Dividen berupa saham diambil dari pembagian laba yang ditahan dengan melakukan pemindahan laba ditahan ke dalam pos ekuitas saham biasa. Hal tersebut menimbulkan peningkatan ekuitas yang artinya modal disetor pada perusahaan pun meningkat sehingga struktur modal pun menguat.

3. Peningkatan Likuiditas Perdagangan Saham

Kelebihan lain yang didapat oleh perusahaan adalah meningkatnya likuiditas perdagangan saham. Melalui pembagian laba berupa saham maka akan secara otomatis membuat saham beredar semakin banyak dan semakin rendah harganya. Sehingga akan lebih menarik minat para investor untuk melakukan transaksi pembelian saham.

4. Kondisi Keuangan Tetap Stabil

Tanpa mengusik arus keluar masuk kas dan laba tunai, maka kondisi keuangan perusahaan akan terjaga dengan stabil. Dana kas perusahaan tidak akan mengalami penurunan akibat pembayaran dividen.

Syarat-Syarat Dividen Saham

Syarat-Syarat Dividen Saham

Syarat-Syarat Dividen Saham (Sumber: investorplace)

Dalam memutuskan pembagian dividen berupa saham, perusahaan perlu memenuhi beberapa persyaratan berdasarkan aturan yang berlaku sebagaimana dibawah ini.

1. Kondisi Saldo Laba Ditahan Mencukupi

Dividen yang dibayarkan merupakan pembagian yang berasal dari saldo ditahan. Sehingga saldo ditahan harus mencukupi untuk pembagian dividen dengan cara memindahkannya dari laba ditahan ke dalam ekuitas saham.

2. Melalui Persetujuan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)

Sebelum diputuskan bahwa pembagian dividen berupa saham, maka hal ini harus dirundingkan pada RUPS yang dihadiri dan disepakati oleh para pemegang saham.

3. Harga Saham Sesuai Aturan dan Teori

Bursa Efek Indonesia telah menetapkan harga saham teoritis untuk dividen dengan hasil dari penjumlahan saham baru paling tidak bernilai Rp 100 per lembar saham.

4. Pengajuan dari Perusahaan Kepada BEI dengan Dasar Alasan yang Dapat Dipertimbangkan

Syarat berikutnya dapat ditempuh oleh perusahaan dengan melakukan pengajuan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada BEI agar dapat membagikan dividen dalam bentuk saham kepada para pemegang saham.

Cara Menghitung Pembagian Dividen Saham

Untuk mengetahui jumlah pembagian laba yang diterima dalam bentuk saham Anda dapat melalui cara penghitungan yang tepat, namun sebelumnya perlu terkumpulnya informasi seperti dibawah ini.

1. Laba Bersih (EPS)

Besarnya laba bersih per saham merupakan nominal yang penting untuk dimasukkan dalam rumus penghitungan dividen. Sehingga Anda perlu mengetahui berapa keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan pada tiap lembar sahamnya.

2. Dividend Payout Ratio (DPR)

Dividend payout ratio memiliki arti rasio pembayaran dividen. Dalam hal ini DPR yang dimaksud adalah bagian kecil yang dibayarkan perusahaan kepada pemegang sahamnya sementara sisa pembayaran lainnya digunakan untuk investasi pertumbuhan perusahaan di masa yang akan datang.

3. Jumlah Saham Beredar

Nilai berikutnya yang harus Anda ketahui adalah jumlah saham yang beredar. Dalam poin ini hanya dikhususkan untuk perusahaan yang belum go public.

Contoh Penghitungan

Sebagai contoh dapat Anda simak dibawah ini penghitungan dividen dalam bentuk saham yaitu apabila diketahui bahwa perusahaan ABC memiliki 5.000.000 lembar saham dengan keuntungan bersih senilai Rp 800.000.000 serta nilai DPR adalah 40% dari laba bersih maka cara menghitungnya adalah sebagai berikut.

Dividen = Laba Bersih x DPR

Rp 800.000.000 x 40% = Rp 320.000.000

Dividen per Saham = Dividen / Saham Beredar

Rp 320.000.000 : Rp 5.000.000 = Rp 64

Artikel Terkait

Baca Juga