Selasa, September 28, 2021

Pengertian dan Klasifikasi Asersi Manajemen

Saham Milenial –  Asersi manajemen mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, namun istilah ini sangat erat kaitannya dengan audit laporan keuangan. Jika Anda sedang mempelajari ilmu manajemen khususnya laporan keuangan, maka simak ulasan singkat mengenai asersi manajemen sebagai berikut.

Definisi Asersi Manajemen

Definisi Asersi Manajemen
Definisi Asersi Manajemen

Menurut Wikipedia, definisi asersi manajemen adalah penilaian terhadap kewajaran laporan keuangan yang manajemen perusahaan buat. Bisa dikatakan asersi manajemen merupakan pernyataan informatif tentang manajemen yang terletak di laporan keuangan.

Pernyataan tersebut yaitu bentuk pertanggungjawaban semua pihak yang terlibat dalam manajemen bersangkutan. Dalam banyak kondisi, asersi atau pernyataan manajemen hanya memiliki sifat implisit.

Sebenarnya, penggunaan asersi ditujukan dari pihak pertama, agar dapat digunakan pihak eksternal manajemen. Pernyataan mengenai asersi akan dilihat kesesuaiannya berdasarkan prinsip yang berlaku.

Jika menggunakan asersi manajemen dalam pembuktian audit, maka Anda membutuhkan auditor berpengalaman.

Tahapan Audit Laporan Keuangan

Tahapan Audit Laporan Keuangan

Hubungan asersi dan prosedur audit yaitu asersi manajemen dibutuhkan untuk memulai tahapan audit laporan keuangan.

1. Menerima Perikatan Audit

Perikatan merupakan kesepakatan antara pihak auditor serta perusahaan yang biasa diwakili manajemen, perikatan ditandai dengan surat perikatan audit. Jadi, manajemen maupun klien memberikan audit laporan keuangan ke auditor.

Setelah itu, auditor menyanggupi pengerjaan audit laporan keuangan sesuai kompetensinya. Auditor yang menerima pengerjaan tersebut harus mempertimbangkan integritas manajemen, kompetensi serta kemampuan profesional, identifikasi risiko, dan menilai independensi.

2. Merencanakan Proses Audit

Dalam perencanaan audit, auditor perlu melakukan beberapa hal seperti memahami bisnis maupun industri klien, menentukan materialitas, menjalankan prosedur analitik. Selain itu, tetapkan risiko audit, risiko bawaan, pahami struktur pengendalian intern, serta kembangkan rencana audit maupun program audit.

Namun, pada praktiknya tidak seringkas itu, karena dalam kegiatan perencanaan proses audit, ada bagian lain yang perlu dikerjakan lagi.

3. Melaksanakan Uji Audit

Setelah perencanaan audit dibuat, maka langkah selanjutnya adalah pengujian audit. Jadi, auditor akan menerapkan uji analitik, pengujian pengendalian serta pengujian substantif.

Pengujian analitik yaitu auditor mempelajari data-data serta informasi bisnis klien, setelah itu membandingkannya dengan data dan informasi lain. Pengujian pengendalian adalah prosedur audit yang bertujuan untuk melaksanakan verifikasi efektivitas pengendalian internal manajemen atau klien.

Sementara, pengujian substantif adalah prosedur audit yang bertujuan menemukan kesalahan yang berdampak langsung pada laporan keuangan.

4. Pelaporan Audit

Laporan audit adalah hasil dari pekerjaan audit, sekaligus akhir dari tahap pengauditan laporan keuangan. Dalam laporan audit mencakup objek audit, lingkup audit, tujuan audit, jasa yang diberikan, hasil audit, rekomendasi, dan sebagainya.

Klasifikasi Asersi Manajemen

Berikut ini pembagian klasifikasi asersi manajemen yang akan diulas sebagai berikut.

No Klasifikasi Makna Hal yang Diperiksa
1 Asersi Keterjadian Pencatatan transaksi selama periode tertentu yang telah ditentukan sebelumnya. Asersi ini menyatakan informasi tentang transaksi jual beli aktiva yang terjadi dengan pelanggan. Kuitansi, faktur pembelian dan penjualan, nota debet, nota kredit, dan nota kontan seperti cek atau giro.
2 Asersi Kelengkapan Asersi mengenai suatu kelengkapan yang seharusnya ada pada sebuah laporan keuangan. Jadi, dokumen terkait harus disertakan pihak manajemen dalam upaya memenuhi kewajibannya. Jumlah saldo-saldo yang sudah tersaji pada laporan keuangan, neraca, maupun laba/rugi sudah seluruhnya.
3 Asersi Hak dan Kewajiban Hak dan kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan di tanggal tertentu. Biasanya, asersi yang satu ini mengenai sewa menyewa maupun kredit usaha.

