Harga Saham ICBP Hari ini

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on pinterest

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

Siapa yang tak mengenal Indomie, salah satu produk mie instan dari Indofood, yang terkenal tak hanya di Indonesia, tapi juga dunia. Satu produk ini saja sudah memiliki banyak varian rasa, yang membuat para konsumen seakan tak pernah bosan. Apalagi secara berkala, inovasi baru selalu dilakukan, baik dari segi rasa, pengemasan, maupun strategi marketing.

Histori dan Perkembangan Perusahaan Indofood

Namun berbicara soal Indofood, bukan hanya Indomie saja yang akan masuk dalam pembahasan. Berbagai produk mie instan lain seperti Sarimi, Supermi, Sakura, Pop Mie, Mie Telur Cap 3 Ayam hingga Pop Bihun juga adalah bagian dari Indofood. Selain itu masih ada Palmia, Bimoli, Indomilk, snack Lays, Chitato, dan berbagai tepung Bogasari.

Histori: Sejarah Awal Berdirinya Indofood Hingga Sukses di Berbagai Negara

Emiten yang bergerak untuk memproduksi makanan, tepung gandum, minyak masak, penyedap rasa, kopi dan berbagai makanan ringan ini memiliki sejarah Panjang di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1990 dengan nama PT Panganjaya Intikusuma. Pada tahun 1994, barulah berganti nama menjadi PT Indofood Sukses Makmur.

Histori Sejarah Awal Berdirinya Indofood Hingga Sukses di Berbagai Negara

Sejak tahun 1995, Indofood mulai mengakuisisi beberapa perusahaan, seperti pabrik Bogasari, PT Pelayaran Tahta Bahtera, serta perusahaan lain yang bergerak di bidang agribisnis, perkebunan dan distribusi barang. Setelah itu, secara bertahap PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk atau CBP juga memastikan kepemilikan penuh atas berbagai produk minuman dan jenis kuliner lainnya.

Visi Misi Indofood

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk didirikan dengan tujuan yang baik, seperti memperluas bidang usaha, meningkatkan kesejahteraan karyawan, melakukan supply makanan secara merata, dan sebagainya.  Sejak awal perusahaan ini juga peduli terhadap pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat secara umum.

Oleh karena itu, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk memilih visi dan misi yang spesifik, dapat direalisasikan, serta meyakinkan. Inilah yang menyebabkan perusahaan ini dipercaya dengan citra, arah dan tujuan yang jelas sejak awal.

Adapun visi dari Indofood adalah untuk menjadi perusahaan yang dapat memenuhi kebutuhan pangan, tentunya dengan memastikan produk yang dijual memiliki mutu yang baik. Selain itu, produk juga harus berkualitas, serta aman untuk dikonsumsi. Harapannya, dengan ini Indofood dapat menjadi pemimpin terdepan di industri makanan yang perkembangannya luar biasa. 

Untuk mencapai visi tersebut, Indofood juga mencanangkan misi untuk menjadi sebuah perusahaan transnasional yang secara bertahap mampu membawa nama negara Indonesia ke kancah internasional. Tentu saja, dalam hal ini menyangkut bidang kuliner. Misi ini saat ini tampaknya mulai berhasil, dan terus berkembang pesat.

Laporan Keuangan Triwulan Ketiga Tahun 2019

Laporan keuangan yang diberikan oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (INDF) dapat diakses secara transparan. Aset lancarnya sebanyak 32.704.970, sedangkan aset tidak lancar sebesar 64.356.662. Dengan demikian, total aset adalah 97.061.632.

Sementara itu liabilitas jangka pendek berada pada angka 27.474.862, dan liabilitas jangka panjang 17.620.019. Dengan demikian, total liabilitas adalah 45.094.881. Laba yang dibukukan pada kuartal ketiga pada tahun 2019 ini adalah Rp3,53 triliun, meningkat 25% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yakni sebesar Rp2,82 triliun.

Jatuh Bangun Perusahaan

Sejak didirikan pada tahun 1990, Indofood tentu mengalami pasang surut.Karena memiliki banyak anak bisnis yang mengurus bahan baku seperti kelapa sawit, tepung terigu, dan sebagainya, maka harga bahan baku dasar bisa ditekan. Ditambah dengan inovasi produk yang terus menerus, maka produk Indofood telah mendapatkan tempat tersendiri pada konsumen nasional dan internasional.

Jatuh Bangun Perusahaan

Munculnya berbagai kompetitor justru menjadi cambuk positif yang menantang perkembangan Indofood. Meraih visi, misi dan kesuksesan memang tak semudah membalikkan telapak tangan.

Meskipun demikian, perusahaan ini juga sempat mengalami keterpurukan terutama di masa-masa krisis seperti tahun 1998. Selain itu, grup agribisnis juga mengalami guncangan pada tahun 2019, larena harga CPO (Crude Palm Oil) yang rendah. Ini tentu mempengaruhi penjualan dan perputaran uang.

Meskipun demikian, para penggerak perusahaan terus berusaha mempertahankan keunggulan produknya yang terbukti kompetitif. Pengambilan peluang secara strategis juga membuat laba Indofood naik 5% menjadi Rp7,15 triliun. Sementara itu, laba bersih perusahaan ini meningkat ke angka 6,1%, dibandingkan dengan sebelumnya yang hanya 5,2%.

Harga Saham Lainnya

Lihat Juga