SIDO Berawal dari Usaha Toko Roti Hingga Menjadi Produsen Obat Herbal Terbesar di Indonesia

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk

SIDO merupakan kode saham sebuah perusahaan industri jamu atau minuman kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan jamu tradisional dan farmasi ini didirikan tahun 1951 dengan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Pada permulaan awal dibangunnya, Sido Muncul adalah industri jamu rumahan oleh seorang Ibu bernama Ny. Rakhmat Sulistio di tahun 1940 hingga akhirnya menjadi perusahaan yang sukses dan sebesar sekarang ini.

SIDO Berawal dari Usaha Toko Roti Hingga Menjadi Produsen Obat Herbal Terbesar di Indonesia

Sebuah industri perseroan terbatas jenis terbuka ini merupakan bagian dari Badan Umum Milik Swasta. Yang artinya pemegang saham terbesar berasal dari publik dan bukan milik negara. Sido Muncul pertama kali menawarkan saham perdananya pada tanggal 10 Desember 2013 dengan total saham Rp 1,5 miliar. Dengan nilai nominal Rp 100,- dan harga penawaran Rp 580,- per saham. Dicatatkan pertama kali di BEI pada tanggal 18 Desember 2013.

Hasil penawaran saham IPO kemudian dikurangi untuk biaya emisi dan lain-lain, sehingga sisanya dialokasikan untuk modal kerja perseroan PT Muncul Sekar sebesar 56%, untuk investasi sekitar 42% dan untuk pengembangan sistem teknologi dan informasi perseroan sebesar 2%.

TRENDING NOW:  Mengapa Data Harga Saham Bisa Naik atau Turun?

Setelah itu Sido Muncul terus mengembangkan perseroannya hingga mendapat posisi terdepan bagi masyarakat sebagai produsen jamu tradisional dengan racikan yang dibuat dengan mesin berteknologi canggih.

Visi dan Misi: Menjadi Perusahaan Obat Tradisional yang Mendunia

Sebagai perusahaan industri jamu tradisional dan farmasi Sido Muncul berangkat dengan visi yang unggul yaitu menjadi sebuah industri terbaik yang tak hanya mempersembahkan produk obat tradisional dan farmasi namun juga makanan dan minuman kesehatan, kosmetik dan pengolahan bahan herbal alami untuk masyarakat luas dengan kandungan manfaat yang luar biasa di dalamnya. Perusahaan juga berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekosistem dimana bahan alam tersebut didapat.

Visi dan Misi Menjadi Perusahaan Obat Tradisional yang Mendunia

Berpaku pada visi yang ditetapkan, perusahaan memiliki susunan misi yang juga terdepan sebagai alat mencapai visi tersebut. Pertama, melakukan pemrosesan dan pengembangan produk olahan herbal dalam bentuk farmasi dan minuman atau makanan kesehatan dan kosmetik dengan teliti, rasional dan jujur.

Kedua, senantiasa melakukan penelitian obat-obatan herbal secara rutin untuk mengontrol kandungan obat dan mengembangkan produk lebih baik.  Ketiga, menjadi badan usaha yang turut mendukung lembaga pemerintah, ilmuwan kesehatan dan para peneliti untuk dapat memaksimalkan pengembangan obat dan sistem pengobatan herbal.

TRENDING NOW:  Harga Saham BBCA Hari ini

Keempat, mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan memiliki kesadaran akan kepentingan untuk menerapkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan dan minuman herbal dan pengobatan secara naturopathy. Kelima, melaksanakan CSR atau Corporate Social Responsibility yang intensif. Keenam, menjadi perusahaan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan. Ketujuh, menjadi perusahaan herbal yang mendunia.

Sejarah Perusahaan: Sempat Berpindah-Pindah Namun Tetap Mendapat Minat yang Tinggi dari Masyarakat

Menjadi salah satu perusahaan jamu tradisional tertua di Indonesia, Sido Muncul bergerak dengan cepat untuk menjadi produsen obat herbal dengan jangkauan yang sudah tersebar ke seluruh Indonesia. Produk-produk berkualitas senantiasa memiliki tempat teratas di setiap etalase market dan toko.

Sejarah telah merekam jejak perjalanan Sido Muncul sejak hanya sebuah ide dan usaha kecil, hingga menjadi pabrik raksasa yang berperan penting untuk masyarakat. Berawal dari usaha rumahan seorang istri dari Siem Thiam Hie, yaitu Ny.

Rakhmat Sulistio yang semula membuka usaha roti bernama Roti Muncul. Kemudian jiwa bisnis yang tangguh dan kemampuan meracik ramuan obat tradisional membawa Ny. Rakhmat Sulistio untuk menjadi penjual jamu di Yogyakarta pada tahun 1935. Kemudian menemukan formula obat masuk angin yang diberi nama Jamu Tujuh Angin di tahun 1941.

TRENDING NOW:  Harga Saham WIKA Hari ini

Pada tahun 1949 ketika terjadi perang kolonial belanda, mereka pindah ke Semarang dan mendirikan usaha jamu dengan nama Sido Muncul yang memiliki makna Impian yang Terwujud. Usahanya terbilang sangat sukses karena mampu diterima dengan baik oleh seluruh masyarakat. Permintaan konsumen pun terus bertambah karena ramuan tersebut terbukti berkhasiat.

Hingga di tahun 1984 Sido Muncul bertransformasi menjadi pabrik jamu yang besar dan mulai memproduksi dengan teknologi yang lebih maju menggunakan mesin-mesin. Kemudian pabrik kembali mengalami pembaruan di tahun 2000 yang tepatnya berada di lokasi Ungaran. Peresmian pabrik kedua ini dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan RI yang menjabat pada waktu itu.

Laporan Keuangan: Kerja Keras Tinggi Menghasilkan Laba Tinggi

Pada periode Kuartal IV tahun 2019 perusahaan mencatatkan laba yang sangat fantastis yakni sejumlah Rp 229,24 miliar dan merupakan bagian dari total pendapatan sebesar Rp 938,83 miliar. Hal itu merupakan prestasi kenaikan dengan persentase mencapai 10,86%.

Sektor penjualan jamu herbal dan suplemen berhasil mendominasi hingga 67% atau setara dengan nilai Rp 2,06 triliun. Tercatat pula kontribusi penjualan makanan dan minuman mencapai Rp 886,23 miliar dan disusul penjualan farmasi dengan total Rp 117,24 miliar.

Leave a Reply
You May Also Like

Harga Saham WSKT Hari ini

Waskita Karya (Persero) Tbk PT PT Waskita Karya adalah sebuah perusahaan yang…

Harga Saham BMRI Hari ini

 Bank Mandiri (Persero) Tbk PT BMRI merupakan sebuah kode saham untuk…

Harga Saham BBCA Hari ini

Bank Central Asia Tbk PT BBCA merupakan saham dari sebuah bank terkemuka…

Harga Saham ULTJ Hari ini

Ultrajaya Milk Industry Tbk PT Ultrajaya Milk adalah perusahaan industri susu sapi…