 

Membuktikan hak kepemilikan aktiva klien perusahaan seperti, kendaraan serta bukti STNK, aset tetap (tanah dan bangunan) beserta surat jual beli tanah, dan sertifikat tanah yang dilengkapi bukti pembayaran pajak bumi dan bangunan.
4 Asersi Alokasi Asersi yang berkaitan pada akurasi laporan keuangan. Nantinya, bagian ini yang menghubungkan asersi dan tujuan audit perusahaan.

Jadi, asersi harus sama dengan alokasi dana di lapangan.

-Memeriksa apakah manajemen perusahaan sudah mencantumkan jumlah saldo sebenarnya pada rekening neraca dan laba/rugi.

-Memeriksa kebenaran alokasi rekening laba/rugi yang disajikan manajemen perusahaan.

5 Asersi Penyajian Komponen khusus pada laporan keuangan yang harus dijelaskan semestinya. Jadi, manajemen harus menyajikan data-data panjang, kredit perusahaan yang akan jatuh tempo juga termasuk. Memastikan komponen pada laporan keuangan yang diungkapkan manajemen perusahaan telah tersaji secara benar.

Tujuan Audit Laporan Keuangan

Asersi manajemen harus disajikan pos-pos bersangkutan serta data-data yang sifatnya valid. Contohnya, laporan laba rugi tidak bisa direkayasa perusahaan, karena harus disajikan transparan.

Asersi wajib ada dalam laporan keuangan, karena bisa ditemukan indikasi kesalahan disengaja maupun tidak pada laporan yang manajemen buat.

Sementara, fungsi asersi pada auditing yaitu membantu menciptakan perencanaan audit serta membentuk tujuan umum audit. Jadi, asersi dan tujuan audit perlu akuntan publik pahami sebelum membuat perencanaan audit.

Tujuan audit laporan keuangan yaitu mengevaluasi bukti-bukti transaksi agar bisa menilai kewajaran laporan keuangan. Umumnya, audit bertujuan menilai kewajaran maupun kelayakan pada penyajian laporan keuangan yang dibuat perusahaan.

Opini audit laporan keuangan terdiri dari empat macam. Pertama, wajar tanpa pengecualian yaitu laporan keuangan yang disajikan sesuai standar akuntansi yang berlaku.

Kedua, wajar dengan pengecualian adalah laporan keuangan bisa dikendalikan namun ditemukan beberapa masalah. Ketiga, tidak wajar yaitu laporan keuangan tidak sesuai standar akuntansi. Keempat, tidak memberikan pendapatan artinya terdapat kesalahan material dan manajemen dalam laporan keuangan.

Jadi, asersi manajemen sangat dibutuhkan perusahaan untuk mengetahui adanya kesalahan dalam laporan keuangan. Dalam asersi, harus disajikan data yang valid, jadi laporan laba rugi dilarang untuk direkayasa, namun harus disajikan dengan transparan.

PILIHAN EDITOR

Bagaimana Cara Beli Saham di Ipotgo? Berikut Detailnya

Saham Milenial - Agar bisa bertransaksi saham melalui Ipotgo, Anda tentu harus memahami mengenai cara beli saham di Ipotgo. Tanpa modal yang besar di...

Rekomendasi Saham Untuk Jangka Panjang dan Prospek Profitnya

Saham Milenial - Rekomendasi saham untuk jangka panjang dapat digunakan sebagai pertimbangan yang benar sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi. Karena investasi Efek itu bersifat...

Contoh Notulen Rapat Umum Pemegang Saham

Saham Milenial - Membahas mengenai contoh notulen Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tentu tidak bisa dilepaskan dari UUPT, yaitu UU No 20 Tahun 2007....

Inilah Reksadana Saham Terbaik 5 Tahun Terakhir

Saham Milenial - Daftar mengenai reksadana saham terbaik 5 tahun terakhir akan memberikan Anda pertimbangan yang matang terkait reksadana. Dalam artikel ini akan dibahas...