Harga Saham ULTJ Hari ini

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on pinterest

Ultrajaya Milk Industry Tbk PT

Ultrajaya Milk adalah perusahaan industri susu sapi yang berpusat di Padalarang, Jawa Barat. Dengan nama besarnya sekarang PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company, memproduksi tak hanya minuman susu namun juga menjadi produsen teh siap minum dalam kemasan dan keju.

Sejarah Perusahaan Ultrajaya Milk

Didirikan sejak tahun 1958 perusahaan ini memiliki kode saham ULTJ. Dan dirikan oleh seorang pengusaha asal Tionghoa yang berdomisili di Bandung, bernama Ahmad Prawirawidjaja. Dalam perjalanannya perusahaan terus mengembangkan inovasi sehingga kini produknya bertambah dengan hadirnya Sari Kacang Hijau dan Sari Asem Asli.

Sejarah Perusahaan Ultrajaya Milk

Selain itu ada pula merek Buavita dan Gogo yang akhirnya dibeli oleh Unilever Indonesia pada tahun 2008. Perusahaan pun kembali pada bidang utamanya yaitu produksi susu sapi. Menjadi sebuah perusahaan produksi susu dengan segudang pengalaman yang mumpuni, Ultrajaya konsisten dalam menggunakan sistem komputerisasi yang terintegrasi sejak tahun 2002.

Sistem tersebut disebut juga dengan SAP. Dengan keunggulannya tersebut, perusahaan ini juga menjadi rujukan implementor SAP karena dinilai sangat kompeten dan mampu mengadopsi hampir dari keseluruhan modul SAP.

Meluncurkan pembukaan saham perdananya senilai Rp 1.000,- per saham dengan harga Rp 7.500. Total saham yang dijual kepada publik sejumlah Rp 6.000.000,-. Pembukaan saham perdana ini berdasarkan izin yang diberikan oleh Menteri Keuangan RI pada tanggal 5 Mei 1990. Saham-saham tersebut dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Setelah beberapa kali melakukan penambahan saham, perusahaan kemudian melakukan stock split 1:5 dengan total saham Rp 1.540.470.400,- pada tanggal 16 Januari 2001. Kemudian melakukan pemecahan saham lagi di tanggal 10 Agustus 2017 senilai Rp 8.665.146.000,-.

Saat ini Ultrajaya memiliki komposisi kepemilikan diantaranya, 37,57% oleh masyarakat yang kurang dari 5% per orangnya dengan total 1.334 orang. 8,02% oleh PT Indolife Pensiontama, 3,25% milik Samudera Prawirawidjaja, 21,40% milik PT Prawirawidjaja Prakarsa, 7,68% milik PT AJ Central Asia Raya, 14,66% milik Sabana Prawirawidjaja dan 7,42% milik UBS AG Singapore.  Visi dan Misi: Menjadi Perusahaan Minuman Terbaik yang Senantiasa Peka dan Peduli pada Lingkungan dan Masyarakat

Sembari terus menjaga eksistensi dan kesuksesannya pada industri minuman, perusahaan senantiasa menerapkan visi yakni menjadi perusahaan makanan dan minuman terbaik dan terbesar di Indonesia. Serta berupaya untuk menjaga kepercayaan investor dan mitra kerja. Hal tersebut merupakan tujuan yang digantungkan sebagai landasan bergeraknya industri ini.

Menyimak pernyataan visi yang terdepan, perusahaan juga berkomitmen pada faktor-faktor misi yang terus ditegakkan. Pertama, menggerakkan roda perusahaan untuk dengan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat dan konsumen. Kedua, memiliki kepekaan serta peduli terhadap lingkungan agar selalu terjaga dengan baik.

Ketiga, berusaha untuk selalu meningkatkan nilai keuntungan secara optimal sebagai tanggung jawab kepada para investor atau pemegang saham. Sejarah Perusahaan: Dari Industri Rumahan Hingga Menjadi Pelopor Minuman Kemasan

Sebelum menjadi perusahaan minuman yang meraksasa seperti sekarang, Ultrajaya telah melewati masa jatuh bangun yang mungkin belum diketahui oleh sebagian orang. Pada tahun 1950-an industri ini mengawali perjalanannya sebagai industri kecil rumahan. Namun kemudian waktu mengantarkannya untuk terus berkembang dan mengalami kemajuan yang pesat.

Mulai menjadi entitas perseroan di tahun 1971, perusahaan semakin mengangkat kredibilitas sebagai pionir minuman kemasan di Indonesia. Dan menjadi pemilik mesin pemroses minuman tercanggih se-Asia Tenggara.

Saat ini emiten telah melebarkan bisnisnya hingga memiliki beberapa anak perusahaan diantaranya, PT ITO EN Ultrajaya Wholesale, PT Nikos Distribution Indonesia, PT Ultra Agri Lestari, PT Ultra Sumatra Dairy Farm dan PT Tirta Telaga Jaya. Selain itu ada pula beberapa lagi diantaranya, PT Ultra Peternakan Bandung Selatan dan PT Ultrajaya Ito-En Manufacturing.

Laporan Keuangan: Terus Menguatkan Ekonomi Indonesia

Pada pembukaan saham hari ini Selasa 24 Maret 2020, tercatat ULTJ meluncurkan saham senilai Rp 1.210,- dengan jumlah kapitalisasi pasar senilai Rp 13,92 triliun. Hal itu merupakan kenaikan sebesar 0,83% dibanding nilai sebelumnya.

Ultrajaya Milk, Perusahaan Industri Terbesar dengan Teknologi Paling Canggih

Di mana sebelumnya ULTJ membuka saham dengan nilai Rp 1.200,-. Berdasarkan laporan keuangan pada Kuartal III tahun 2019, tercatat keuntungan bersih perusahaan total Rp 305,74 miliar. Dan total pendapatan keseluruhannya total Rp 1,61 triliun.

Harga Saham Lainnya

Lihat Juga