Rabu, Juni 23, 2021

Definisi dan Strategi Cara Trading Bitcoin untuk Pemula

Saham Milenial – Bagi Anda tertarik mencoba cara trading Bitcoin, mungkin di awal akan sedikit bingung ketika akan memulainya, namun ini bisa dipelajari dengan mudah. Ya, walau demikian, bagi Anda yang merasa tertarik, harus memahami risiko yang nantinya dihadapi. Karena, cara trading Bitcoin amat fluktuatif. Ini membuat kemungkinan ruginya tinggi.

Definisi Cara Trading Bitcoin

Definisi Cara Trading Bitcoin
Definisi Cara Trading Bitcoin

Menurut Wikipedia, Bitcoin merupakan sebuah uang elektronik. Dibuat pada tahun 2009. Pembuatnya adalah Satoshi Nakamoto. Nama bitcoin dikaitkan dengan perangkat lunak sumber terbuka yang dirancang.

Perangkat ini juga memanfaatkan jaringan peer-to-peer. Namun, tanpa adanya penyimpanan terpusat atau administrator tunggal. Departemen Keuangan Amerika Serikat mengemukakan jika bitcoin merupakan sebuah mata uang yang terdesentralisasi.

Tak seperti mata uang umumnya, bitcoin tak tergantung dengan penerbit utama. Bitcoin memanfaatkan sebuah database khusus yang didistribusikan. Kemudian menyebar ke node-node. Dari sebuah jaringan P2P menuju jurnal transaksi. Menggunakan kriptografi guna menyediakan fungsi-fungsi basic security dasar. Seperti memastikan bitcoin-bitcoin hanya bisa dihabiskan oleh ownernya, serta tak pernah diizinkan dilakukan lebih dari sekali.

Trading bitcoin merupakan aktivitas perdagangan cryptocurrency pasar mata uang kripto. Istilah ini mengacu pada kegiatan jual beli bitcoin. Terutama yang ada di pasar kripto serta pasar berjangka. Para pedagang serta investor crypto ini disebut dengan istilah trader cryptocurrency.

Cara Trading Bitcoin dengan Strategi Jitu

Jika Anda ingin mendapat keuntungan besar, Anda dapat menerapkan cara trading bitcoin berikut ini.

1. Membatasi Pembelian

Untuk trading skala kecil maka harga pembelian tak boleh lebih dari 100-200 dolar AS untuk setiap kripto. Trading skala besar dapat mematok pembelian antara 500-1000 dolar AS untuk tiap kripto. Untuk tiap mata uang digital, belilah saat harga tengah turun.

2. Memperhatikan Nilai Paling Aman

Dalam memperoleh profit, nilai paling aman berada di kisaran 3-5% per kripto. Stop loss -5%. Trader profesional dapat meraup profit lebih besar dibandingkan nilai ini.

3. Memperhatikan Beberapa Pantangan Saat Trading

Hindari membeli kripto yang harganya tengah melambung tinggi atau harganya naik di atas 20%. Hindari mengambil risiko dengan menanamkan modal lebih banyak di satu kripto. Risiko kehilangan akan jauh lebih besar.

Hindari meminjam uang untuk melakukan investasi cryptocurrency. Manfaatkan saja dana apa adanya. Tanpa harus menggadaikan barang maupun meminjam.

4. Sabar

Sabar serta jangan serakah. Perdagangan normal umumnya disertai keberuntungan. Tentunya dengan cara mengambil profit yang tak berlebihan. Rentang profitnya berkisar 5-10%.

Makin banyak Anda membagikan aset investasi yang dimiliki ke berbagai jenis mata uang digital. Maka akan semakin kecil risiko Anda mengalami kehilangan uang. Tak ada trading tanpa risiko. Namun, dapat diatasi dengan kesabaran serta tanpa keserakahan. Apabila semua koin nilainya tengah turun, maka akan muncul koin yang cepat naik. Hal ini dapat menutupi kerugian dari koin lainnya.

Aplikasi untuk Menerapkan Cara Trading Bitcoin

Apabila Anda sedang tertarik memulai investasi bitcoin, saat ini tersedia banyak aplikasi yang dapat digunakan. 4 Aplikasi berikut ini sudah terdaftar serta diawasi oleh Bappebti. Anda tak perlu khawatir saat menggunakannya.

No. Nama Aplikasi Deskripsi Mata Uang yang Berlaku
1. Tokocrypto Aplikasi jual-beli sekaligus investasi aset kripto. Dikembangkan dengan dukungan Binance. Binance merupakan pedagang aset kripto terbesar yang ada di dunia.

