Sabtu, Juli 24, 2021

Sebelum Investasi, Pahami Cara Perhitungan Reksadana

Saham Milenial – Reksadana merupakan salah satu bentuk investasi jangka pendek, dan perhitungan reksadana dilakukan untuk mengetahui kemungkinan keuntungan yang diperoleh. Sebelum melakukan perhitungan reksadana, Anda harus membekali diri dengan berbagai pengetahuan mengenai reksadana, yang akan diulas berikut ini.

Pengertian dan Alasan Perhitungan Reksadana Dibutuhkan

Menurut Wikipedia, reksadana adalah wadah serta pola pengelolaan dana bagi investor untuk berinvestasi pada instrumen investasi di pasar modal. Dengan cara membeli unit penyertaan reksadana, berdasarkan pengertian reksadana, dana investor akan dikelola oleh manajer investasi.

Dana tersebut nantinya diinvestasikan ke portofolio investasi seperti saham, pasar uang, efek, dan lainnya. Sementara, manajer investasi merupakan pihak yang mengelola portofolio investasi sesuai dengan kebijakan yang telah disepakati.

Manajer investasi bertanggung jawab terhadap kinerja reksadana, contohnya dalam pengambilan keputusan terkait saham yang akan dijual, dibeli, atau dipertahankan. Bisa dikatakan, perannya sangat krusial dalam reksadana.

Walaupun, reksadana telah diatur atau dikelola oleh manajer investasi, tetapi tidak ada salahnya Anda belajar mengenai perhitungan reksadana. Agar dapat mengetahui perkiraan besaran keuntungan dari reksadana, serta menjadi acuan untuk menyusun strategi investasi reksadana di kemudian hari.

Macam-macam Marketplace yang Menjual Reksadana

Sebelum melakukan perhitungan reksadana, Anda bisa menentukan marketplace yang akan dipakai untuk membeli reksadana. Beberapa marketplace menyediakan fitur simulasi reksadana, jadi Anda tidak perlu menghitung keuntungan reksadana secara manual. Berikut ini macam-macam marketplace yang menjual reksadana di Indonesia, akan diulas di bawah ini.

1. Bareksa

Bareksa
Bareksa

Bareksa merupakan salah satu marketplace reksadana yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bisa dikatakan, marketplace yang satu ini adalah marketplace reksadana tertua di Indonesia, yang ada sejak tahun 2013. Bareksa masih eksis sampai sekarang, dan menjadi marketplace yang paling banyak menyediakan produk reksadana.

2. Bibit

Aplikasi Bibit
Aplikasi Bibit

Aplikasi reksadana yang satu ini pertama kali diluncurkan tahun 2019, tetapi pertumbuhan nasabah Bibit terbilang cukup pesat. Karena itu, Bibit mampu mengungguli platform lain yang berdiri lebih awal, dalam segi jumlah download.

Selain itu, Bibit menjadi platform yang hanya menjual produk reksadana, tidak ditambahkan produk lain seperti, emas, asuransi, dan lainnya.

3. Tanamduit

TanamDuit
TanamDuit

Platform ini hampir memiliki kemiripan dengan Bareksa, karena keduanya sama-sama menawarkan produk reksadana dan obligasi pemerintah. Tetapi, Tanamduit telah mengelompokkan produk reksadananya menjadi tiga bagian yaitu risiko rendah, menengah, serta tinggi. Tentu saja hal ini memudahkan investor pemula untuk memilih reksadana berdasarkan risiko yang diinginkan.

4. Ajaib

Aplikasi Reksadana Ajaib
Aplikasi Reksadana Ajaib

Prinsip yang diterapkan oleh Ajaib sama seperti Bibi yaitu modern portofolio yang berasal dari teori Harry Markowitz. Prinsip portofolio modern bertujuan mendapatkan alokasi optimal investor, jadi investor tidak perlu repot memiliki produk reksadana yang harus dibeli.

Produk reksadana di Ajaib sudah dikategorikan seperti Tanamduit, tetapi, Ajaib mengkategorikan reksadana cukup menarik yaitu investasi bertema.

Cara Perhitungan Reksadana

Adapun, cara menghitung reksadana akan diuraikan dalam studi kasus. Misalkan, Pak Arya memiliki penghasilan Rp9.000.000 per bulan, berkomitmen investasi reksadana sebesar Rp1.000.000 setiap tanggal 15.

Namun, tanggal 15 Januari saat itu, NAB/UP reksadana X Rp991,47. Maka unit penyertaan yang didapatkan Pak Arya adalah:

Unit Penyertaan =Rp1.000.000/Rp991,47 =Rp1.008,60

Sementara, jika tanggal 15 Januari 2016, harga NAB/Unit Rp1.100,48 per unit penyertaan, maka untung reksadana yang diperoleh Pak Arya sebesar?

