Harga Saham BMRI Hari ini

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on pinterest

Bank Mandiri (Persero) Tbk PT

BMRI merupakan sebuah kode saham untuk emiten perbankan yang sudah malang melintang di dunia layanan keuangan. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah didirikan sejak 2 Oktober 1998. Merupakan sebuah bank hasil restrukturisasi penggabungan empat bank pemerintah yakni BBD, BDN, Bank Exim dan Bapindo.

BMRI Bank Terbesar Di Indonesia

Mandiri menjadi bank nomor satu dalam perihal pengelolaan aset, penganan deposit dan pinjaman. Berdasarkan update terbaru pada hari Senin tanggal 23 Maret 2020, BMRI membuka penawaran harga di nominal Rp 4.150,- dan merupakan penurunan sebesar Rp 310,- dari harga sebelumnya.

Pada penutupan sebelumnya yaitu senilai Rp 4.460,-. Namun Mandiri dengan berani mengambil langkah terbaik sebagai upaya membantu para nasabah dan mitranya, yakni dengan memberikan keringanan kredit bagi UMKM sejak dua hari yang lalu.

Visi dan Misi: Indonesia’s Best, ASEAN’s Prominent

Sebagai industri jasa keuangan dengan sistem perbankan terbesar di Indonesia, Mandiri mencanangkan visi yakni, menjadi Bank terbaik di Indonesia dengan pengelolaan keuangan, deposit dan pinjaman serta manajemen aset yang terbaik.

Tak hanya unggul di dalam bumi pertiwi, Mandiri juga secara mantap mengacu pada visi untuk menonjol dalam asosiasi ASEAN. Sehingga integritasnya dalam dunia perbankan dapat diakui oleh dunia.

Untuk mencapai visi tersebut, Mandiri menyiapkan amunisi yang dikemas sebagai misi perusahaan dan terbagi dalam beberapa poin. Pertama, memiliki orientasi pada pemenuhan kebutuhan pasar. Kedua, menjalankan pengembangan sumber daya secara profesional. Ketiga, memaksimalkan keuntungan untuk para stakeholder. Keempat, terbuka dalam melakukan manajemen. Dan yang terakhir bersimpati dan berempati terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan.

Sejarah Perusahaan: Dimulai Dari Merger Empat Bank Oleh Pemerintah, Hingga Menjadi yang Terbesar di Indonesia

Setelah dibentuk dari penggabungan empat perusahaan perbankan besar yang telah mendorong kuat perekonomian Indonesia, maka lahirlah Bank Mandiri. Sebagai perusahaan milik BUMN yang sepenuhnya ada di tangan pemerintah.

Sejarah Perusahaan Dimulai Dari Merger Empat Bank Oleh Pemerintah, Hingga Menjadi yang Terbesar di Indonesia

Mandiri mulai beroperasi secara efektif pada tahun 1999. Perusahaan juga mulai merapikan struktur kepegawaian dengan melakukan konsolidasi. Hal ini termasuk dengan mengurangi cabang dan pengurangan pegawai juga.

Serangkaian pergerakan baru untuk sebuah Mandiri yang baru diresmikan diikuti dengan peluncuran single brand pada semua jaringan melalui promosi dan iklan. Emiten juga melakukan penggantian platform yang ditujukan untuk meningkatkan penetrasi pada segmen retail banking.

Bank Mandiri melebarkan sayap dengan memiliki cabang sebanyak 829 di tahun 2005 yang tersebar di seluruh Indonesia dan enam cabang yang berada di luar negeri. Serta mempunyai 2500 ATM yang juga berada di wilayah Indonesia. Nasabah Bank Mandiri adalah pondasi terkuat yang menggerakkan perekonomian Indonesia.

Pada tahun 1999, Mandiri memberikan porsi kredit kepada nasabah corporate sebesar 87%. Lalu di tahun 2000 dilakukan pengubahan dengan menaruh porsi kredit yang dialokasikan untuk nasabah UMKM dan usaha mikro sejumlah 42,22%. 13,92% diberikan kepada nasabah consumer dan untuk nasabah corporate sebesar 43,86%.

Selama rentang waktu sejak 2005 hingga 2009 Mandiri telah banyak melakukan program pengubahan dari berbagai sektor di dalam perusahaannya. Mandiri melanjutkan program transformasi di tahun 2006-2007, dan tahap kedua di tahun 2008-2009 serta tahap ketiga di tahun 2010.

Tak berhenti disitu, transformasi terakhir dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai lebih dari Rp 225 triliun dengan pangsa pasar hampir menyentuh 16%. Di tahun 2020 ini Bank Mandiri memiliki target untuk masuk dalam peringkat tiga besar di ASEAN dalam kategori nilai kapitalisasi pasar dan menjadi pemain inti dalam regional.

Laporan Keuangan: Pendapatan Naik 3,91%

Pada kuartal terakhir di tahun 2019, Bank Mandiri mencatatkan jumlah pendapatannya senilai Rp 21,46 triliun dengan jumlah laba bersih senilai Rp 7,23 triliun. Dari hasil keseluruhan laporan tersebut merupakan kenaikan nilai persentase Y/Y yang gemilang.

Mandiri masih bergerak dalam kurva perkembangan ekonomi yang cukup baik bahkan di tengah krisis negara akibat pandemi corona. Bahkan Mandiri telah mengumumkan buyback senilai Rp 2 triliun rupiah pada tiga hari yang lalu.

Lalu, bagaimana kelanjutan bisnis dari Bank Mandiri sendiri? Saat ini, bank tersebut masih dalam kondisi yang stabil. Namun demikian, kejadian luar biasa Corona Virus di tahun 2020 dinilai akan mempengaruhi secara umum dari semua perkembangan dunia perbankan dan perusahaan secara global.

Harga Saham Lainnya

Lihat Juga