 

Tokocrypto juga telah didukung Binance Cloud, yakni teknologi keamanan milik Binance.

Mata uang digital yang tersedia cukup banyak. Di antaranya BTC, BNB, XRP, ETH, DOT, ZIL, DOGE, serta masih banyak lainnya.
2. Indodax Salah satu aplikasi jual-beli serta investasi aset kripto populer di Indonesia. Pelacakan tiap transaksi jual-beli bisa diakses dalam 1 akun. Melalui berbagai perangkat. Baik PC, tablet, atau aplikasi Indodax untuk smartphone.

 

Dari segi keamanan, menggunakan perlindungan Autentikasi Multi-faktor. Dikombinasi verifikasi via email serta SMS dari Google Authenticator. Ini akan menjamin tiap transaksi ditandatangani sekaligus divalidasi oleh masing-masing penggunanya

Ada banyak aset kripto yang dapat dipilih. Di antaranya BTC, ETH, ADA, SFI, COTI, UNI, RVN, dan lainnya.
3. Pintu Pintu merupakan aplikasi yang amat cocok bagi para pemula..

 

Tiap transaksi jual-beli aset, Pintu mengklaim tak memungut komisi maupun biaya tambahan.

 

Dari segi keamanan, Pintu menjamin 100% keamanan aset usernya. Lantaran sudah menerapkan teknologi yang berbasis curv.co.

Hanya ada 10 aset kripto yang diperdagangkan. Di antaranya BTC, USDT, BNB, COMP, ETH, LINK, UNI, MKR, SNX, serta YFI.
4. Rekeningku.com Rekeningku.com adalah aplikasi jual-beli sekaligus investasi aset kripto bagi pengguna smartphone Android maupun iOS.

 

Untuk melakukan deposit dalam rupiah, user bisa memanfaatkan berbagai metode. Misalnya, virtual account, OVO, Dana, maupun LinkAja.

 

Sementara untuk penarikan cryptocurrency serta rupiah, telah didukung lebih dari 120 bank yang ada di Indonesia.

 

Membahas faktor keamanan, Rekeningku.com memakai teknologi Cold Storage. Tujuannya untuk menjaga keamanan akun seluruh usernya.

Jenis aset kripto yang tersedia di Rekeningku.com terbilang amat variatif. Tercatat, tersedia lebih dari 40 jenis aset kripto. Di antaranya BTC, ETH, AAVE, SUSHI, HBAR, HOT, UMA, XLM, LTC, DASH, serta masih banyak lagi.

Kesimpulan Cara Trading Bitcoin

Grafik Bitcoin
Grafik Bitcoin

Dalam bisnis cryptocurrency, terdapat 3 hal utama yang harus Anda perhatikan. Di antaranya, beli (buy), jual (sell), meraih keuntungan (take profit), serta penarikan (withdrawal).

Ada cara trading bitcoin terbaik yakni dengan mendiversifikasi portofolio investasi yang Anda miliki. Investasi utama Anda harus memiliki risiko rendah. Misalnya, obligasi pemerintah maupun reksadana indeks.

Berikutnya, Anda harus menentukan investasi berisiko menengah. Bisa berupa properti maupun saham perusahaan. Investasi dengan risiko tinggi, seperti saham penny maupun Bitcoin, harus jadi investasi terkecil serta tak diprioritaskan.

Bitcoin pada dasarnya merupakan investasi “high risk, high return”. Investasi yang bisa menghasilkan keuntungan yang besar. Namun risikonya juga besar. Oleh sebab itu, pertimbangkan secara baik-baik serta matang.

PILIHAN EDITOR

Bagaimana Cara Beli Saham di Ipotgo? Berikut Detailnya

Saham Milenial - Agar bisa bertransaksi saham melalui Ipotgo, Anda tentu harus memahami mengenai cara beli saham di Ipotgo. Tanpa modal yang besar di...

Rekomendasi Saham Untuk Jangka Panjang dan Prospek Profitnya

Saham Milenial - Rekomendasi saham untuk jangka panjang dapat digunakan sebagai pertimbangan yang benar sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi. Karena investasi Efek itu bersifat...

Contoh Notulen Rapat Umum Pemegang Saham

Saham Milenial - Membahas mengenai contoh notulen Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tentu tidak bisa dilepaskan dari UUPT, yaitu UU No 20 Tahun 2007....

Inilah Reksadana Saham Terbaik 5 Tahun Terakhir

Saham Milenial - Daftar mengenai reksadana saham terbaik 5 tahun terakhir akan memberikan Anda pertimbangan yang matang terkait reksadana. Dalam artikel ini akan dibahas...