Langkah pertama: Jumlah unit penyertaan x harga reksadana terkini

008,60 x Rp1.100,48 = 109.944.

Langkah kedua: Perhitungan pertama – modal investasi

109.944 – Rp1.000.000 = 944

Berdasarkan perhitungan reksadana, maka Pak Arya akan mendapatkan keuntungan reksadana sebesar Rp109.944.

Walaupun, tahun 2020, kondisi pasar keuangan sempat anjlok sejak pandemi, namun manajer investasi tetap berusaha mengelola reksadana secara optimal. Berikut ini, reksadana yang memiliki kinerja terbaik sepanjang tahun 2020, dikutip dari data Infovesta Utama.

 Jenis Reksadana No Nama Reksadana Pertumbuhan Kinerja
Reksadana Saham 1 Pool Advista Kapital Syariah 46,01%
2 Valbury Equity I 29,09%
3 Pool Advista Ekuitas Optima Syariah 28,76%
Reksadana Campuran 1 SAM Mutiara Nusa Campuran 68,43%
2 Sucorinvest Citra Dana Berimbang 29,37%
3 Mega Asset Madania Syariah 28,56%
Reksadana Pasar Uang 1 Batavia Dana Kas Gebyar 123,38%
2 PNM PUAS 23,65%
3 Jasa Capital Pasar Uang Nusantara 16,71%
Reksadana Pendapatan Tetap 1 Mega Asset Mantap Plus 32,13%
2 Mega Dana Pendapatan Tetap 19,49%
3 MNC Syariah Pendapatan Tetap 19,30%

 

Mengapa Perhitungan Reksadana Menjelaskan Investasi Jangka Pendek Ini Menguntungkan?

Pembahasan mengenai perhitungan reksadana telah dilewati, mengapa reksadana termasuk investasi jangka pendek yang menguntungkan? Bahkan, bisa dimulai dari Rp10.000. Namun, modal awal reksadana tergantung dari kebijakan masing-masing produk reksadana.

Investasi jangka pendek sendiri disarankan bagi para investor pemula, dan hanya berlangsung selama beberapa tahun saja. Tidak sampai berpuluh-puluh tahun, seperti investasi saham.

Reksadana merupakan salah satu contoh investasi jangka pendek yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Selain menguntungkan, umumnya modal awal reksadana dimulai Rp100.000, tetapi setiap produk reksadana cenderung berbeda menentukan modal awalnya.

Bagi Anda yang belum terlalu memahami pergerakan investasi atau khawatir uangnya lenyap. Maka tidak perlu takut, karena reksadana dikelola oleh manajer investasi yang mengetahui jalannya investasi.

Jadi, Anda tinggal duduk santai, sembari melihat uang bertambah setiap tahunnya. Namun, tidak ada salahnya memeriksa laporan mengenai investasi reksadana yang dikirimkan secara berkala, agar Anda memahami alur investasi.

Jadi, perhitungan reksadana merupakan hal yang perlu dipahami oleh investor sebelum berinvestasi reksadana. Meskipun, reksadana dikelola oleh manajer investasi, namun sebagai investor, Anda perlu mengetahui jalannya investasi yang sedang digeluti.

Dari beberapa ulasan di atas, tentunya kini telah ada pandangan terkait dengan reksadana. Oleh karena itu, pastikan untuk memiliki ilmunya sebelum melakukan investasi di produk keuangan apa saja.

PILIHAN EDITOR

Bagaimana Cara Beli Saham di Ipotgo? Berikut Detailnya

Saham Milenial - Agar bisa bertransaksi saham melalui Ipotgo, Anda tentu harus memahami mengenai cara beli saham di Ipotgo. Tanpa modal yang besar di...

Rekomendasi Saham Untuk Jangka Panjang dan Prospek Profitnya

Saham Milenial - Rekomendasi saham untuk jangka panjang dapat digunakan sebagai pertimbangan yang benar sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi. Karena investasi Efek itu bersifat...

Contoh Notulen Rapat Umum Pemegang Saham

Saham Milenial - Membahas mengenai contoh notulen Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tentu tidak bisa dilepaskan dari UUPT, yaitu UU No 20 Tahun 2007....

Inilah Reksadana Saham Terbaik 5 Tahun Terakhir

Saham Milenial - Daftar mengenai reksadana saham terbaik 5 tahun terakhir akan memberikan Anda pertimbangan yang matang terkait reksadana. Dalam artikel ini akan dibahas...