Pengertian Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur Serta Manfaatnya

Pengertian Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur Serta Manfaatnya
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on pinterest

Saham Milenial – Laporan keuangan perusahaan manufaktur adalah informasi tertulis yang menerangkan rincian kondisi keuangan suatu perusahaan manufaktur pada satu periode tertentu. Pengertian tersebut didasarkan pada makna laporan keuangan dan perusahaan manufaktur secara terpisah.

Laporan keuangan sendiri merupakan catatan tertulis yang menerangkan kondisi keuangan suatu perusahaan pada satu periode tertentu. Daftar laporan yang tertera pada laporan keuangan diantaranya adalah laporan neraca, paba rugi, arus kas dan perubahan modal.

Sementara perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang bergerak pada fokus kegiatan pengelolaan bahan baku atau bahan mentah menjadi produk jadi dan berlanjut hingga proses distribusi atau penjualan secara langsung. Adapun beberapa klasifikasi yang terdapat pada perusahaan manufaktur yakni meliputi persediaan bahan baku, persediaan bahan proses dan persediaan barang jadi.

Jenis-Jenis Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Berdasarkan jenisnya laporan keuangan manufaktur dibagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut.

1. Laporan Harga Pokok Produksi Manufaktur

Perusahaan manufaktur beroperasi dalam kegiatan utama berupa produksi barang mentah menjadi barang jadi, maka terdapat biaya pengeluaran produksi yang dilaporkan dalam bentuk harga pokok produksi. Laporan ini berfungsi untuk mengetahui nilai persediaan bahan pokok produksi serta nilai biaya overhead yang dikeluarkan selama proses produksi tersebut.

Laporan Harga Pokok Produksi Manufaktur

Laporan Harga Pokok Produksi Manufaktur (Sumber: themosvagas)

Harga pokok produksi juga berpengaruh terhadap harga jual barang jadi yang akan dipasarkan maupun diterima oleh konsumen. Diantara biaya-biaya yang terdapat pada laporan ini adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Berikut penjelasan masing-masing biaya tersebut.

  • Nilai Biaya Bahan Baku

Biaya bahan baku adalah besar nilai yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk melakukan pengadaan bahan produksi. Bahan baku yang pakai dapat berupa barang mentah, barang setengah jadi maupu  barang jadi dari manufaktur lain.

  • Nilai Biaya Tenaga Kerja Langsung

Tenaga kerja langsung adalah tenaga yang berperan secara langsung saat proses produksi dan menentukan hasil kinerja serta barang yang diproduksi baik pengerjaan dengan sistem manual maupun mesin otomatis. Sehingga biaya tenaga kerja langsung adalah besaran nilai kontraprestasi yang diberikan kepada pihak tersebut.

  • Nilai Biaya Overhead Pabrik

Biaya overhead adalah besarnya beban kebutuhan yang dikeluarkan saat proses produksi dan bukan tergolong pada biaya bahan baku maupun biaya tenaga kerja langsung. Biaya overhead dibagi menjadi tiga macam yaitu biaya bahan penolong, biaya kerja tidak langsung serta biaya penyusutan gedung pabrik.

2. Laporan Laba Rugi Manufaktur

Secara garis besar, laporan laba rugi pada perusahaan manufaktur adalah sama dengan laporan laba rugi yang terdapat pada laporan keuangan biasa. Yaitu terdiri atas bagian yang menunjukkan nilai pendapatan serta nilai selisih yang menghasilkan keuntungan atau kerugian terhadap satu periode yang telah dilalui.

Akan tetapi dalam pembuatan laporan laba rugi perusahaan manufaktur, ada empat elemen dasar yang wajib dipenuhi sebagai indikator penting dalam penempatan laporan laba rugi tersebut.

  • Revenues atau Pendapatan

Revenues atau pendapatan adalah nilai pendapatan perusahaan yang diperoleh dari penjualan produk yang telah dibuat. Hasil pendapatan ini kemudian dikalkulasikan dengan beban biaya produksi maupun jasa yang digunakan selama proses produksi dan penjualan untuk kemudian didapat nilai laba bersihnya.

  • Expense atau Biaya

Expense atau biaya adalah nilai biaya yang dibutuhkan perusahaan untuk memperoleh hasil pendapatan.

  • Loss atau Kerugian

Loss atau kerugian adalah indikato laporan yang menunjukkan besar nilai kerugian yanh didapatkan dari nilai expense yang lebih besar dari revenues.

3. Laporan Neraca Manufaktur

Neraca perusahaan manufaktur dibuat sebagaimana neraca keuangan pada umumnya. Pada bagian neraca perusahaan manufaktur terdapat laporan perihal aktiva dan pasiva. Laporan aktiva menunjukkan sumber keuangan utama yang diperoleh perusahaan termasuk aset perusahaan berupa kas, piutang, persediaan dan lain-lain. Sementara untuk laporan pasiva berisi hutang serta modal yang dimiliki oleh perusahaan manufaktur.

4. Laporan Perubahan Modal Manufaktur

Bagian keempat yaitu laporan perubahan modal yang berisi nominal modal awal perusahaan, perubahan modal, nilai deviden yang dibagikan kepada pemegang saham serta laporan keuangan lain yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan manufaktur. Sebagaimana laporan perubahan modal perusahaan lainnya, perusahaan manufaktur juga menyusun bagian ini secara sama berdasarkan rinciannya.

Manfaat Pembuatan Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Laporan keuangan pada manufaktur memiliki beberapa manfaat yang baik bagi perkembangan dan kemajuan perusahaan. Diantara beberapa manfaat tersebut adalah sebagai berikut.

1. Bermanfaat Sebagai Pedoman Laporan Keuangan

Melalui pelaporan keuangan yang terstruktur pada masing-masing periode maka akan membantu perusahaan dalam memantau besarnya nilai kebutuhan biaya produksi, tingkat penjualan serta hasil laba rugi yang diperoleh.

Bermanfaat Sebagai Pedoman Laporan Keuangan

Bermanfaat Sebagai Pedoman Laporan Keuangan (Sumber: toddconstructionservices)

Pihak perusahaan juga dapat mengetahui selisih antara biaya dan pendapatan secara lebih jelas dan terperinci sehingga dapat diputuskan untuk melakukan modifikasi biaya pengeluaran yang kurang efektif untuk meningkatkan margin keuntungan.

2. Bermanfaat Sebagai Bahan Indikator Performa Perusahaan

Dengan menyusun laporan keuangan maka hal ini akan berperan sebagai indikator yang menunjukkan tingkat performa perusahaan manufaktur baik secara interm maupun ekstern. Bagi perusahaan publik, tingkat performa akan sangat berpengaruh terhadap minat atau ketertarikan investor saham.

3. Bermanfaat Sebagai Data Pembanding

Antara laporan keuangan satu periode dengan periode lainnya bermanfaat sebagai data pembanding agar perusahaan dapat melakukan tindakan berdasarkan hasil perbandingan tersebut. Kegiatan ini juga mempengaruhi pertimbangan mengenai penambahan riset, pengadaan teknologi baru maupun pemilihan material alternatif yanh lebih ramah.

4. Bermanfaat Untuk Memonitor Kesehatan Keuangan Perusahaan

Keuangan yang sehat memiliki pengertian terjadinya perkembangan perusahaan yang selaras dengan kinerja dan keuntungan yang diperoleh. Maka dari itu, laporan keuangan perusahaan manufaktur dapat menjadi bahan monitoring untuk memastikan kondisi keuangan perusahaan tetap stabil dan profit.

Artikel Terkait

Baca Juga